• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Tahukah Kamu, Ternyata Makanan Juga Ada Museumnya!

Tahukah Kamu, Ternyata Makanan Juga Ada Museumnya!

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 28 September 2020

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Museum identik dengan tempat benda-benda tua dipamerkan. Berkunjung ke museum juga terkesan membosankan karena beberapa dari kita terkadang kurang bisa memahami apa yang terdapat di dalamnya.

Namun tahukah kamu, ternyata makanan juga ada museumnya. Selain kita bisa belajar tentang sejarah makanan, melihat replika makanan yang mungkin belum pernah kita rasakan bisa membuat menggugah selera makan kamu untuk segera memakan makanan itu.

Jika pandemi COVID-19 telah berakhir, kamu bisa mengunjungi salah satu dari museum makanan berikut ini.

1. Choco Story
Terletak di Brussels, Belgia, museum ini menyimpan sejarah coklat Belgia yang terkenal. Di museum ini, pengunjung juga bisa belajar tentang pembuatan coklat, sampel coklat yang akan diproduksi sampai melihat langsung aksi pembuat coklat yang ada di Belgia. Bahkan, kamu juga bisa mengonsumsi coklat-coklat tersebut.

Baca juga: Jarang Diketahui Orang, Begini Alasan Kepribadian Saudara Kandung Berbeda-Beda

2. Cup Noodles Museum
Dibangun oleh Nissin Food Company, museum Cup Noodles Museum menampilkan film pendek mengenai sejarah mi instan. Selain itu, kamu juga dapat menyaksikan dengan mata telanjang ribuan replika mi instan, produk mi instan dari seluruh dunia, hingga karya inovatif Nissin berupa ramen bagi astronot.

Tidak hanya itu, di sini kamu juga dapat membuat mi instan dengan topping dan rasa sesuai keinginan di spot My Cupnoodles Factory.

3. Museum of Ice Cream
Museum of Ice Cream berada di New York, Amerika Serikat. Museum yang terdiri dari tiga lantai ini akan membawa kamu melihat kejayaan es krim dari waktu ke waktu. Kamu akan diajak menaiki subway untuk masuk ke dunia es krim. Di lantai teratas terdapat seluncuran untuk anak-anak dengan kolam renang bertabur meses berwarna merah muda.

Terdapat pula toko es krim untuk kamu yang ingin langsung mencoba tujuh rasa es krim khas di museum ini. Namun, tak terlalu banyak cerita tentang sejarah es krim yang terdapat di museum ini. Pasalnya, museum es krim ini lebih menonjolkan tempat untuk berfoto.

4. Tteok Museum
Tteok adalah kue tradisional khas Korea Selatan yang terbuat dari beras ketan dan memiliki beragam bentuk serta rasa yang menghibur lidah.
Bagi kamu yang ingin kepo mengenai tteok, kunjungi saja Tteok Museum yang berada di Seoul.

Museum ini menampilkan beragam replika tteok beserta penjelasannya, dan peralatan makan yang diperlukan ketika menikmati tteok.
Ada pula ruang pameran yang menampilkan jenis tteok yang dimakan oleh orang Korea ketika ulang tahun, tahun baru, hari kematian, dan lain sebagainya.

Tteok Museum juga membuat kelas belajar membuat tteok bagi pengunjung dan bisa langsung dinikmati di tempat atau dibawa pulang.

5. Tao Heung Foods of Mankind Museum
Museum yang menampilkan beragam replika serta peralatan makan ini terletak di Hong Kong. Tidak hanya membahas mengenai makanan lokal khas Hong Kong saja. Di sini, wawasanmu akan bertambah mengenai teh mesir, wine prancis, hingga model dapur dari berbagai negara.
Sering kali Tao Heung Foods of Makind Museum, menyelenggarakan kelas memasak yang dapat diikuti oleh pengunjung.

Tao Heung Foods of Mankind Museum adalah museum makanan pertama di dunia. Bukan hanya membahas mengenai masakan Hongkong atau China, museum ini membahas kuliner dari negara lain.

Hampir 1.000 pameran telah diselenggarakan berdasarkan jenis makanan dan minuman; dari pameran kopi, teh, restoran Prancis, sampel makanan segar, dan lainnya. Jika beruntung, kamu juga dapat membuat cokelat atau sosis sendiri di museum ini.

6. Wonderfood Museum
Meski makanan yang ditampilkan museum ini semuanya cukup menggiurkan lidah. Semuanya hanya replika sebagai informasi mengenai makanan tradisional khas Malaysia.
Karena serumpun, jangan heran jika makanan Indonesia dan Malaysia sama. Terletak di Pulau Pinang,

Wonderfood Museum juga menampilkan beragam makanan dari Asia lainnya. Selain itu, di sini juga terdapat spot instalasi bentuk-bentuk makanan yang dapat dimanfaatkan untuk fotografi.

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru Bali – Menteri Lingkungan…

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.