Ketum PKB Muhaimin Iskandar memimpin Apel Persada Nusantara oleh DPC PKB Kota Surabaya
Setelah apel, Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, optimis bisa mengikuti kontestasi pilpres, bermodal suara PKB saat Pileg 2019 lalu.
“Kita punya modal (hampir) 10 persen PKB hasil Pileg 2019. Modal 10 persen ini ditambah kalau PAC, Rating, DPC, DPW kerja selama 2 tahun ini, kita yakin punya elektoral yang tinggi dan akan punya modal yang tinggi. Dan nanti bisa mengajak partai berkoalisi,” tegasnya usai meresmikan Kantor Maju Bersama (Mabes Rakyat) Gus Muhaimin Presiden 2024, Kamis (3/3).
Wakil Ketua DPR RI ini mengaku, awal tahun 2023 PKB akan mengambil kesimpulan terkait koalisi dengan parpol mana guna maju dalam Pilpres 2024.
“Sementara kita koordinasi dengan partai-partai DPR, dan kita koordinasi masih tahap awal. Kalau bisa diambil kesimpulan baru awal 2023. Soal kriteria Cawapres saya juga tergantung partai pengusung. Karena kita harus koalisi agar memiliki 20 persen syarat untuk mengusung Capres,” katannya.
Melihat hal tersebut, Tokoh agama di Jawa Tengah merespon positif atas deklarasi yang sudah dilakukan di Surabaya.
“Cak Imin punya basis massa riil. Khususnya dari warga Nahdhiyyin dan anak- anak muda NU. Sebagai representasi kaum santri, Cak Imin termasuk santri Santri Par Excellence yang bisa dibanggakan,” ungkap Gus Anis Maftuhin di Salatiga, Jawa Tengah ketika dihubungin KataIndonesia.com.