Ditjen IKP Kominfo RI melaksanakan kegiatan Seminar Live Streaming dengan tema “Millenial Makin Cakap Digital” yang diisi oleh tiga narasumber yaitu Ir. A Rizki Sadig, M.Si selaku Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Ismail Cawidu, M.Si selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Putri Tasya selaku Runner Up II Putri Kebudayaan Indonesia 2019
Dalam forum seminar live streaming dengan tema millenial cakap digital Ir. A Rizki Sadig selaku anggota DPR RI Komisi I menyampaikan bahwa masyarakat untuk memperbanyak literasi digital khusus nya generasi millenial, kita dipaksa mau tidak mau suka tidak suka siap tidak siap harus bergegas untuk meningkatkan operasi digital. Karena situasi pandemi yang mau tidak mau membuat kita menyesuaikan diri karena hampir semua aktifitas selama pandemi di topang oleh kreativitas dunia digital. Perkembangan teknologi digital didunia semakin cepat bahkan sangat cepat, saat kita masih mencoba melangkah satu dua langkah perkembangan teknologinya sudah lari. Disaat kita belum sempat mempelajari hal lain kemudian seseorang sudah membuat terobosan-teroban yang baru di dunia teknologi, jangan sampai menjadi bangsa Indonesia khususnya generasi millenial yang tertinggal dengan perkembangan teknologi. Jika kita tidak siap dengan perkembangan digital dan tidak mampu bersaing dalam dunia digital maka kita akan menjadi followers atau menjadi pengikut, dan kita akan menjadi bangsa yang hanya dicekokin barang dari luar entah informasi ataupun barang. Ada dua hal yang ingin saya tegaskan yaitu kita harus siap dan dunia digital ini tidak ada bedanya dengan dunia sehari-hari kita, didalam dunia realita kita ada orang baik ada orang jahat sama dengan dunia digital kita juga akan menemukan tindakan-tindakan yang baik dan dapat meningkatkan kapasitas dan produktifitas seseorang tetapi ada juga kegiatan-kegiatan atau produk-produk dengan sebuah niatan buruk entah itu informasi palsu ataupun produk-produk yang seakan baik ternyata buruk atau mungkin konten-konten yang negatif dan menimbulkan situasi yang tidak nyaman. Kejahatan di dunia digital biasa kita kenal dengan cybercrime, cyberbullying dan lainnya.
Pada kesempatan live streaming dengan tema millenial cakap digital Dr. Ismail Cawidu, M.Si selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan hal yang paling dasar di negara Indonesia ini sudah dijamin dalam konstitusi untuk bebas berkomunikas, bebas memperoleh informasi, bebas mengembangkan kemampuan diri dan bebas menyampaikan informasi dengan seluruh saluran yang ada. Yang boleh membatasi orang-perorang di Indonesia hanya undang-undang. Indonesia memiliki open sky policy kebijakan langit terbuka, yaitu seluruh konten yang ada dari berbagai belahan manapun di dunia ini bebas masuk kedalam gadget, negara tidak membatasi. Untuk apa literasi dan apa itu literasi yaitu kemampuan memahami, menganalisis, mendekonstruksi sebuah informasi dari media. Hasil penelitian menunjukan pada umumnya orang-orang di Indonesia dia menggunakan 11 jam setiap di hari digadget. Teknologi makin berkembang tetapi belum di imbangi dengan produktifitas yang baik yaitu cenderung konsumtif. Kenapa di era sekarang perlu cakap digital? Orang-orang yang tidak cakap digital pasti akan mendahulukan perasaan, suka baperan, memanfaatkan internet tanpa batas waktu. Orang-orang yang sudah cakap digital pasti dia akan mendahulukan fikiran, selalu berfikir kritis setiap menerima informasi dia selalu menelaah terlebih dahulu apakah benar informasi tersebut. Memanfaatkan internet juga sebaiknya tidak setiap jam atau setiap saat ada waktu-waktu tertentu itu namanya cakap. Orang yang tidak cakap digital ia percaya bahwa semua konten yang dia terima dan ia lihat di internet itu benar adanya itu termasuk tidak cakap digital atau ia menyukai suatu konten padahal konten tersebut belum terbukti keabsahannya dia langsung menshare konten tersebut, itu yang disebut tidak cakap digital dikarenakan mendahulukan perasaan daripada berfikir kritis.
Pada kesempatan live streaming dengan tema millenial cakap digital Putri Tasya selaku Runner Up II Putri Kebudayaan Indonesia 2019 menyampaikan pada saat era pandemi seperti ini digitalisasi sedang booming. Untuk mencari informasi tidak boleh hanya dari satu sumber tetapi kita harus mencari dari beberapa sumber dan banyak juga di Instagram yaitu live Instagram mengenai pendidikan, budaya maupun agama. Social media sangat aktif sebelum pandemi untuk menyampaikan campaign dan aspirasi saat pandemi seperti ini penggunaan Social media sangat membantu dikarenakan tidak bisa bertatap muka secara langsung, jadi pemanfaatan secara maksimal dilakukan di Social media. Penggunaan dunia digital tidak hanya untuk memberikan informasi tetapi juga mencari informasi dan menambah ilmu serta pengetahuan lainnya. Dan menjadikan Social media sebagai platform untuk memberikan informasi-informasi yang mungkin tidak didapatkan semua orang.