• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Wapres Bicara soal Pola Pikir Moderat sebagai Solusi Hadapi Tantangan Islam Terkini

Wapres Bicara soal Pola Pikir Moderat sebagai Solusi Hadapi Tantangan Islam Terkini

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 27 June 2021

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai saat ini diperlukan kajian yang mendalam untuk memahami permasalahan secara lebih tepat sesuai dengan konteksnya (ijtihad) soal agama Islam.

Hal itu agar menghasilkan cara pandang moderat yang secara relevan dapat dilakukan serta tetap sesuai dengan hukum Islam.

“Cara berpikir yang benar dan tepat adalah cara berpikir yang moderat (tawassuthi/ wasathi) dalam arti tidak tekstual dan tidak liberal, yaitu dengan melakukan ijtihad terhadap masalah-masalah yang belum di-ijtihadi sebelumnya atau sudah di-ijtihadi tapi sudah tidak relevan lagi,” kata Wapres dalam acara The 2nd International Conference on Humanity Law And Sharia, melalui konferensi video, Rabu (23/06/2021).

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan cara berpikir moderat ini dapat menghindarkan umat baik dari kekeliruan cara pandang Islam.

Adapun cara pikir itu yaitu cara berpikir yang statis dan konservatif maupun cara berpikir sangat liberal yang meliputi penafsiran berlebihan tanpa batas (Hudud) dan tanpa patokan (Dhowabith) demi semata-mata mencari kemudahan.

“Menurut Imam Al Qarafi, cara berpikir statis pada teks adalah merupakan kesesatan dalam agama. Di sisi lain Islam memang agama yang memberikan kemudahan (Taysir) tetapi bukan tanpa batas, bukan kemudahan yang berlebihan (Al-Mubalaghah fittaysir). Mencari kemudahan secara berlebihan tidak diperbolehkan karena hal demikian itu semata-mata mencari rukhsah (Tatabbu’urrukhas),” kata Wapres.

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

September 24, 2026

APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang

September 24, 2026

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan…

APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang Jakarta – Pemerintah memastikan pengelolaan Anggaran…

Pemerintah Pastikan APBN On Track dengan Defisit Tetap Terkendali

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Pastikan APBN On Track dengan Defisit Tetap Terkendali Jakarta — Pemerintah memastikan pengelolaan Anggaran…

Rumah Subsidi di Kawasan Industri, Mengurangi Biaya Transportasi Harian Pekerja

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Rumah Subsidi di Kawasan Industri, Mengurangi Biaya Transportasi Harian Pekerja Oleh: Citra Kurnia Khudori Pertumbuhan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.