• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Stok Vaksin Kembali Bertambah, Airlangga: Sukseskan Vaksinasi dan Patuhi Protokol Kesehatan

Stok Vaksin Kembali Bertambah, Airlangga: Sukseskan Vaksinasi dan Patuhi Protokol Kesehatan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 30 May 2021

Pemerintah selalu memastikan faktor keamanan, kualitas, dan efikasi vaksin COVID-19 yang digunakan di Tanah Air sehingga tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyaksikan kedatangan 8 juta bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (25/05/2021).

“Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM yang sudah mendapatkan pertimbangan dari para ahli dari ITAGI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ujar Menko.

Disebutkan Menko, vaksinasi adalah salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan untuk mengakhiri pandemi COVID-19 sebagaimana yang pernah disebutkan Presiden.

“Presiden Joko Widodo menyebut Vaksinasi COVID-19 adalah game changer, yaitu salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan kita untuk mengakhiri pandemi COVID-19,” katanya.

Untuk itu, pemerintah mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dengan memperhatikan aspek kedaerahan atau geospasial berdasarkan basis baik itu zona merah, oranye, dan kegiatan perekonomian. Hal ini guna mencapai kekebalan komunal (herd immunity) di mana target pemerintah sebanyak 70 persen penduduk Indonesia atau 181,5 juta penduduk harus mendapat vaksin.

“Realisasi vaksinasi sampai saat ini adalah 24,9 juta dengan rincian: SDM kesehatan sudah 1,5 juta dosis pertama, dosis kedua 1,4 juta; lansia dosis pertama 3,1 juta, dosis kedua 2,1 juta; dan petugas publik vaksinasi dosis pertama 10,4 juta dan dosis kedua 6,5 juta jiwa,” ungkap Menko.

Terkait Vaksinasi Gotong Royong yang telah diluncurkan 18 Mei lalu, Airlangga berharap pelaksanaannya juga dapat dipercepat dan ditingkatkan targetnya. Vaksinasi Gotong Royong ditujukan telah dilakukan di 27 perusahaan dan di 18 fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, dan Maluku. Hingga saat ini, telah didistribusikan 21.616 Vaksin Gotong Royong dengan menggunakan Vaksin Sinopharm.

“Pemerintah menyambut baik pelaksanaan program vaksinasi yang juga dimulai yaitu Vaksinasi Gotong Royong melalui KADIN, dan tentunya ini diharapkan bisa dipercepat. Pemerintah berharap bahwa Vaksin Gotong Royong juga ditargetkan bisa ditingkatkan” ujarnya.

Selain upaya mengukseskan program vaksinasi, pemerintah juga selalu mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) serta mengintensifkan testing, tracing, dan treatment.

“Kita harus terus waspada bahwa penyakit ini (COVID-19) masih ada. Dan gelombang kedua dan ketiga terjadi di beberapa negara lain. Kita terus berharap bahwa kita mampu menangani COVID-19 dan mempercepat atau mengakselerasi vaksinasi,” katanya.

Menutup keterangannya, Menko meminta dukungan masyarakat untuk ikut menyukseskan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

“Mohon dukungan dari masyarakat agar terus menjalankan protokol kesehatan dan agar masyarakat juga bisa mengikuti/melaksanakan vaksinasi. Ini diharapkan agar seluruh partisipasi masyarakat sangat dinantikan,” pungkasnya

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.