• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tetap Waspada dan Disiplin Prokes Selama Mudik

Tetap Waspada dan Disiplin Prokes Selama Mudik

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 23 April 2022

Tetap Waspada dan Disiplin Prokes Selama Mudik

Oleh : Lisa Pamungkas

Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran, seiring melandainya kasus Covid-19 serta banyaknya kasus omicron yang sudah tertangani dengan baik. Meski demikian sikap waspada dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan selama mudik tetap diperlukan..

Survei dari pemerintah menunjukkan, bahwa sebanyak 80 juta orang diprediksi akan melakukan mudik. Hal ini mencerminkan adanya lonjakan mobilitas penduduk yang sangat tinggi selama musim Lebaran 2022, sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri.

Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap kesempatan.

Terutama saat merayakan idul fitri 1443 H. Sebab, pada saat merayakan Idul Fitri akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat yang mudik ke kampung halaman di mana hal ini tentu saja akan berdampak pada meningkatnya potensi penularan dari interaksi pemudik saat bersilaturahmi.
Wiku berharap agar masyarakat sudah belajar banyak dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Karena, kenaikan kasus kerap terjadi setelah periode libur panjang. Akibatnya, Indonesua telah mengalami 3 gelombang kasus yang semuanya terjadi setelah libur panjang.
Setidaknya terdapat 3 hal yang menjadi dasar kehati-hatian yang harus dipahami masyarakat. Pertama, kegiatan silaturahmi saat Idul Fitri nanti, banyak melibatkan interaksi dengan kelompok rentan. Seperti kelompok lansia, anak-anak dan penderita komorbid.
Kedua, risiko lebih besar untuk terpapar virus bagi masyarakat setelah perjalanan jauh, serta mengunjungi fasilitas umum dengan kepadatan tinggi. Ketiga, keberadaan kasus tanpa gejala akan menjadi sumber penularan.
Wiku menekankan, pada masa Lebaran tahun ini, masyarakat memiliki tanggung jawab lebih dalam mencegah penularan. Terlebih, pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan untuk tidak lagi membatasi mobilitas masyarakat. Sehingga potensi peningkatan mobilitas masyarakat diprediksi terjadi dalam jumlah yang besar.
Perlu diketahui pula bahwa syarat mudik tahun ini juga dipermudah. Bahkan, pemerintah sudah memperbolehkan anak di bawah 18 tahun untuk melaksanakan mudik tanpa vaksinasi dosis ketiga atau booster dan tes Covid-19.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemudik khusus dari Jabodetabek akan berjumlah sedikitnya 14 juta orang. Dengan tujuan utama mudik ke wilayah Jawa Tengah. Ia juga menyampaikan, masyarakat diperbolehkan untuk menggelar halal bil halal di kediamannya. Namun, Ia mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaannya.
Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan mudik lebih awal guna menghindari terjadinya kemacetan parah saat puncak arus mudik pada tanggal 28-30 April mendatang.
Imbauan tersebut berlandaskan survei dari Kementerian Perhubungan yang meyatakan akan terdapat 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik ke kampung halaman.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada calon pemudik yang hendak melakukan perjalanan, untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Pada kesempatan berbeda, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan meyakini, bahwa agenda mudik Lebaran tahun 2022 kali ini akan berjalan lancar dan tidak menyebabkan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di masyarakat.
Pernyataan Menkes tersebut dilandasi dengan hasil serosurvei di mana ditemukan sebanyak 99,2 persen masyarakat Indonesia yang saat ini sudah memiliki Antibodi Covid-19. Hal itulah yang membuat Menkes yakin bahwa aktivitas mudik kali ini dapat berjalan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat.
Selain banyaknya masyarakat yang telah memiliki antibodi Covid-19, kadar antibodi yang dimiliki masyarakat pun juga tinggi. Dari hasil serosurvei yang dilakukan, kadar antibodi masyarakat tercatat menyentuh 7.000-8.000. Dengan demikian, hal ini akan membantu masyarakat untuk mengurangi risiko rawat inap di rumah sakit saat terpapar virus Covid-19.
Meski demikian Menkes Budi meminta kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya, mengingat masih ada potensi penularan virus dan masih tingginya kasus di beberapa negara tetangga seperti China dan juga Hong Kong.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan taat Prokes untuk menghindari lonjakan kasus penularan Covid-19 selama mudik. Dengan adanya kesadaran bersama ini, maka kasus Covid-19, utamanya pasca Idul Fitri 1443 H/2022 diharapkan tetap terkendali.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.