• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Tips Agar Anak Betah Di Pesantren

Tips Agar Anak Betah Di Pesantren

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 10 October 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Kehidupan di pondok pesantren memang tidak seenak yang dibayangkan. Jika tidak di niatkan dari awal, dan tidak memiliki tekad yang kuat, akan sulit rasanya untuk bertahan.

Apalagi bagi santri baru, yang biasanya masih homesick atau kangen rumah, yang menyebabkan tidak betah dan selalu ingin pulang.

Padahal harapan setiap orang tua mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren, selain untuk mendalami ilmu agama tetapi juga agar anak bisa hidup mandiri. Hal itu sangat bermanfaat bagi kehidupan anak kelak dewasa nanti.

Nah untuk yang merasa tidak betah dipondok pesantren, anda bisa melakukan tips-tips berikut ini yang dilansir dari idntimes.com .

1. Jangan suka menyendiri
Bagi anda yang mungkin baru masuk pondok pesantren, jangan sesekali menyendiri. Karena ketika menyendiri, maka nanti akan merasa kalau kita tidak punya teman yang bisa bersahabat. Cobalah untuk bergaul atau berteman dengan yang lain.

Jika anda memiliki kesulitan didalam bergaul biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Apalagi yang anda temui adalah teman-teman yang semuanya belum dikenal.

Maka dalam hal ini kalian harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk memperkenalkan diri, dan lebih terbuka. Karena dengan banyak teman, maka kita kita akan betah.

Baca juga: 8 Keunikan Kehidupan Santri Gontor

2. Memperbanyak teman
Dengan adanya teman urusan kalian akan lebih dipermudah, kemana saja selalu menyenangkan dan pede. Bahkan kalian dapat menyelesaikan masalah yang ada dengan adanya teman.

Merekalah yang ada di saat kita susah dan senang.
Jadi dengan kalian memiliki banyak teman, maka kalian akan lebih nyaman dan semakin betah. Lama-lama pikiran untuk pulang ke rumah akan hilang

3. Lebih dekat dengan ustadz atau ustadzah di pesantren
Dengan hormat dan dekat dengan Ustadz atau Ustadzah kalian, maka mereka akan sering memberi masukan dan bimbingan dalam bentuk moril ataupun materil. Karena mereka sudah lebih lama dipondok, lebih paham tentang pondok dan merasakan pahit manisnya di pondok.

Dan jangan pernah melawan mereka, karena meraka ibarat kakak, bahkan orang tua kita di pondok. Jadi, meskipun kita dekat dengan mereka, kita juga harus tetap menghormati mereka

4. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
Jagalah kesehatan kalian saat di Pondok, karena akan sangat sulit jika kalian harus ikut kegiatan Pesantren yang begitu padat sementara kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Bayangkan jika kalian terlalu sering pulang dengan alasan sakit, karena keseringan sakit dan pulang maka keputusan untuk keluar Pesantren bukan tidak mungkin harus diambil. Jadi meskipun kalian di pondok, kalian juga harus rajin olahraga dan jaga asupan makan kalian. Agar kalian tetap sehat dan betah di pondok

5. Memiliki tekad dan niat yang kuat
Hal ini yang palingpenting. Walaupun terkadang ada dari kalian yang masuk Pesantren bukan atas dasar keinginan sendiri, tetapi kehendak dari orangtua, tetapi upayakan niat itu muncul dari dalam diri kalian. Karena yang akan menjalani pendidikan adalah kalian sendiri.

Akan sangat baik hasilnya jika memang kalian yang meminta untuk dimasukkan ke Pesantren. Karena dengan tekad dan niat yang kuat maka kalian akan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dalam dunia pondok. Sehingga kalian akan betah hidup di pondok.

6. Selalu berdoa, mendoakan, dan minta doa
Salah satu jalan terakhir yang harus kalian tempuh jika ingin menetap di pesantren, maka berdo’a dan berserah diri kepada Allah SWT. Karena Dialah sebaik-baik pengatur, serahkan segala urusan kepadaNya.
Dan juga memintalah doa dari kedua orangtua kita, teman-teman kita dan guru-guru kita.

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

June 20, 2026

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

June 20, 2026

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa Jakarta – Pemerintah mempercepat upaya pemerataan akses listrik…

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola *Jakarta* – Kepala Badan Komunikasi…

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.