• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Sinyal Kuat Kebangkitan Filantropi: Kurban di LAZNAS Darunnajah 1447 H Melesat 46%

Sinyal Kuat Kebangkitan Filantropi: Kurban di LAZNAS Darunnajah 1447 H Melesat 46%

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 28 May 2026

‎​Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari ini, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah—yang mengonsolidasikan gerakan penghimpunan LAZISWAF Darunnajah—secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa dalam pelaksanaan program “Kita Qurban Darunnajah”. Lembaga berhasil menghimpun dan mengelola total amanah qurban sebanyak 41 ekor sapi/kerbau dan 432 ekor kambing/domba dari para donatur dan muhsinin.

‎​Jika seluruh perolehan tersebut dikonversikan dengan ketentuan syariat (di mana 1 ekor sapi setara dengan 7 ekor kambing), maka total akumulasi pemotongan hewan qurban pada tahun ini mencapai angka yang luar biasa, yaitu 719 ekor setara kambing. Angka ini mencatatkan sejarah baru sebagai volume perolehan qurban tertinggi kedua sepanjang masa pendataan institusi sejak pasca-pandemi.

‎​Pencapaian tahun ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan yang sangat masif, yakni sebesar +46% dibandingkan dengan perolehan tahun 2025. Sinyal positif ini menjadi indikator penguatan kepercayaan publik yang sangat kokoh sekaligus menandai momentum kebangkitan gerakan filantropi terkuat dalam kurun waktu lima tahun terakhir di bawah pengelolaan terpadu LAZNAS Darunnajah.

‎​Melihat tren jangka panjang dalam rentang waktu 14 tahun ke belakang (sejak integrasi data dimulai dari tahun 2012 hingga 2026), LAZNAS Darunnajah mencatat kurva pertumbuhan akumulatif yang impresif hingga mencapai +119% dengan total keseluruhan hewan qurban yang berhasil disalurkan sepanjang sejarah mencapai 7.717 ekor. Rekam jejak pertumbuhan yang konsisten ini membuktikan dedikasi tanpa henti dari seluruh elemen internal pesantren, rektorat, universitas, serta kesetiaan berlapis dari para donatur.

‎​Keberhasilan pengelolaan ini merupakan cerminan mutlak dari kokohnya modal sosial dan kepercayaan (trust) yang diberikan oleh ekosistem kemitraan Darunnajah yang inklusif, mulai dari jajaran alumni lintas generasi, wali santri, korporasi mitra, hingga donatur ritel publik. Distribusi amanah ini dilaksanakan secara serentak dan terintegrasi melalui jaringan strategis di 23 Pondok Pesantren Cabang Darunnajah yang tersebar di wilayah pelosok Nusantara, serta diperkuat penuh oleh keterlibatan civitas akademika Universitas Darunnajah.

‎​Direktur Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah Zakiyanto Arief menegaskan komitmen akuntabilitas publik yang melekat pada pencapaian tahun ini.

‎​”Kepercayaan besar yang dititipkan kepada kami tahun ini bukan sekadar sebuah transaksi spiritual biasa antara pequrban dan lembaga. Ini adalah bentuk ikatan ukhuwah islamiyah yang mendalam, yang senantiasa kami rawat di atas fondasi transparansi mutlak, akuntabilitas regulasi serta syar’i, dan komitmen penuh untuk mengantarkan setiap amanah daging qurban kepada mustahik yang paling berhak menerimanya di seluruh penjuru negeri,” jelan Zakiyanto Arief. M.M kepada media, Rabu 27 Mei 2026.

Zakiyanto juga mengatakan, bahwa pada Idul Adha Tahun Ini Pesantren Darunnajah melalui Laznas Darunnajah menrima Sapi Hewan Qurban dari Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah Sapi hewan qurban seberat 850 Kg dari Presiden Prabowo sudah kami sembelih dan sudah dinikmati oleh ribuan santri, ustadz, ustadzah serta warga sekitar kawan pesantren Darunnajah,” jelasnya.

‎​Segenap manajemen LAZNAS Darunnajah menghaturkan rasa terima kasih yang tulus, apresiasi setinggi-tingginya, serta penghormatan terdalam kepada seluruh shohibul qurban (para pequrban) yang telah memercayakan jembatan ibadahnya melalui program “Kita Qurban Darunnajah”.

‎​Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban ini sebagai amal shalih yang berbobot berat di yaumil akhir, serta mengonversi setiap tetes darah dan pengorbanan hewan tersebut menjadi limpahan keberkahan, kesehatan, serta kelancaran rezeki yang mengalir mulia bagi para donatur, para santri, jajaran asatidz (guru), hingga ribuan keluarga penerima manfaat di seluruh penjuru Indonesia. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

July 21, 2026

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

July 21, 2026

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.