• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Situasi Kenyam Kondusif, Warga yang Mengungsi Kembali ke Rumah

Situasi Kenyam Kondusif, Warga yang Mengungsi Kembali ke Rumah

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 June 2023

Situasi Kenyam Kondusif, Warga yang Mengungsi Kembali ke Rumah

Oleh : Rebecca Marian

Situasi di Kenyam, Papua, kembali kondusif dan warga yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah. Aparat terus berjaga agar tidak ada serangan selanjutnya dari KST. Keamanan masyarakat Papua dinomorsatukan, oleh karena itu pemberantasan KST terus dilakukan hingga ke markasnya.

Hari Jumat 26 Mei 2023, terjadi kontak tembak tim Satgas Damai Cartenz dengan KST Yotam Bugiangge di Kampung Nogolait, Nduga. Petugas saat itu memukul mundur KST. Awalnya mobil ditembak di daerah Sanggong lalu rombongan melakukan pengejaran dan mereka lari ke Sungai Dibini.

KST Yotam Bugiangge kembali terdeteksi merapat ke Kampung Nogolait pada dua hari berikutnya masing-masing pada Sabtu dan Minggu. Akibatnya kontak tembak kembali terjadi. Kemudian tim Satgas Damai Cartenz kembali menangkap 5 anggota KKB lainnya pada Selasa 30 Mei 2023 lalu.

Untuk diketahui, KST Yotam Bugiangge merupakan kelompok kriminal bersenjata yang melakukan aksi pembantaian 11 warga di Kampung Nogolait, Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu, 16 Juli 2022. Kini 7 orang anggotanya yang ditangkap tersebut sedang diinterogasi.

Setelah terjadi kontak senjata, sebanyak 162 warga mengungsi ke Kenyam. Kapolres Nduga AKBP Alexander Penelewen menyatakan bahwa mereka menyelamatkan diri karena takut akan serangan KST. Namun mereka sudah pulang karena situasi sudah kondusif.

Masyarakat kembali ke rumahnya karena keadaan sudah aman dan yakin bahwa tidak ada serangan KST lagi. Apalagi setelah ada penangkapan anggota KST pada bulan Mei 2023 ini. Ketika jumlah anggota KST berkurang maka otomatis kekuatan mereka melemah dan mudah ditangkap.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny A Prabowo menyatakan bahwa masyarakat yang kembali ke kompleks Nogolait diantar dan dikawal langsung oleh aparat gabungan serta pemerintah daerah guna memastikan keamanan warga. Tujuannya untuk menjamin keselamatan warga masyarakat di Kampung Nogolait sehingga mau untuk kembali ke kediamannya
Warga Papua khususnya di daerah Kenyam sangat berterima kasih karena anggota TNI, Polri, dan BIN bekerja sama untuk mengamankan daerahnya. Aparat bergerak cepat untuk memburu anggota KST dan memastikan mereka tidak kembali lagi untuk menyerang warga. Jaminan keamanan membuat warga kembali lagi ke rumahnya.
Kemudian, masyarakat juga mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan pengawalan sampai mereka tiba di rumah. Dengan pengawalan maka warga mendapatkan rasa aman dan tidak takut bahkan trauma akan serangan susulan KST.
Personel Polri dan TNI melakukan patroli di Kenyam dan sekitarnya. Pasalnya, bisa jadi anggota KST datang dan menyerang pemukiman warga. Penjagaan makin diperketat agar tidak ada lagi kejadian tragis yang ada di seluruh wilayah Papua.
Patroli dilakukan dengan ketat untuk mengamankan segenap wilayah Kenyam. Diharap seluruh daerah Kenyam akan aman, dan kondisi wilayah tidak akan mempersulit patroli yang dilakukan oleh anggota Polri, BIN dan TNI. Aparat tetap berjaga-jaga untuk mencegah jika ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi, dan dibantu oleh Propam.
Sementara itu, warga Kenyam dan seluruh masyarakat Papua diharap untuk tidak terprovokasi oleh hoaks yang disebar oleh KST. Jika termakan oleh berita palsu maka bisa saja mereka mengungsi kembali karena takut akan serangan kelompok separatis tersebut. Padahal bisa saja hoaks sengaja disebar untuk menyerang masyarakat secara psikis.
Tokoh pemuda Papua Absalom Yerisitou menyatakan bahwa masyarakat Kenyam dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang ada. Dalam artian, ketika ada kerusuhan maka yang wajib diwaspadai adalah potensi untuk kerusuhan berulang yang terjadi karena provokasi oknum. KST sengaja melakukannya, agar masyarakat Papua membenci aparat dan meninggalkan Indonesia.
Saat ada kerusuhan aparat datang untuk mendamaikan dan menyelesaikannya secara hukum, karena Indonesia adalah negara hukum. Namun KST malah mengobarkan isu bahwa aparat datang untuk memberantas masyarakat Papua. Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar tidak termakan hoaks dan provokasi apapun yang disebarkan oleh KST.
KST memang sering membuat ulah dan menginginkannya agar masyarakat Papua terpecah-belah lalu membela mereka dan meninggalkan Indonesia. Caranya dengan menyebar berita dan video hoaks serta propaganda. Masyarakat diminta makin waspada dan mengabaikan hoaks tersebut, karena tidak benar.
Masyarakat Papua diminta untuk lebih bijak dalam membaca berita atau melihat foto yang tersebar di media sosial atau grup WA. Jangan mudah tersulut provokasi akibat yang ternyata hoaks yang sengaja disebar oleh KST, untuk membuat warga Papua memusuhi aparat, atau memecah-belah dan membuat mereka mengusir para pendatang.
Situasi Kenyam sudah mulai kondusif dan masyarakat kembali ke rumahnya masing-masing, setelah mengungsi di sebuah rumah ibadah. Mereka dikawal oleh aparat keamanan dan berterima kasih karena dijaga dengan ketat. Sementara itu, aparat terus berusaha mengejar KST, agar tidak ada lagi pengungsian atau penyerangan selanjutnya.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.