Ketua Umum Partai Golkar juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi santai isu perombakan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, urusan reshuffle merupakan kewenangan penuh presiden.
“Urusan kabinet itu urusan al-mukaram Bapak Presiden,” katanya kepada awak media seusai salat Iduladha di kompleks DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/6/2025).
Bahlil menyebut dirinya tidak ingin ikut campur dalam hal yang menjadi hak prerogatif kepala negara. Ia memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait isu tersebut.
“Jangan kita mengambil bagian yang bukan hak kita karena itu hak prerogatif Bapak Presiden,” bebernya.
Bahlil menjelaskan hari ini irinya sedang fokus pada kegiatan keagamaan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Ia juga enggan merespons kabar yang menyebut dirinya akan digantikan dalam perombakan kabinet mendatang.
Sebelumnya, Bahlil sempat membantah spekulasi reshuffle yang dikaitkan dengan kebijakan pelarangan penjualan gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer pada awal Februari 2025.