• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Waspada Hoax, Vaksinasi Covid-19 Tidak Berkaitan Dengan Hepatitis Akut

Waspada Hoax, Vaksinasi Covid-19 Tidak Berkaitan Dengan Hepatitis Akut

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 14 May 2022

Waspada Hoax, Vaksinasi Covid-19 Tidak Berkaitan Dengan Hepatitis Akut

Oleh : Prita Mulyasari

Vaksinasi Covid-19 tidak menyebabkan kasus hepatitis akut yang saat ini berkembang. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk mewaspadai hoax, karena vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia saat ini aman dan halal digunakan.

Belakangan sempat terjadi sebuah kasus yang cukup menghebohkan yakni mengenai kemunculan hepatitis akut, terutama menjangkiti anak-anak. Sejauh ini sama sekali masih belum diketahui secara pasti mengenai penyebab dan asal-muasal terjadinya hepatitis akut tersebut.

Namun satu hal yang jelas, bahwa Prof. dr. Hanifah Oswari selaku Lead Scientist menyatakan sama sekali tidak ada kaitan antara kasus Hepatitis Akut dengan vaksinasi Covid-19.

Pernyataan tersebut dibuatnya lantaran ternyata beberapa diantara masyarakat menghubung-hubungkan seolah pemberian vaksinasi Covid-19 menjadi penyebab terjadinya Hepatitis Akut. Ditegaskan oleh Hanifah bahwa sama sekali tidak ditemukan bukti konkrit yang sesuai dengan dugaan tersebut.

Awal mula penyebaran berita hoax tersebut terjadi di media sosial, yang mana terdapat klaim bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan penyebab pemicunya Hepatitis Akut yang menjangkiti ratusan anak di dunia.

Lebih tepatnya klaim tersebut menyatakan bahwa kandungan vektor adenovirus dalam beberapa vaksin, termasuk diantaranya merk Johnson & Johnson lah yang menjadi biang keladi masalah.

Sontak pihak ahli medis pun langsung memberikan bantahan akan berita hoax tersebut dan menyatakan bahwa adenovirus yang terdapat dalam kandungan vaksin ternyata sangatlah berbeda dengan apa yang ditemukan dalam kasus Hepatitis Akut. Kemudian ditambahkan oleh dr Pail Offit selaku Direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia bahwa terdapat perbedaan adenovirus yang terkandung dalam Hepatitis dengan yang disuntikkan dalam vaksin.
Dalam kasus hepatitis akut, ternyata mengandung adenovirus bertipe 41, sedangkan untuk adenovirus yang terdapat dalam kandungan vaksin Covid-19 seperti pada merk J&J adalah bertipe 26. Selain itu ditambahkan olehnya bahwa ternyata adenovirus yang terdapat dalam vaksin sama sekali tidak mampu untuk memperbanyak diri dan menyebar di dalam tubuh manusia, sangat berbeda sifatnya dengan yang terdapat pada Hepatitis.
Fakta selanjutnya yang diungkapkan oleh dr. Mark Slifka selaku Profesor mikrobiologi dan imunologi di Oregon Health & Science University menunjukkan bahwa ternyata terdapat beberapa kasus hepatitis akut yang menjangkiti anak padahal sama sekali dirinya masih belum menerima vaksinasi Covid-19 sebelumnya. Oleh sebab itu, memang sama sekali tidak ada bukti yang mendukung klaim berita hoax itu.
Hal yang bisa diupayakan bersama adalah terus meningkatkan kewaspadaan, pencegahan dan juga pengendalian infeksi Hepatitis Akut itu. Pemerintah sendiri telah mengupayakan beberapa hal, termasuk diantaranya adalah dengan segera menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.
Saat ini mmemang masih belum diketahui secara pasti etiologinya, maka memang masih diperlukan pemeriksaan secara lebih lanjut, untuk itu pihak Kemenkes juga telah menetapkan beberapa tempat seperti pada Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai tempat pemeriksaan spesimen lebih lanjut. Selain itu pencegahan dan pengendalian infeksi juga terus dikerahkan dari penyediaan tenaga kesehatan dan juga fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Masyarakat diharapkan bijak dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Selain itu, masyarakat juga diharapkan melakukan pengecekan silang terhadap sebuah informasi dengan merujuk kepada media-media mainstream. Dengan adanya kesadaran tersebut, maka beragam hoax tentang vaksinasi Covid-19 dapat diberantas.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.