• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Rakyat Menolak Demo Buruh Di Tengah Pandemi Covid-19

Rakyat Menolak Demo Buruh Di Tengah Pandemi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 8 October 2020

Oleh : Rahmat Sholeh

Buruh masih saja kukuh berdemo bahkan mengancam akan melakukannya lagi sampai omnibus law batal diresmikan. Aparat segera menentang aksi tersebut. Penyebabnya bukan karena membenci buruh. Namun tindakan mereka jelas melanggar protokol kesehatan dan bisa menularkan Covid-19 yang lebih masif. Masyarakat pun tidak bersimpati pada demonstrasi tersebut yang akan menambah berat beban tenaga kesehatan di Indonesia.

Para pekerja ada yang kecewa terhadap omnibus law. Mereka megancam akan melakukan mogok kerja mulai tanggal 6 hingga 8 oktober 2020. Tak hanya mogok massal, namun kegiatan itu akan diteruskan ke unjuk rasa. Aksi ini langsung dihalau oleh aparat dan mereka mencegat di beberapa titik, agar tidak terjadi penumpukan massa.

Pencegahan oleh Polri ini bukan tanpa alasan. Menurut Komisaris Besar Tjahyono Saputro, Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Biro PID Divisi Humas Polri, demo buruh dilarang karena khawatir akan membentuk klaster corona baru. Karena demo diadakan di masa pandemi, jadi harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Waspadai Provokasi KAMI Terhadap Demo Buruh

Surat telegram berisi pelarangan demo buruh dari Kepolisian ditanda tangani oleh Kapolri Idham Azis. Jadi polri melarang aksi unjuk rasa omnibus law karena ada perintah dari beliau. Pekerja jangan marah karena demo dihentikan lalu menganggap bahwa polisi bukan lagi sahabat rakyat.

Jangan menganggap aparat yang melarang demo itu arogan dan tidak pro rakyat kecil. Mereka hanya menjalankan tugasnya. Malah sebenarnya polisi yang menjaga demo juga rawan tertular corona, karena berhadapan dengan ratusan massa yang berdempetan. Namun demi tugas, mereka rela berkorban.

Justru para buruh seharusnya berterima kasih karena diingatkan untuk tidak berjalan berdempetan. Apakah untuk menuntut dibatalkannya suatu UU harus mengorbankan keselamatan sendiri? Dalam demo, mustahil menaati aturan jaga jarak, karena para pengunjuk rasa berjalan beriringan sebagai rasa solidaritas sesama buruh.

Kalaupun mereka demo sambil pakai masker, apakah ada jaminan kalau tidak dilepas? Karena unjuk rasa dilakukan di siang bolong dan kegerahan bisa membuat masker lembab. Melepas masker selama 1 menit saja sudah berbahaya, karena virus covid-19 bisa menular lewat udara yang kotor. Seperti saat situasi demo yang penuh dengan keringat dan bakteri.

Para pendemo apakah bisa menjamin menaati protokol kesehatan yang lain? Misalnya membawa hand sanitizer, mencuci tangan, dan suhu tubuhnya normal. Apakah ada pemimpin demo yang membawa alat scan untuk mengetahui suhu tubuh? Jika jawabannya tidak, maka keselamatan pekerja saat demo sangat mengkhawatirkan.

Jika para pendemo sedang beristirahat dan makan siang, maka corona akan mengintai. Karena masker dilepas dan mereka duduk berdempetan, bercanda sambil menikmati nasi bungkus. Droplet bisa hinggap karena ketiadaan masker. Air minum yang dikonsumsi bergantan dari gelas yang sama juga bisa jadi tempat masuknya droplet.

Oleh karena itu, pelarangan demo buruh harap dilihat dengan bijak. Kita masih ada di masa pandemi, jadi kesehatan tiap orang diutamakan. Jangan hanya berdemo lalu meluapkan kekesalan tapi mengorbankan tubuh dan akhirnya tertular corona. Karena kita juga tak tahu siapa yang sehat dan siapa yang berstatus orang tanpa gejala, saat demo.

Buruh tidak dilarang bersuara . Namun sebelum berangkat demo, pastikan dulu apa tujuannya. Jangan hanya ikut-ikutan unjuk rasa agar ingin terlihat keren dan membela nasib rakyat. Jika tidak setuju dengan omnibus law, sudahkah mereka membaca semua pasalnya? Lalu memahaminya dan menanyakan kepada ahli hukum, agar tidak terjadi salah paham.

Pelarangan demo bukan berarti pemerintah jadi arogan. Namun justru menyelamatkan nyawa para pekerja. Karena demo berpotensi menyebabkan klaster baru. Jika 1 pendemo sakit maka bisa menularkan ke keluarganya dan teman-teman yang berkontak langsung. Kalau sudah begini, pasien corona akan bertambah terus.

Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Cegah Penyalahgunaan Bansos, Pemerintah Perkuat Sinergi Berantas Judi Daring

December 5, 2025

Jauhi Judi Daring, Pemerintah Ingatkan Bansos Harus Tepat Guna

December 5, 2025

Cegah Penyalahgunaan Bansos, Pemerintah Perkuat Sinergi Berantas Judi Daring

By Kata IndonesiaDecember 5, 20250

Cegah Penyalahgunaan Bansos, Pemerintah Perkuat Sinergi Berantas Judi Daring Oleh: Ariani Dewi Pramita Pemerintah terus…

Jauhi Judi Daring, Pemerintah Ingatkan Bansos Harus Tepat Guna

By Kata IndonesiaDecember 5, 20250

Jauhi Judi Daring, Pemerintah Ingatkan Bansos Harus Tepat Guna Masyarakat diminta lebih waspada terhadap praktik…

Target Swasembada Pangan Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaDecember 5, 20250

Target Swasembada Pangan Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen menuju…

Pemerintah Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Tingkatkan Kesuksesan Program MBG

By Kata IndonesiaDecember 5, 20250

Pemerintah Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Tingkatkan Kesuksesan Program MBG Oleh : Nofer Syaputra Program Makan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.