Categories: Uncategorized

Tegas Jaga Standar MBG, Ribuan Dapur Wajib Penuhi Syarat

Tegas Jaga Standar MBG, Ribuan Dapur Wajib Penuhi Syarat

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan standar ketat bagi seluruh dapur penyedia makanan.

 

Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat benar-benar memenuhi prinsip gizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi.

 

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

 

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia. Oleh karena itu, setiap dapur yang terlibat wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan, serta kandungan gizi yang telah ditentukan,” ujar Dadan.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan pihaknya mengingatkan standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG tidak bisa ditawar.

 

“Kami selalu menyampaikan komunikasi satu pintu. Keluhan-keluhan di lapangan kami sampaikan melalui grup koordinasi ketua Satgas MBG se-Jawa Timur yang beranggotakan 43 orang,” ujar Emil.

 

Menurut Emil, berbagai temuan di lapangan, mulai dari persoalan kualitas menu makanan hingga standar operasional dapur, dilaporkan melalui forum koordinasi yang melibatkan para ketua Satgas MBG di seluruh Jawa Timur.

 

“Kami memang rutin meneruskan laporan tersebut ke BGN. Harapannya tentu ada tindakan tegas agar menjadi pembelajaran dan memberi efek jera,” katanya.

 

Emil mengapresiasi langkah BGN yang mulai mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional, termasuk penghentian sementara terhadap unit yang memiliki potensi risiko serupa.

 

Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memadai serta dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang belum diajukan.

 

“Ketegasan ini penting. Bukan hanya terhadap yang dilaporkan, tetapi juga terhadap SPPG yang memiliki faktor risiko yang sama,” ujarnya.

 

Pemerintah optimistis bahwa penerapan standar yang ketat terhadap ribuan dapur MBG akan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program tersebut. Dengan sistem pengawasan yang berlapis dan kolaborasi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Mengelola Risiko Digital: Peran PP TUNAS di Era Konektivitas Tinggi

Mengelola Risiko Digital: Peran PP TUNAS di Era Konektivitas Tinggi Oleh: Dimas Arya Transformasi digital…

2 hours ago

PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Generasi dari Risiko Digital

PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Generasi dari Risiko Digital Oleh: Bimo Kustoro Perkembangan teknologi digital…

2 hours ago

Bukan Sekadar Kertas! Rezka Oktoberia Ungkap Mengapa Sertifikat Tanah Ulayat Riau Adalah ‘Harga Mati

Pemerintah Kabupaten Pelalawan provinsi Riau mulai mendorong percepatan legalitas tanah ulayat. Kegiatan yang digelar oleh…

2 hours ago

Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian

Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian Jakarta, - Pemerintah menghadirkan langkah strategis…

3 hours ago

Pemerintah Kampanyekan “Tunda Layar”, PP TUNAS Perkuat Etika Digital

Pemerintah Kampanyekan “Tunda Layar”, PP TUNAS Perkuat Etika Digital Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya…

5 hours ago

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh Oleh : Dewi Anjani Kesejahteraan buruh merupakan salah…

17 hours ago