• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tindak Tegas OPM Sumber Konflik di Papua

Tindak Tegas OPM Sumber Konflik di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 23 February 2023

Tindak Tegas OPM Sumber Konflik di Papua

Oleh : Timotius Gobay

Aktivitas gerakan separatis yang menamakan dirinya sebagai Operasi Papua Merdeka (OPM) sangat berbahaya. Tidak saja mengancam keamanan rakyat Papua, kelompok separatis tersebut telah merongrong kewibawaan negara Indonesia.

OPM melalui gerombolan sayap militernya bernama Kelompok SEparatis dan Teroris (KST) terus melakukan aksi terror tidak hanya kepada personel keamanan, namun juga kepada rakyat sipil. Belum lepas ingatan masyarakat dari aksi pembakaran pesawat Susi Air yang berujung pada penyanderaan pilot Pesawat, KST kembali menyerang aparat TNI/Polri.

Kejadian penembakan tersebut terjadi di Kabupaten Puncak Papua, pada Sabtu (18/2). Saat itu, KST membakar sebuah rumah rumah di samping Tower Telkom di Kampung Kago. Tidak hanya itu, KST Kepala Air pimpinan Titur Murib Kwalik juga menembaki aparat gabungan.

Tidak hanya itu, KST juga acapkali menebar terror dengan membuat rilis dan menyebarkan video-video kekerasan yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat masyarakat takut.

Gerakan separatisme yang terjadi di Bumi Cenderawasih ini sebenarnya menarik untuk diamati sebab beberapa alasan seperti status Papua yang merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang proses integrasinya melalui mekanisme Internasional dengan penentuan jajak pendapat atau PEPERA.

Yang kedua yakni gerakan separatisme yang terjadi di Papua menunjukkan watak gabungan antara pemahaman tradisional berbagai suku di Papua dengan simbolisasi pemujaan terhadap Koreri atau bintang kejora di satu sisi. Sementara sisi lainnya dipimpin oleh orang-orang dengan ideologi kebangsaan secara modern untuk melakukan berbagai lobi politik yang bermartabat. Sehingga, hal ini bisa dimanfaatkan untuk melobi masyarakat Papua.
Yang ketiga yakni gerakan separatisme di Papua bertahan dalam jangka waktu yang lama dan selalu berhasil meregenerasi pimpinan yang baru dengan ideologi serupa nan fanatik.
Menurut RZ. Leirissa dalam bukunya yang berjudul “Sejarah Proses Integrasi Irian Jaya” (1992), gerakan separatis di tanah Papua dan sepak terjangnya merupakan hasil dari didikan Belanda yang menjadi bom waktu dan akhirnya meledak. Tindakan beringas yang dilakukan oleh KST juga menewaskan banyak aparat keamanan dan masyarakat sipil yang tidak berdosa.
Halkis dalam jurnalnya yang berjudul The Implementation of Penta Helix Counterinsurgency (COIN) Strategic Model in Reconstructing Special Autonomy for Papua menyebut jika penanganan kasus kekerasan yang terjadi di Papua membutuhkan pendekatan kolaboratif dan holistik supaya persoalan yang terjadi dapat segera selesai dan minim korban.
Sementara itu, peneliti Indo Survey & Strategy menyebut jika penyelesaian konflik di Papua memerlukan pendekatan secara kolaboratif dan holistik. Sebabnya, persoalan yang terjadi di Bumi Cenderawasih tersebut terjadi secara multidimensional dan persoalan Papua tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan solusi tunggal. Maka dari itu, dalam mengatasi konflik, diperlukan pemahaman spectrum yang jelas.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan jika tindakan rasialisme dan separatis di Papua harus dihilangkan. Dia mendesak agar pemerintah bertindak tegas kepada semua pihak yang masih melakukan praktik rasialisme dan separatis di Papua. Dia juga meminta kepada pemerintah agar mengintensifkan dialog yang setara dan partisipatif antara pusat dan daerah.
Dialog terpusat tersebut bisa dilakukan dengan para pemangku kepentingan di tujuh wilayah adat di Papua. Jika dilihat secara keseluruhan dan mendalam, selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tanah Papua semakin maju dengan berbagai program. Pemerintah pun tidak tutup mata dengan masalah di Papua. Program yang dilakukan pemerintah yakni pemberian dana otonomi khusus (otsus), melakukan serangkaian operasi keamanan yang ramah di Papua, dan membuat agenda prioritas pembangunan infrastruktur nasional di tanah itu.
Program yang digagas oleh Jokowi ini seolah membantah anggapan Papua dijadikan “anak tiri” bagi NKRI. Pasalnya, pembangunan dan operasi keamanan itu nantinya dapat dimanfaatkan oleh rakyat Papua serta menimbulkan kondisi yang aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan damai.
Di lain sisi, selain memperkuat ketahanan dan keamanan di Papua serta mengembangkan berbagai program di sana, infrastruktur yang gencar di bangun oleh pemerintah adalah jalan.
Pembangunan akses jalan ini dinilai akan memperlancar distribusi barang yang akan menghemat ongkos logistik dan ujungnya akan menurunkan harga barang di sana. Presiden Jokowi ingin agar harga barang di Papua bisa semakin murah dan terjangkau seiring dengan lancarnya arus distribusi logistic barang di Papua.
Tak hanya itu, infrastruktur yang baik nantinya akan menjadi sumber pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia, terutama di Papua. Dengan adanya serangkaian agenda prioritas tersebut, harapannya gerakan separatis di Papua akan segera tereduksi dan kepercayaan rakyat Papua dan masyarakat Internasional yang gemar mengintervensi Papua kepada pemerintah Indonesia akan semakin baik.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pemerintah Tegaskan Hoaks Digital Bisa Cemari Semangat HUT ke-81 RI

