• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Upaya Mengatasi Kesenjangan, Proyek IKN Berhasil Tarik Minat Investasi Denmark

Upaya Mengatasi Kesenjangan, Proyek IKN Berhasil Tarik Minat Investasi Denmark

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 12 May 2024

Upaya Mengatasi Kesenjangan, Proyek IKN Berhasil Tarik Minat Investasi Denmark

Oleh: Nial Fitriani

Upaya untuk mengatasi kesenjangan, proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berhasil menarik minat investasi dari negara lain, salah satunya adalah Pemerintah Denmark yang mengaku tertarik dan bahkan sudah siap menjajaki potensi penanaman modal.

Tentunya potensi akan aktivitas investasi di IKN Nusantara menjadi sangat tinggi dan strategis lantaran pengerjaan dari proyek tersebut sejauh ini sama sekali tidak sembarangan dengan banyak sekali menerapkan berbagai inovasi di dalamnya. Sehingga tidak mengherankan mengapa berhasil menarik minat penanaman modal dari Denmark.

Terutama, pihak Denmark mengaku bahwa mereka sudah sangat siap untuk memberikan bantuan bukan hanya pada berlangsungnya proyek IKN Nusantara saja, melainkan juga supaya tidak terjadi ketimpangan pembangunan dengan daerah-daerah di sekitarnya atau dengan kata lain dalam upaya untuk mengatasi kesenjangan.

Mengenai hal tersebut, Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen ketika berkunjung secara langsung ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) demi bisa melihat lebih dekat bagaimana pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sekaligus ingin menjajaki peluang investasi dan kontribusi yang bisa mereka berikan.

Menanggapi adanya ketertarikan negara lain itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mengatakan bahwa Denmark memang sengan sengaja masuk ke IKN melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat dengan tujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan kawasan penyangga.

Menurutnya, pihak dari negara berjuluk Nordic Country itu, berharap supaya tidak terjadi kesenjangan atau disparitas antara IKN dengan kawasan penyangga yakni daerah-daerah di sekitarnya.

Maka dari itu, sebelum kondisi buruk tersebut terjadi, misal adanya ketimpangan antara IKN dengan kawasan penyangga, kemudian Denmark berkomitmen akan memberikan bantuan dengan berbagi masukan dan pemikiran mengenai bagaimana seharusnya kawasan penyangga dalam mengambil peranan.

Bukan hanya itu saja, namun Pemerintah Denmark juga sudah sangat siap membantu Provinsi Kalimantan Timur, utamanya dalam urusan serta berbagai isu lingkungan hidup. Disparitas atau kesenjangan yang mereka khawatirkan tersebut tentunya tidak akan jauh dari urusan sosial, ekonomi dan budaya.

Kawasan penyangga IKN seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser, seluruh kawasan tersebut akan menjadi penyangga bagi IKN dalam jangka waktu yang panjang.

Sejauh ini, dalam pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur tersebut, Pemerintah Repulik Indonesia (RI) juga telah mengupayakan berbagai macam cara agar mengatasi adanya potensi ketimpangan atau kesenjangan.

Salah satunya adalah dari kolaborasi yang terjadi antara Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Otorita IKN, yang mana keduanya telah sepakat menjalin kerja sama yang baik untuk memitigasi risiko ketimpangan sosial yang mungkin saja terjadi di sana.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono menyampaikan bahwa data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang juga akan dimanfaatkan oleh Otorita IKN jelas mampu memberikan sumbangsih yang sangat vital sebagai basis pemetaan program kesejahteraan sosial bagi seluruh warga yang tinggal di wilayah Ibu Kota Negara Nusantara itu.

Dengan menggunakan basis data tersebut, maka Otorita IKN akan jauh lebih tepat dalam memformulasikan instrumen kebijakan afirmatif dengan jauh lebih tepat sasaran. Bukan hanya itu, namun data tersebut juga mampu menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga yang akan berkolaborasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara sesuai dengan bidang tugasnya dalam siklus hidup pembangunan manusia.

Sementara itu, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Alimuddin menyebutkan bahwa adanya perancangan soal mitigasi risiko isu sosial memang sangat perlu sejak sedini mungkin agar kerawanan ketimpangan sosial tidak semakin melebar.

Terlebih, tatkala perancangan akan seluruh mitigasi risiko sudah tepat sejak jauh hari, maka tujuan utama dari IKN untuk bisa mencapai zero poverty atau menghilangkan kemiskinan serta zero stunting atau menghilangkan angka stunting akan tercapai dengan optimal.

Upaya untuk mencapai ultimage goals dari pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur itu juga akan beriringan dengan sektor layanan seperti rumah sakit, sekolah dan industri penunjang lainnya yang akan mulai beroperasi sesegera mungkin seiring pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke sana.

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan bahwa megaproyek pembangunan IKN tersebut memang pemerintah lakukan demi untuk mengatasi masalah ketimpangan ekonomi antardaerah di Tanah Air.

Pemerintah sangat menginginkan supaya paradigma pembangunan di Indonesia tidak lagi Jawa-sentris atau hanya berpusat dan mengutamakan Pulau Jawa saja, melainkan benar-benar agar pembangunan bisa Indonesia-sentris atau merata di seluruh bagian pelosok Nusantara.

Oleh karenanya, sebenarnya upaya untuk mengatasi adanya kesenjangan antar daerah telah Pemerintah lakukan bahkan sejak awal konsep pembangunan IKN Nusantara. Sehingga menjadikan pihak luar negeri pun sangat tertarik untuk bisa menanamkan modal mereka atau bergabung ke dalam investasi seperti halnya Pemerintah Denmark.

*) Relawan Lapak Baca Indonesia

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

September 24, 2026

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

September 24, 2026

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan…

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah Oleh: Nadia Anggraini Kusuma Di tengah ketidakpastian ekonomi…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal   Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap on track hingga Agustus 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal nasional. Hal ini tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta kinerja pendapatan dan belanja negara yang tetap terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan APBN tetap dikelola secara hati-hati di tengah meningkatnya kebutuhan belanja, sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track. Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah masih dapat dikelola dengan tetap menjaga kesehatan fiskal. Keseimbangan primer yang masih berada pada posisi positif juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan APBN tetap berada dalam koridor yang terkendali. Hal ini menjadi sinyal positif terhadap kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan kesinambungan fiskal. Dari sisi penerimaan, kinerja APBN juga menunjukkan perkembangan positif. Penerimaan negara hingga akhir Agustus tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Pertumbuhan penerimaan menjadi faktor penting dalam menjaga ruang fiskal ketika belanja negara juga mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2026, belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Percepatan belanja diperlukan agar APBN memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, peningkatan realisasi anggaran tetap perlu dibarengi dengan kualitas belanja yang baik, sehingga belanja negara tetap efisien, tepat sasaran, serta bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.