• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Vaksinasi dan PPKM Efektif Atasi Lonjakan Kasus Covid-19

Vaksinasi dan PPKM Efektif Atasi Lonjakan Kasus Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 22 August 2021

Oleh : Adityo Nugroho

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan peningkatan vaksinasi Covid-19 secara nasional menjadi salah satu kunci penurunan lonjakan kasus Positif Covid-19. Namun demikian, tren positif ini diharapkan tidak mengendurkan kedisiplinan publik untuk taat Prokes.

Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah terus berupaya memperketat pelaksanaan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan menggenjot program vaksinasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pernah mengatakan bahwa lonjakan kasus penularan Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah membuat semua pihak harus bekerja lebih keras lagi untuk mengendalikan pandemi.

Studi tersebut mengamati bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19, perawatan dan kematian karena Covid-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua) dan yang belum divaksinasi. Para tenaga kesehatan ini mayoritas akan mendapatkan vaksin Sinovac.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin akan terus didatangkan pemerintah, untuk kemudian segera didistribusikan ke seluruh Indonesia. Dirinya meminta agar vaksin digunakan sesuai kaidah masing-masing.Selain itu, Nadia menyebut dosis ketiga vaksinasi hanya akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan pendukungnya.

Selain itu vaksinasi juga menjadi kegiatan yang dapat mengurangi gejala berat. Evaluasi efektifitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan. Studi tersebut dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di Jakarta, meliputi perawat, dokter, bidan , teknisi dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Pada studi tersebut, kasus konfirmasi positif Covid-19 diamati, menyusul pengamatan perawatan dan kematian terhadap tenaga kesehatan yang sudah mendapat vaksin sinovac satu dosis, dua dosis dan yang belum divaksinasi.

Hasilnya, pada Januari-Maret 2021, vaksin sinovac cukup efektif mencegah infeksi Covid-19. Sementara pada April-Juni, vaksinasi lengkap ternyata kurang melindungi nakes. Meski demikian, Nadia menuturkan bahwa vaksinasi lengkap masih menjadi perlindungan yang efektif.

Sebanyak 5% dari tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 pada periode April-Juni. Jumlah ini lebih besar jika dibandingkan dengan nakes yang terkonfirmasi positif pada periode Januari-Maret 2021 yang jumlahnya sebesar 0,98%.

Pada periode April-Juni, Proporsi tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dan dirawat berkurang hingga 6 kali lipat lebih rendah, dari 18% menjadi 3,3 persen. Kemudian sepanjang Januari-Juni tercatat 20 tenaga kesehatan meninggal akibat Covid-19, dengan catatan sekitar 75% terjadi pada nakes yang belum mendapatkan vaksinai ataun baru mendapatkan vaksin dosis pertama.

Perlu diketahui bahwa efektifitas Sinovac dalam mencegah perawatan adalah 74%. Sementara efektifitas Sinovac dalam mencegah kematian adalah 95% pada bulan Januari-Maret, berkurang menjadi 79 persen pada periode April-Juni 2021.

Nadia menegaskan, meski risiko terpapar sangat tinggi terhadap tenaga kesehatan, namun vaksinasi terbukti efektif menekan risiko gejala berat dan kematian, terlebih vaksinasi yang diikuti kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Sementara itu, PPKM diperpanjang kembali, perpanjangan PPKM ini tentu saja bukan tanpa alasan, kebijakan tersebut diambil bertujuan untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19.

Mengingat, kondisi geografis di luar Jawa-Bali yang murni kepulauan dan berwilayah luas. Perpanjangan PPKM di luar jawa-Bali tidak lepas dari peningkatan aktif covid-19, tingkat kematian, jumlah testing dan populasi penduduk.
Pemerintah terus mengerahkan upayanya dalam mengendalikan pandemi di Indonesia. Penanganan Wilayah luar Jawa-Bali tentu memiliki tjngkat kesulitan yang lebih besar.

Mengingat, keluasan wilayah dan kelengkapan infrastruktur yang berbeda dengan Jawa-Bali.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa implementasi PPKM efektif untuk mengendalikan Covid-19 di Ibu Kota. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya angka keterisian bed rumah sakit / BOR di beberapa RS yang menjadi rujukan Covid-19.

Berkurangnya keterisian bed baik di IGD atau Kamar Isolasi Rumah Sakit tentu bisa menjadi salah satu indikator bahwa PPKM efektif meredam penularan virus corona.Tentu ada dampak dari sektor ekonomi saat PPKM masih diterapkan secara ketat, namun saat ini pemerintah tengah berupaya untuk mempercepat dalam mengakhiri pandemi Covid-19 agar sektor ekonomi dapat bergerak seperti sedia kala.

Vaksinasi tengah didistribusikan, bahkan BIN telah berupaya menjemput bola dengan mendatangi langsung warga dengan cara vaksin door to door, sementara itu PPKM dengan beragam pro kontranya, telah terbukti menurunkan kasus covid-19 secara signifikan.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.