Sembilan Alasan Alumni Gontor Tidak Pilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming dalam Pilpres 2024
*Pertama*, sebagai alumni Gontor yang dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar, hal ini dipertegas oleh Prof Niam Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengatakan syarat ideal dari pemimpin adalah beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), dan mempunyai kemampuan (fathanah). Dari 3 pasangan capres 2024, pasangan nomer Urut 2 tidak masuk ke syarat ideal diatas.
*Kedua*, pada pilpres 2014 (Prabowo – Hatta) & pilpres 2019 (Prabowo – Sandi), saya memilih Prabowo, hal ini dilakukan karena tidak ada pilihan calon yang lainnya, tapi di 2024 ini ada calon yang lebih baik, santun dan berakhlak yaitu Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar.
*Ketiga*, Ambisi Kepemimpinan, saya melihat Pak Prabowo berambisi pencalonannya sejak 2004 konvensi Capres Golkar, walaupun kalah suara dari Wiranto.
2009 Maju menjadi wakil President bersama Megawati.
2014 Maju menjadi Presiden bersama Hatta Rajasa
2019 Maju menjadi presiden bersama sandiaga uno
2024 maju menjadi presiden bersama Gibran putra jokowi.
Dalam Shahih Bukhari no. 7148 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ …
“Kalian akan berambisi atas kekuasaan dan akan menjadi penyesalan pada hari kiamat…”.
*Keempat*, sebagai santri, mencari pemimpin yang yang mampu memaparkan visi dan misinya bukan malah joget joget gak jelas, pemimpin itu berwibawa dan bermartabat, tapi Prabowo – Gibran menyajikan joget joget semata.
Terlebih disaat debat berlangsung, Prabowo tak terlihat jiwa kepemimpinannya.
*Kelima*, pada tahun 2019, Prabowo tidak ada komitmen malah cenderung meninggalkan pendukungnya seolah olah demi kepentingan bangsa tapi faktanya berbeda, tidak kuat di opisisi dengan dalih bisnisnya tidak lancar .
*Keenam*, dengan anggaran kemenhan yang luar bisa, tapi pas debat Prabowo tidak mampu menjawab soal saat ditanya tentang minimum essential force (MEF) dan pengadaan alat utama sistem persenjataan bekas dan parahnya pada 2023 mentri pertahanan kena hack hingga akhirnya RI Darurat Siber.
Padahal Merujuk data Kementerian Keuangan, anggaran Kemhan pada periode 2020-2024 bisa mencapai Rp 692,92 triliun atau hampir Rp 700 triliun. Fantastis bukan 😅😅
*Ketujuh*, Pilih Cawapres yang melanggar kode Etik, putusan MK beberapa waktu lalu tidak sesuai dengan undang-undang. “Bahwa proses ini ketika ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang berat, terutama terkait dengan conflict of interest.
konflik kepentingan Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023. “Putusan tersebut mengubah syarat usia capres-cawapres yang akhirnya membuka kesempatan untuk Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk maju di Pilpres 2024. Diketahui, Gibran adalah keponakan dari Anwar,”
*Delapan*, Politik Dinasti yang ingin dilanjutkan, padahal masih banyak tokoh – tokoh koalisi yang lebih banyak pengalaman tapi malah lebih milih GIBRAN.
*Sembilan*, Problem Food Estate (tupoksi menhan) yang gagal, sebagaimana Rainforest Investigations Network of Pulitzer Center dan Internews’ Earth Journalism Network yang menunjukkan bahwa dalam pembangunan food estate banyak ditemukan pelanggaran aturan pemerintah yang dilakukan oleh perusahaan swasta.
Aktivitas dibukanya lahan hutan yang meningkatkan deforestasi dan pemanasan global telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.
Selain di Kalimantan Tengah, berdasarkan laporan Walhi 2021, konflik agraria juga terjadi di sejumlah wilayah ketetapan food estate.
Walaupun masih banyak, cukup sembilan hal yang menjadi pertimbangan kenapa kami tidak memilih *PRABOWO-GIBRAN*
_Yang sangat ditakutkan atas orang yang mendatangi para penguasa yang zhalim adalah membenarkan kedustaan mereka, menolong kezhaliman mereka meskipun dengan diam membiarkan mereka berbuat zhalim. Karena orang yang mendatangi mereka dengan tujuan mendapatkan kemuliaan dan kedudukan di dunia serta berambisi terhadap keduanya, dia tidak akan mengingkari mereka, bahkan sangat mungkin baginya untuk menganggap baik tindakan buruk mereka, sebagai upaya untuk untuk mendekatkan diri kepada mereka, dan untuk mendapatkan posisi yang baik di sisi mereka, agar mereka membantunya untuk mewujudkan ambisinya._
Demikian kami sampaikan, Semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang terbaik untuk bangsa dan ummat ini. Amiiin Allahumma Amiiin
Wassalamualikum
Depok, 3 Februari 2024.