• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Serikat Pekerja Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Atasi PHK

Serikat Pekerja Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Atasi PHK

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 July 2025

Serikat Pekerja Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Atasi PHK

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat dan terukur pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global, khususnya terkait kebijakan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk Indonesia.

 

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menilai pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi dampak lanjutan di sektor ketenagakerjaan.

 

“Satgas PHK yang sudah dicanangkan dari jauh-jauh hari harus segera dibentuk,” ujar Said Iqbal.

 

Ia menjelaskan bahwa langkah pemerintah yang proaktif sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan industri nasional dan mencegah terjadinya PHK. Dengan adanya Satgas PHK, penanganan permasalahan ketenagakerjaan dinilai akan lebih terstruktur dan mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja. KSPI memandang kebijakan ini sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap nasib buruh.

 

“Indonesia saat ini menghadapi tantangan global yang cukup berat, namun pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pekerja dan menjaga stabilitas sektor industri,” tegas Said Iqbal.

 

Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku industri, dan serikat pekerja menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan produktif. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan kebijakan perlindungan tenaga kerja berjalan optimal.

 

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dapat melanjutkan keberpihakan ini terhadap pekerja dan terus menegakkan kedaulatan ekonomi nasional,” pungkas Said Iqbal.

 

KSPI juga menilai langkah pemerintah dalam menjalin kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat sebagai bentuk strategi yang berpihak pada kepentingan nasional. Dalam situasi global yang dinamis, keberanian dan kecepatan pemerintah dalam mengambil keputusan menjadi modal penting bagi stabilitas ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

 

Semangat gotong royong antara semua pihak menjadi kunci keberhasilan menghadapi tantangan global dan menjaga kesejahteraan buruh di Tanah Air.-

 

 

 

[edRW]

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.