• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Tolak Penyebaran Paham Khilafah oleh Eks HTI

Tolak Penyebaran Paham Khilafah oleh Eks HTI

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 25 February 2024

Tolak Penyebaran Paham Khilafah oleh Eks HTI

Oleh : Vina Gunawan

Di tengah kesibukan masyarakat dalam memantau hasil pemungutan suara pasca Pemilu 2024, tanpa disadari para simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggalang dukungan di kalangan generasi muda untuk memperjuangkan tegasnya khilafah. Hal ini bukanlah dugaan semata melainkan fakta yang bisa dilihat bahwa dalam acara ‘Metamorfoshow’ yang dilakukan eks-HTI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah bentuk penggalangan berkedok acara Isra Mi’raj.

Kabarnya, acara tersebut dilakukan dalam rangka mendoktrinasi ribuan anak muda yang hadir untuk mendukung gerakan penegakan sistem khilafah di Indonesia. Di dalam acara itu pula kelompok eks-HTI mewacanakan tentang kebobrokan negara demokrasi Indonesia dan melakukan kampanye yang berisi narasi khilafah merupakan solusi atas segala masalah yang dihadapi bangsa ini.

Tentu saja, kehadiran HTI ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah maupun masyarakat pada umumnya mengingat situasi politik saat ini sedang rawan untuk ditunggangi dan diprovokasi oleh kelompok-kelompok yang menginginkan adanya kericuhan. Apalagi, dengan adanya gejolak politik yang masih menegang dikhawatirkan acara ini memanfaatkan ketidakstabilan politik untuk menggalang dukungan dan merekrut simpatisan baru para radikalis.

Maka dari itulah, penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya-upaya radikalisme seperti ini. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak TMII yang meloloskan acara tersebut untuk diselenggarakan, mengingat HTI merupakan salah satu organisasi terlarang di Tanah Air. Acara yang dihadiri ribuan pemuda tersebut dikhawatirkan menumbuhkan pemikiran baru yang berbahaya bagi generasi muda. Alih-alih membangun bangsa, generasi muda yang terpapar paham radikalisme ditakutkan akan ikut memperjuangkan dan menghidupkan kembali paham ini dengan segala cara.

Informasi ini ramai tersebar di media sosial yang diunggah oleh akun @chanzyeolk di platform X (dulu Twitter). Di dalam akun tersebut menyebutkan bahwa acara ‘Metamorfoshow’ dihadiri Ismail Yusanto selaku eks Juru Bicara HTI, Aab El Karami selaku konten kreator dari HTI, M. Ihsan Akbar yang merupakan influencer Gen Z HTI, hingga Akhmad Adiasta yang merupakan narator sekaligus produser dokusinema Sejarah Islam ‘Jejak Khilafah di Nusantara’.

Diketahui, Pemerintah telah membubarkan HTI pada 2017 lalu karena dianggap bertentangan dengan konsensus dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Saat dikonfirmasi pun, Kepala Seksi Humas TMII, Novera Mayang mengatakan bahwa saat pihaknya menerima surat dari panitia acara tersebut pada 7 Februari, tidak disebutkan penyelenggara kegiatan berasal dari HTI atau mengatasnamakan HTI.

Mayang menambahkan bahwa TMII merupakan pihak pengelola lokasi, maka dari itu terkait konten atau substansi acara merupakan tanggung jawab dari pihak penyelenggara. Saat ini, manajemen TMII telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bekerja sama melakukan investigasi terkait kegiatan tersebut.

Ketua Prodi Kajian Terorisme, Sekolah Kajian Stratejik Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Muhammad Syauqillah mengatakan bahwa Pemerintah harus menaruh atensi khusus terhadap kelompok HTI yang Kembali memperlihatkan diri di masa transisi kepemimpinan 2024. Kemunculan HTI ini merupakan sinyal kuat bahwa organisasi transnasional masih eksis di Indonesia. Meskipun secara resmi sudah dibubarkan oleh Pemerintah, namun sejatinya sel-sel HTI masih tertancap kuat oleh para simpatisan mereka. Hal ini dapat dibuktikan dari ribuan orang yang hadir dalam acara tersebut serta pesan yang disampaikan sangat gambling dan terang-terangan untuk menegakkan iedologi Khilafah di Indonesia.

Syauqillah menegaskan bahwa semua pihak tidak boleh terlena dengan terjadinya tren penurunan angka kejahatan atau aksi terorisme akhir-akhir ini, karena pemikiran dan doktrinasi radikalisme maupun ekstremisme yang berbahaya bagi keutuhan NKRI masih mengemuka hingga sekarang. Era media sosial yang begitu bebas juga sangat rawan bagi netizen ikut terpapar dengan agitasi dan propaganda mereka.

Edukasi dan pemahaman yang lebih baik tentang ancaman yang dihadapi dari organisasi seperti HTI dan aliran-aliran radikal lainnya sangat perlu ditingkatkan, baik di kalangan generasi muda maupun masyarakat umum. Ini tidak hanya melibatkan upaya antisipasi untuk mencegah rekrutmen dan penyebaran propaganda, melainkan juga upaya rehabilitasi untuk mereka yang telah terpengaruh oleh ideologi radikal agar tidak Kembali terpengaruh.

Peran Pemerintah dalam memantau dan menindak tegas aktivitas organisasi-organisasi radikal juga sangat penting, terlebih langkah-langkah hukum yang harus diambil untuk melawan upaya-upaya yang mengancam kedamaian dan keamanan negara seperti radikalisme. Hal ini termasuk memperkuat peran aparat keamanan dalam mengawasi dan menindak organisasi-organisasi terlarang serta menggalang kerja sama dari seluruh pihak untuk bersinergi dalam memerangi terorisme dan ekstremisme di Indonesia.

Namun, masyarakat sipil juga harus aktif dalam memerangi ideologi-ideologi ekstrem serta memberikan alternatif yang lebih konstruktif dan inklusif kepada generasi muda yang menjadi sasaran empuk radikalisme. Generasi muda harus dibekali dengan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kebangsaan, pluralisme, dan demokrasi sebagai kunci untuk melawan propaganda radikal dan membangun masyarakat yang kuat, inklusif, dan juga toleran. Dengan begitu, harapannya dapat mengatasi ancaman radikalisme seperti yang dilakukan oleh HTI dan aliran-aliran radikal lainnya.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.