• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Soal Caketum PBNU, KH. Anis Maftuhin: La Miftaha Wala Yahya

Soal Caketum PBNU, KH. Anis Maftuhin: La Miftaha Wala Yahya

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 8 August 2026

Soal Caketum PBNU, KH. Anis Maftuhin: La Miftaha Wala Yahya

Wacana menghadirkan figur baru dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU mencuat menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin secara terbuka mengusulkan agar kontestasi kepemimpinan tidak hanya berpusat pada dua nama yang selama ini banyak diperbincangkan, yakni Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Menurut Anis, persaingan yang hanya bertumpu pada dua figur berpotensi memperpanjang polarisasi di internal organisasi.

Karena itu, ia mendorong agar ruang pencalonan dibuka lebih luas bagi kader-kader Nahdliyin dari berbagai latar belakang.

“Kalau di bawah itu ada istilah La Miftaha Wala Yahya. Artinya semua calon boleh, kecuali dua nama itu (KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya),” kata Anis dalam diskusi bertajuk Muktamar NU Untuk Semua yang digelar Suluh Nahdliyin di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan Anis itu pun disambut tawa peserta diskusi. Beberapa peserta diskusi bahkan meminta Anis menyebut dua nama tersebut secara langsung.

Dia menjelaskan, usulan tersebut bukan ditujukan kepada pribadi kedua tokoh, melainkan sebagai upaya menghadirkan suasana baru dalam proses regenerasi kepemimpinan PBNU.

“Katakanlah nanti dua-duanya, salah satu dari keduanya menang, pasti akan menimbulkan dendam. Maka alternatifnya adalah kita jaring seluas-luasnya dari kader-kader Nahdliyin, dari teknokrat, birokrat, sampai politisi. Berikan ruang untuk berkompetisi dengan ide dan gagasan,” ujarnya.

Anis menilai NU membutuhkan energi baru agar pembahasan menjelang Muktamar tidak hanya tersita pada perebutan posisi kepengurusan.

 

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua Oleh : Loa Murib Tanah Papua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.