• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tetap Taat Prokes Menjelang Nataru

Tetap Taat Prokes Menjelang Nataru

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 17 December 2021

Tetap Taat Prokes Menjelang Nataru

Oleh : Celia Ramadhani

Masyarakat diharapkan terus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi lonjakan Covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), utamanya pasca ditemukanya varian Omicron di Indonesia.

Apa kabar pandemi di Indonesia? Sayang sekali banyak yang mengira pandemi sudah berakhir karena mulai ada yang nongkrong di kafe sambil bergerombol, dan tentu saja melepas masker. Padahal kenyataannya belum ada rilis resmi dari pemerintah bahwa status pandemi sudah berakhir, tetapi sayang ada pelanggaran di mana-mana.

Satgas penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih pandemi. Namun faktanya, kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan 10M menurun sejak november 2021 lalu. Hal ini amat menyedihkan karena takut akan memicu klaster corona baru jika banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

Sonny Harry B, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid menyatakan bahwa harus segera direspon oleh satgas daerah agar kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan tidak turun terus dan bahkan meningkat kembali. Dalam artian, pegawasan perlu dilakukan lebih ketat agar tidak ada lagi pelanggaran protokol kesehatan.

Sonny melanjutkan, skor kedisiplinan masyarakat pada November 2021 turun ke angka 7,86 untuk memakai masker, 7,85 untuk jaga jarak, dan 7,91 untuk cuci tangan. Turunnya skor tentu berbahaya karena menujukkan ketidak disiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang bisa memicu corona.

Jelang libur Natal dan tahun baru, kebanyakan orang pakai masker tetapi sayang posisinya kurang pas karena melorot dan tak menutupi hidung dan mulut, padahal fungsi masker adalah melindungi 2 organ tersebut. Ada lagi yang memakai masker hanya dalam perjalanan tetapi sampai kantor malah dilepas. Padahal bisa jadi ada klaster perkantoran karena sudah 100% work from office sehingga susah untuk menjaga jarak.
Tetaplah pakai masker dan jangan dilepas saat di luar rumah. Bahkan kita disarankan untuk memakai masker ganda oleh WHO, yakni masker sekali pakai yang dilapisi oleh masker kain. Cara ini akan meningkatkan filtrasi udara sehingga bisa meminimalisir penularan corona. Pemakaian masker juga maksimal 4 jam saja sehingga wajib membawa masker cadangan.
Protokol kesehatan jaga jarak juga sering dilanggar oleh masyarakat karena sudah banyak yang mengadakan pesta pernikahan dengan mengundang ratusan, bahkan ribuan tamu. Di akhir tahun ada libur Nataru sehingga dimanfaatkan untuk berpesta. Padahal kita tidak tahu siapa di antara tamu yang berstatus OTG sehingga lebih baik skip undangan saja.
Kalaupun masih ingin mengadakan syukuran pernikahan di masa pandemi, maka tamu maksimal hanya 50% dari kapasitas gedung. Makanan tidak dikonsumsi di ruangan tetapi dibawakan ke tamu dalam sebuah kotak, sebagai oleh-oleh. Penyebabnya karena saat makan otomatis akan melepas masker, sehingga lebih baik para tamu makan di rumahnya sendiri.
Saat libur Nataru memang tidak ada ada PPKM level 3 tetapi diganti dengan pengetatan. Hal ini disadari oleh owner rumah makan atau kafe, maka ia harus menaati protokol kesehatan dan batas maksimal tamu adalah 75%. Jangan menerima semua customer dengan alasan uang, karena akan memicu kerumunan. Jika ketahuan oleh tim satgas Covid maka ia bisa didenda dan rumah makannya disegel.
Masyrakat juga wajib mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau bisa juga diganti dengan memakai hand sanitizer. Jika perlu bawa sebotol cairan antiseptik, jadi saat sampai di suatu tempat, kursi dan mejanya langsung disemprot.
Taatilah protokol kesehatan dan jangan lengah sedikitpun. Apalagi di akhir tahun dan ada libur Nataru, sehingga diprediksi ada kerumunan di tempat umum. Hindari kerumunan dan tetaplah menaati protokol kesehatan yang lain, seperti pakai masker dan mencuci tangan. Walau ada libur Nataru tetapi harus tetap disiplin.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.