• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kuliner»Usaha Kuliner Yang Bisa Ibu Rumah Tangga Lakukan Di Masa Pandemi

Usaha Kuliner Yang Bisa Ibu Rumah Tangga Lakukan Di Masa Pandemi

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 September 2020

Oleh: Shania Saufa

Pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan untuk ibu rumah tangga berinovasi dan menuangkan kretivitas memasaknya. Bahkan inovasi masakan yang dibuat bisa menjadi peluang untuk berbisnis kuliner.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para ibu, khususnya untuk mereka yang ingin mengembangkan jiwa entrepreneur, adalah dengan membangun bisnis kuliner rumahan.

Sebelum seorang ibu rumah tangga membangun bisnis kuliner. Perlu diperhatikan langkah-langkah yang harus diambil dan dilakukan secara matang sebelum memulai usaha kuliner.

 Langkah pertama adalah menentukan menu apa yang dijadikan sebagai fokus utama dari usaha kuliner kamu, sebaiknya pilih berdasarkan keahlian memasak yang dimiliki lebih ke arah mana, dan juga seberapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyiapkan hidangan tersebut.

Baca juga: Hal Penting Agar Aman Saat Bersepeda di Jalan Raya Saat Pandemi Covid-19!

 Kedua menentukan berapa harga makanan yang akan dijual, sebaiknya ditentukan berdasarkan seberapa tinggi daya beli dari orang-orang yang tinggal di lingkungan rumah kamu.

 Ketiga tentukan siapa target pasar yang ingin ditawarkan produk kuliner tersebut, siapa yang kira-kira tertarik untuk membeli produk kuliner yang anda tawarkan.

 Keempat menentukan media apa yang akan kamu optimalkan untuk menawarkan usaha kuliner tersebut, apakah media sosial seperti instagram, marketplace seperti tokopedia dan shopee, atau melalui website toko online milik anda sendiri.

Setelah melakukan langkah persiapan diatas, berikut adalah beberapa ide usaha kuliner yang bisa dijadikan referensi untuk kamu yang ingin memulai bisnis kuliner.

1. Jasa Katering
Usaha kuliner pertama yang bisa kamu tekuni adalah jasa katering rumahan. baik yang dikhususkan untuk suatu acara, maupun katering harian yang harus menyiapkan makanan setiap hari kepada mereka yang berlangganan.

Untuk katering jenis pertama yang hanya menawarkan untuk acara kamu perlu menyiapkan paket menu yang tepat seperti nasi, lauk, sayur, buah, dan air mineral dan juga staf yang akan membantu menyajikan makanan, serta peralatan makan yang lengkap.

Untuk katering harian biasanya kamu harus membuat menu seragam untuk setiap hari yang biasanya akan dibagi setiap 1 minggu, yang nantinya pelanggan tinggal mengikuti menu yang sudah kamu buat.

2. Menjual Menu Sarapan
Menu selanjutnya adalah menawarkan menu sarapan, baik yang sudah disiapkan dan dibagi dalam kemasan seperti nasi kuning atau nasi uduk, maupun menjualnya seperti warteg yang membolehkan pembeli mengambil sendiri atau memilih lauk dan sayur yang mereka mau. Beda dengan warteg, kamu hanya perlu memasak untuk sarapan saja dan setelah jam sarapan selesai, maka jam kerja kamu pun berakhir.

3. Warteg Rumahan
Berbeda dengan menawarkan menu sarapan di atas, pada warteg rumahan biasanya kamu harus menyiapkan beberapa menu untuk makan pagi dan makan siang, dan buka hingga sekitar jam 3 sore atau jam berapapun yang kamu mau. Pilihan menunya pun biasanya lebih lengkap mulai dari sayuran, lauk-pauk, telur, ayam goreng, tempe orek, dan lain sebagainya.

4. Franchise Burger/Kebab/Fried Chicken
Jika kamu mempunyai modal lebih, kamu juga bisa membeli franchise dari produk burger, kebab, atau fried chicken ternama dan menjualnya kembali di sosial media kamu atau didepan rumah menggunakan gerobak yang biasanya sudah termasuk ke dalam paket franchise.

5. Menjual Jus dan Minuman Lainnya
Kalau tidak mau direpotkan dengan memasak makanan, kamu bisa menjual jus buah-buahan dan minuman lainnya yang bisa anda buat sendiri di rumah, yang biasanya dijual di teras atau depan rumah anda sendiri. Atau membuat kedai minuman seperti es teh manis, es lemon tea, es capuccino, dan lain-lain. Menjual jus dan aneka minuman memiliki prospek yang baik terutama kalau kamu tinggal disekitar perkantoran atau sekolahan.

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.