• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Global, Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional

Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Global, Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 17 June 2026

Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Global, Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Abimanyu Putra S.

Penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

 

Di saat berbagai negara masih menghadapi tekanan pasar keuangan akibat gejolak geopolitik, perubahan arah kebijakan moneter dunia, dan perlambatan ekonomi global, Indonesia justru memperlihatkan kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi melalui koordinasi kebijakan yang terukur dan responsif.

 

Pergerakan positif rupiah tidak berdiri sendiri. Penguatan mata uang nasional berlangsung bersamaan dengan membaiknya kinerja pasar modal yang ditandai oleh rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi ini mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

 

 

 

 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa penguatan IHSG didorong oleh sejumlah sentimen positif yang berhasil mengurangi kekhawatiran pelaku pasar.

 

 

 

 

Menurut Friderica, berbagai isu yang sebelumnya menjadi perhatian investor telah mendapatkan penjelasan yang memadai dari otoritas sehingga membantu mengembalikan optimisme terhadap pasar keuangan domestik.

 

 

 

 

Selain itu, wacana pelaksanaan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham juga memperoleh respons positif dari investor. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat stabilitas pasar serta memberikan ruang bagi emiten untuk menjaga nilai sahamnya di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

 

 

 

 

Friderica menegaskan bahwa tekanan yang sebelumnya dialami pasar saham Indonesia bukan fenomena yang terjadi secara khusus di dalam negeri. Sejumlah bursa saham di kawasan Asia juga mengalami koreksi yang cukup tajam. Bahkan, pasar saham Korea Selatan sempat mengalami penghentian sementara perdagangan setelah indeksnya turun lebih dari delapan persen dalam satu hari perdagangan.

 

 

 

 

Fakta tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi sebelumnya lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan persoalan fundamental ekonomi Indonesia. Karena itu, ketika sentimen global mulai membaik dan langkah-langkah stabilisasi dijalankan secara efektif, pasar domestik mampu menunjukkan pemulihan yang relatif cepat.

 

 

 

 

Kembalinya optimisme investor terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Volume transaksi yang meningkat menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai kembali memanfaatkan peluang investasi di tengah valuasi saham yang dinilai menarik.

 

 

 

 

Pandangan serupa disampaikan oleh Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi. Ia menilai fase terburuk yang sempat dialami pasar saham Indonesia telah berlalu. Salah satu indikator yang mendukung pandangan tersebut adalah penguatan rupiah yang berhasil kembali bergerak di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya sempat menembus Rp18.200 per dolar AS.

 

 

 

 

Menurut Prasetya, penguatan rupiah tidak terlepas dari respons kebijakan Bank Indonesia yang semakin tegas dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Kenaikan suku bunga acuan secara kumulatif serta langkah-langkah moneter lainnya berhasil meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset keuangan Indonesia.

 

 

 

 

Selain faktor moneter, terdapat pula sejumlah kebijakan ekonomi yang berpotensi memperkuat fundamental eksternal Indonesia. Upaya meningkatkan arus devisa melalui pengelolaan sektor pertambangan yang lebih baik dinilai dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah dan panjang.

 

 

 

 

Dari sisi fiskal, pengelolaan anggaran yang lebih efisien juga menjadi faktor pendukung. Langkah-langkah rasionalisasi program dan penguatan efektivitas belanja negara membantu menjaga persepsi positif pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

 

 

 

 

Kepercayaan investor juga tercermin dari kembalinya aliran dana asing ke pasar domestik. Setelah beberapa waktu mengalami tekanan arus keluar modal, pasar Indonesia mulai mencatat arus masuk dana asing bersih. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa investor internasional mulai melihat peluang yang lebih menarik pada instrumen keuangan Indonesia.

 

 

 

 

Prasetya menilai valuasi pasar saham Indonesia saat ini berada pada level yang relatif murah dibandingkan rata-rata historisnya. Situasi tersebut membuka ruang pemulihan yang cukup besar apabila stabilitas ekonomi terus terjaga dan sentimen global semakin kondusif.

 

 

 

 

Optimisme terhadap pasar domestik juga disampaikan oleh Pengamat Pasar Modal dan Founder Republik Investor, Hendra Wardana. Menurutnya, penguatan IHSG merupakan sinyal positif yang menunjukkan dimulainya proses pemulihan kepercayaan pasar setelah periode tekanan yang cukup panjang.

 

 

 

 

Hendra menilai penguatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebijakan buyback saham, tetapi juga didukung oleh membaiknya kondisi eksternal. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar global dan mendorong peningkatan minat terhadap aset berisiko di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

 

 

 

Namun demikian, Hendra melihat peluang penguatan pasar masih terbuka. Menurutnya, apabila pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat konsumsi domestik, dan menghadirkan kebijakan yang mendukung investasi, maka tren pemulihan pasar berpotensi berlanjut pada paruh kedua tahun 2026.

 

 

 

 

Perkembangan rupiah yang kembali menguat di tengah gejolak global menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap memiliki daya tahan yang baik. Ketika banyak negara menghadapi tekanan akibat ketidakpastian eksternal, Indonesia mampu menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui kombinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan yang saling mendukung.

 

 

 

 

*) Analis Ekonomi Makro

 

 

 

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.