• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Sri Mulyani Klaim Ada Pemulihan Ekonomi Semester I 2021

Sri Mulyani Klaim Ada Pemulihan Ekonomi Semester I 2021

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 July 2021

Pemerintah menyebut, ekonomi domestik pada kuartal II 2021 mengalami pemulihan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan sampai Juni 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, berbagai indikator menunjukkan tren pemulihan. “Indeks keyakinan konsumen sampai Juni 2021 sebesar 107,4. Indeks ini sejak April sudah ada pada zona optimis di atas 100,” ujarnya saat konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Rabu (21/7).

Menurutnya, indeks penjualan ritel juga pada zona optimis, berada level 225,6 pada Mei 2021. Adapun realisasi ini naik 14,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan itu terjadi masa lebaran dan diperkirakan melambat pada Juni sebesar 202,3.” ucapnya.

Kemudian penjualan mobil secara ritel mengalami kenaikan 120,3 persen pada Juni 2021. Jika dibandingkan bulan sebelumnya tumbuh 2,5 persen.

“Masyarakat atau konsumen yang memiliki optimisme atau keyakinan melakukan kegiatan konsumsi yang tertangkap penjualan ritel,” ucapnya.

Dari sisi sektor swasta, Sri Mulyani mencatat kegiatan produksi juga meningkat. Tercatat penggunaan listrik industri dan bisnis tumbuh 26,1 persen secara tahunan terhadap industri dan tumbuh 14,5 persen pada sektor bisnis.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengingatkan tantangan belum selesai. Adanya kehadiran virus corona varian delta yang lebih mudah menular memberikan ancaman baru.

“Kita mengharapkan 2021 adalah tahun pemulihan. Namun kemudian dihadapkan pada tantangan varian delta yang tingkat penularannya 50 persen lebih tinggi dibandingkan varian alpha,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Sri Mulyani, bukan tidak mungkin akan berkembang mutasi baru virus corona. Hal ini menyebabkan situasi pandemi menjadi sangat dinamis. Sri Mulyani menyebut pemerintah berupaya melakukan pengetatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia.

“Pengetatan ini akan berdampak ke perekonomian nasional karena penurunan mobilitas masyarakat. Ini dilema. Dari sisi kesehatan dan akan berdampak ke tren pemulihan ekonomi kita,” ucapnya.

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak

May 25, 2026

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

May 25, 2026

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

PP TUNAS dan Komitmen Menekan Risiko Digital pada Anak Oleh : Arfan Heriyanto Perkembangan teknologi…

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

PP TUNAS Hadir untuk Cegah Paparan Konten Berbahaya bagi Anak JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Implementasi PP TUNAS Diperkuat melalui Pengawasan dan Verifikasi Usia Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital,…

Menakar Abad Kedua NU: Sangu Dari Gus Badawi untuk Muktamar dan Penggawa Munas-Konbes 2026

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.