• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Substitusi Impor LPG Dipercepat, Pemerintah Jaga Stabilitas Energi Rumah Tangga

Substitusi Impor LPG Dipercepat, Pemerintah Jaga Stabilitas Energi Rumah Tangga

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 18 June 2026

Substitusi Impor LPG Dipercepat, Pemerintah Jaga Stabilitas Energi Rumah Tangga

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat upaya substitusi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi bagi rumah tangga. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan pemanfaatan energi domestik, peningkatan produksi gas dalam negeri, serta percepatan pembangunan infrastruktur energi yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, berbagai kebijakan diarahkan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang aman di seluruh wilayah Indonesia.

 

“Ketahanan energi harus terus diperkuat agar masyarakat memperoleh kepastian pasokan dan negara tidak terlalu bergantung pada energi impor. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

 

Pemerintah menilai ketergantungan yang tinggi terhadap impor LPG dapat meningkatkan kerentanan terhadap gejolak harga energi global dan fluktuasi nilai tukar. Karena itu, pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik terus didorong, termasuk pemanfaatan gas alam, dimethyl ether (DME), biogas, serta berbagai inovasi energi lainnya yang dapat menjadi pengganti LPG impor secara bertahap.

 

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai langkah percepatan substitusi impor LPG merupakan kebijakan strategis yang dapat memperkuat kemandirian energi nasional. Menurutnya, pemanfaatan sumber energi domestik tidak hanya mengurangi beban impor, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

 

“Substitusi impor LPG perlu terus dipercepat karena dapat mengurangi tekanan terhadap anggaran negara dan memperkuat ketahanan energi nasional. Pemanfaatan sumber daya energi domestik juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang,” ujar Fahmy Radhi.

 

Selain menjaga ketahanan energi, kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi fiskal melalui pengurangan beban subsidi dan kompensasi energi yang selama ini dipengaruhi oleh pergerakan harga LPG di pasar internasional. Ruang fiskal yang lebih sehat diharapkan dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Upaya substitusi impor LPG juga dinilai mampu mendorong tumbuhnya investasi baru di sektor energi nasional. Pengembangan industri hilirisasi gas dan energi alternatif berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri.

 

Melalui percepatan program substitusi impor LPG, pemerintah berharap ketahanan energi nasional semakin kuat, pasokan energi rumah tangga tetap terjaga, dan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari sistem energi yang lebih mandiri, berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.