• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Visi Inklusif Dewi Puspitorini untuk Pimpin ILUNI UI Menuju Indonesia Emas 2045

Visi Inklusif Dewi Puspitorini untuk Pimpin ILUNI UI Menuju Indonesia Emas 2045

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 6 August 2025

Visi Inklusif Dewi Puspitorini untuk Pimpin ILUNI UI Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta – Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025–2028 menjadi sorotan hangat di kalangan alumni. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah dr. Dewi Puspitorini, SpP, MARS. Mengusung visi inklusif dan progresif, Dewi siap membawa ILUNI UI menjadi kekuatan strategis menuju Indonesia Emas 2045.

 

Dalam pencalonannya, Dewi menegaskan komitmen kuat untuk menjadikan ILUNI UI sebagai rumah bersama bagi seluruh alumni lintas fakultas, angkatan, dan profesi. Ia mengedepankan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama, dengan membawa tagline kampanye #U&I Guyub sebagai simbol persatuan.

 

“ILUNI UI harus menjadi simpul koneksi dan kolaborasi yang memperkuat posisi alumni dalam berbagai sektor pembangunan bangsa,” ujar Dewi dalam keterangan resminya.

 

Dewi hadir dengan visi membangun ILUNI UI yang guyub, progresif, inklusif, serta berdampak nyata bagi alumni, almamater, dan Indonesia secara luas. Gagasan besarnya dituangkan dalam lima misi strategis, yakni digitalisasi total sistem ILUNI, penguatan jaringan alumni global, program pemberdayaan alumni berkelanjutan khususnya dalam bidang kesejahteraan dan kesehatan, kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, serta pemberdayaan perempuan yang dimulai dari alumni UI.

 

Sebagai seorang dokter dan alumni Fakultas Kedokteran UI, Dewi memiliki pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesejahteraan fisik dan mental. Ia bertekad menciptakan program-program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas hidup alumni.

 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni UI memiliki akses terhadap layanan yang menunjang kesehatan dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

 

Dewi juga menaruh perhatian besar pada isu kesetaraan gender. Ia memandang pentingnya ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan, terutama dari kalangan alumni UI, dalam mengakselerasi perubahan sosial dan ekonomi.

 

“Kesetaraan gender adalah kunci organisasi yang maju dan responsif terhadap zaman,” ungkap Dewi.

 

Kiprah dan visi Dewi mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum ILUNI FKUI, dr. Wawan Mulyawan. Menurut Wawan, Dewi adalah figur yang memiliki kekuatan untuk menyatukan lintas generasi dan fakultas, dengan visi kepemimpinan yang inklusif serta relevan.

 

“Ia adalah sosok pemersatu dan pelaksana ide-ide progresif,” katanya.

 

Dewi resmi terdaftar sebagai kandidat Ketua Umum ILUNI UI dengan nomor urut 6. Pemilihan akan dilaksanakan secara elektronik melalui aplikasi UI Connect pada 23–24 Agustus 2025. Ketua Umum ILUNI UI saat ini, Didit Ratam, mengajak seluruh alumni UI untuk berpartisipasi aktif dengan segera melakukan pendaftaran dan verifikasi akun.

 

Didit menekankan bahwa Pemilihan Langsung (Pemila) adalah wujud nyata demokrasi di tubuh ILUNI UI. Lebih dari sekadar kontestasi, Pemila menjadi panggung bagi adu gagasan, integritas, serta kemampuan membangun kolaborasi untuk membawa organisasi ke masa depan.

 

Dengan visi inklusif dan rekam jejak kuat dalam kepemimpinan sektor kesehatan, dr. Dewi Puspitorini menawarkan harapan baru untuk membawa ILUNI UI menjadi organisasi alumni yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata dalam perjalanan Indonesia menuju 2045. [-red]

 

 

 

[edRW]

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.