August 9, 2026

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

August 9, 2026

Pemerintah Tegaskan Hoaks Digital Bisa Cemari Semangat HUT ke-81 RI

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Pemerintah Tegaskan Hoaks Digital Bisa Cemari Semangat HUT ke-81 RI *Jakarta* – Peredaran konten hoaks…

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional *) Oleh : Gavin Asadit Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai langkah nyata dalam memperkuat sektor pangan, termasuk pelibatan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan sektor pangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kebijakan yang dijalankan juga diarahkan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta hilirisasi komoditas, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pangan telah menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang semakin mandiri. …

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia  Oleh Yulia Rahmi Kemerdekaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan wilayah atau memperkuat posisi diplomasi di panggung internasional. Kemerdekaan yang sesungguhnya juga tercermin dari kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri, terutama kebutuhan pangan. Indonesia sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, swasembada pangan bukan sekadar target pembangunan sektor pertanian, melainkan simbol kedaulatan nasional yang menentukan keberlanjutan kehidupan bangsa. Pandangan tersebut semakin relevan di tengah dinamika global yang terus berubah. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, hingga fluktuasi harga pangan dan energi telah menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan menyimpan risiko yang sangat besar. Banyak negara yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri harus menghadapi kelangkaan bahan pangan maupun lonjakan harga yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu pertanian, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan keamanan sosial. Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Menurut Presiden Prabowo, pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan ekonomi yang berpijak pada kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan. Ketika kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat dipenuhi, pembangunan di sektor lain akan memiliki landasan yang jauh lebih kokoh. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam waktu yang relatif singkat. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global. Kemampuan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat memberikan kepastian bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat ketika dunia menghadapi gejolak ekonomi maupun politik internasional. Keberhasilan menuju swasembada pangan tentu tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, konsistensi pelaksanaan di lapangan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Langkah tersebut mencerminkan perubahan paradigma bahwa ketahanan pangan harus dibangun dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga perlindungan terhadap kesejahteraan petani. Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari kalangan dunia usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memandang penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama yang terus ditekankan pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Keterlibatan dunia usaha menjadi elemen penting karena pembangunan pertanian modern memerlukan investasi, inovasi teknologi, penguatan rantai pasok, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat terciptanya ekosistem pangan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia.…

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.