• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ramdansyah: Jangan sampai Ada Polarisasi, Pemilu harus Jurdil

Ramdansyah: Jangan sampai Ada Polarisasi, Pemilu harus Jurdil

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 18 November 2023

Jakarta – Saling lapor yang dilakukan para pendukung pasangan calon mulai terjadi.
Terkait hal tersebut Pengamat Pemilu dari Rumah Demokrasi Ramdansyah mengatakan, melihat ada ‘bangunan besar’ berupa strategi kampanye.

“Saling lapor ini jangan-jangan strategi
komunikasi politik dari pasangan calon tertentu, tim kampanyenya. Nah saling lapor inikan konteks hari ini terkait Aiman Witjaksono. Jurnalis yang menjadi Tim Kampenye salah satu pasangan capres-cawapres,” jelas Ramdansyah saat diskusi interaktif Radio Elshinta, Jumat malam (17/11/2023).

“Ada strategi komunikasi politik untuk menjadi korban, seolah olah dia menjadi korban atau playing victim. Kemudian bisa mendapatkan suara dari strategi kampanye ini,” imbuhnya. Ramdansyah menambahkan hal ini bisa terjadi karena sempitnya jadwal kampanye. Berbeda dibandingkan dengan Pemilu 2019 yang cukup panjang.
Dalam diskusi interaktif di Radio Elshinta, Mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta tersebut juga menjelaskan harus dibedakan apa itu kampanye positif dan kampanye negatif. Kedua jenis kampanye tersebut menurutnya boleh dilakukan, karena berdasarkan fakta dan data atau realitas empiris. Dan itu menurutnya itu sudah dilakukan para pendukung masing-masing pasangan calon.

“Yang tidak boleh itu adalah black campaign atau kampanye hitam. Kampanye hitam itu adalah menyampaikan pandangan, pendapat bahkan penilaian tanpa diiringi fakta dan data. Lebih kepada subyektifitas” jelas Ramdansyah.

Lebih lanjut Ramdansyah mengatakan polarisasi hari ini muncul lagi, seperti pada pemilu 2019 lalu. Walaupun di Pemilu 2024 ada tiga pasangan capres-cawapres berbeda dengan Pemilu sebelumnya yang 2 pasangan calon dengan polarisasi kadal gurun dan kampret.

“Saya melihat kecenderungan yang terjadi hari ini lebih keras misalkan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud nya, timnya ini sangat keras dan tajam. Jangan-jangan ini akan terus semakin keras ketika masa kampanye,” jelas Ramdansyah.

Lebih lanjut Ramdansyah juga mengomentari statemen Ketua Umum PDIP Megawati pada Minggu kemarin, bahwa pemilu harus dengan hati nurani.

“Saya membacanya bahwa Pemilu 2019 beliau melihat ada realitas kecurangan. Itu yang dilihat oleh beliau. Mungkin beliau melihat ke belakang atau retrospektif dan berharap tidak terjadi dan ingin dicegah di Pemilu 2024 (prospektif). Statemen Aiman itu berhubungan dengan apa yang disampaikan ibu Mega. Bahwa pemilik kekuasaan formal hari ini, Presiden, berpotensi untuk menggunakan aparat penegak hukum. Mengkritik atau berkomentar pemasangan spanduk secara sporadis seperti yang disampaikan Aiman adalah hal yang wajar. Ini boleh disampaikan, ini bukan kampanye hitam, tetapi lebih kepada kampanyenegatif. Tidak bisa dikriminalisasi,” jelas Ramdansyah.

Ramdansyah berharap pemilu 2024 berjalan jujur, adil, transparan dan akuntabel. Ini merupakan asas penyelenggaraan Pemilu. Pemilu 2024 harus minim kecurangan dan minim polarisasi tajam seperti Pemilu 2019 lalu.

“Saya ingin sampaikan, kejahatan itu pasti ada, dan kemudian kejahatan itu bersifat ada dimana saja, dan pelakunya bisa siapa saja termasuk kita atau sering diungkap sebagai kejahatan bersifat omnipresent. Untuk itu saya berharap bahwa pemilu netral, pemilu dengan hati nurani, pemilu yang adil jujur transparan dan akuntabel. Sebagaimana harapan azas penyelenggaraan pemilu. Harapan itu bukan sesuatu yang abstrak. Harapan itu kongkrit, bisa kita wujudkan bersama,” jelas Ramdansyah menutup dialog

Efisiensi MBG Menghemat Anggaran tanpa Mengorbankan Gizi Anak

November 8, 2026

Efisiensi Operasional MBG Diiringi Pengawasan Kualitas dan Keamanan Pangan

November 8, 2026

Efisiensi MBG Menghemat Anggaran tanpa Mengorbankan Gizi Anak

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Efisiensi MBG Menghemat Anggaran tanpa Mengorbankan Gizi Anak Oleh Hartini Mulya Program Makan Bergizi Gratis…

Efisiensi Operasional MBG Diiringi Pengawasan Kualitas dan Keamanan Pangan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Efisiensi Operasional MBG Diiringi Pengawasan Kualitas dan Keamanan Pangan Oleh Karina Aulia Program Makan Bergizi…

Pemerintah Perketat Pembiayaan MBG agar Anggaran Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pemerintah Perketat Pembiayaan MBG agar Anggaran Lebih Tepat Sasaran Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN)…

Penertiban Ekspor SDA Menjadi Jalan Memperkuat Kedaulatan Ekonomi

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Penertiban Ekspor SDA Menjadi Jalan Memperkuat Kedaulatan Ekonomi Oleh : Rahmad Ramdhoni Kedaulatan ekonomi merupakan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.