• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Rasio Utang Indonesia Tetap Aman dan Terkendali

Rasio Utang Indonesia Tetap Aman dan Terkendali

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 30 May 2026

Rasio Utang Indonesia Tetap Aman dan Terkendali

Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa rasio utang Indonesia tetap berada pada level yang aman dan terkendali di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati, terukur, dan transparan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kesinambungan pembangunan jangka panjang.

Pemerintah Indonesia menunjukkan kinerja gemilang dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan ketahanan fiskal nasional di tengah ketidakpastian global. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa posisi utang pemerintah saat ini masih berada dalam batas yang sangat aman dan terkelola dengan penuh kehati-hatian _(prudence)._

 

“Rasio utang Indonesia berhasil dijaga di kisaran 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebuah pencapaian yang mencerminkan kredibilitas serta kesehatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026” tegas Menkeu Purbaya.

 

Di tengah tekanan ekonomi dunia akibat ketegangan geopolitik, perlambatan pertumbuhan global, dan fluktuasi pasar keuangan internasional, Indonesia dinilai masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Rasio utang terhadap PDB tetap berada jauh di bawah batas aman yang ditetapkan undang-undang maupun standar internasional.

 

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa tata kelola pembiayaan yang diterapkan pemerintah relatif lebih disiplin dan konservatif dibandingkan banyak negara lain. Sebagai perbandingan di tingkat regional, rasio utang Malaysia berada di angka 60 persen dan Singapura mencapai sekitar 180 persen. Sementara sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang memiliki rasio utang yang mendekati bahkan melebihi 100 persen terhadap PDB.

 

Pemerintah terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan anggaran negara. Utang dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, transformasi ekonomi, ketahanan pangan dan energi, serta perlindungan sosial masyarakat. Kinerja fiskal Indonesia juga menunjukkan perbaikan yang konsisten dengan defisit anggaran yang tetap terjaga dalam batas sehat.

 

Ketangguhan pengelolaan keuangan ini sekaligus menepis berbagai sentimen negatif dari sejumlah media asing. Pemerintah menilai lembaga ekonomi internasional seharusnya memberikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas fiskal dan mengendalikan defisit anggaran secara konsisten.

 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ia memastikan APBN Indonesia dikelola secara prudent dan fleksibel.

 

“Fundamental ekonomi kita masih kuat dan resilient. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan defisit fiskal masih di bawah batas yang ditetapkan undang-undang,” ujarnya.

Ekonomi Hijau Diperkuat lewat Pemulihan Mangrove dan Pasar Karbon

July 30, 2026

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

July 29, 2026

Ekonomi Hijau Diperkuat lewat Pemulihan Mangrove dan Pasar Karbon

By Kata IndonesiaJuly 30, 20260

Ekonomi Hijau Diperkuat lewat Pemulihan Mangrove dan Pasar Karbon JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen…

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru Bali – Menteri Lingkungan…

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.