Sekolah Rakyat Perkuat Pendidikan Bermutu Lewat Karakter dan Literasi
JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat kualitas Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Penguatan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, baik dalam pembentukan karakter maupun pengembangan literasi.
Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Pengurus Besar Institut Karate-do Nasional (PB INKANAS) untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui penandatanganan nota kesepahaman di Depok, Jawa Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian penting dari konsep pendidikan berbasis asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
“Jadi hari ini kita bekerja sama dengan INKANAS. Tentu ini adalah satu hal yang kita butuhkan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat,” kata Saifullah.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter secara menyeluruh selama 24 jam.
“Sebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama yang siswa-siswanya berasal dari keluarga yang paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan di luar jam pelajaran formal difokuskan pada penguatan karakter melalui berbagai aktivitas, termasuk seni bela diri.
“Nah, secara khusus hari ini kami ingin memberikan penguatan dengan memberikan kesempatan siswa Sekolah Rakyat bisa memperoleh pembelajaran seni bela diri, dalam hal ini adalah karate,” jelasnya.
Ketua Umum PB INKANAS Ramdani Hidayat menegaskan bahwa pelatihan tersebut berorientasi pada pembentukan karakter, bukan kekerasan.
“Sesuai dengan MoU tadi, artinya bahwa ini untuk pendidikan karakter. Jadi karena pendidikan karakter, berarti di situ dimasukkan poin-poin yaitu kedisiplinan, sportivitas, dan semangat, dan kedepannya nanti mudah-mudahan menjadi suatu prestasi,” sebutnya.
Selain penguatan karakter, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pengembangan literasi sebagai fondasi pendidikan bermutu. Kemensos menyelenggarakan pelatihan pengelolaan perpustakaan bagi pengelola Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.
Saifullah Yusuf menekankan bahwa peran pustakawan sangat krusial dalam mendukung keberhasilan pembelajaran.
“Kalian yang jadi ujung tombaknya dan kalian yang ada di depan bagaimana Sekolah Rakyat ini nanti jadinya,” ucapnya.
Kepala Perpusnas RI, Aminudin Aziz, memberikan apresiasi atas sinergi ini dan meyakini Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan yang inovatif.
“Anak-anak dari kelompok marjinal yang mendapatkan asupan bacaan berkualitas dapat berkembang melebihi rata-rata siswa sekolah biasa,” jelasnya.
Berdasarkan data tahun 2025, Perpusnas telah menyalurkan bantuan buku ke 150 Sekolah Rakyat. Distribusi tersebut mencakup 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk SMP, dan 1.000 buku untuk tingkat SMA guna mendukung Gerakan Literasi Sekolah Rakyat.
Dengan penguatan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler serta pengembangan literasi yang sistematis, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan pendidikan bermutu yang tidak hanya mencetak siswa cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.