• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Proyek Berkelanjutan di IKN, Bangun Kota dengan Konsep Inklusif

Proyek Berkelanjutan di IKN, Bangun Kota dengan Konsep Inklusif

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 3 January 2025

Proyek Berkelanjutan di IKN, Bangun Kota dengan Konsep Inklusif

Oleh: Samantha Rozak

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menjadi perhatian utama dalam perjalanan pembangunan nasional Indonesia. Upaya mewujudkan Nusantara sebagai kota berkelanjutan dan inklusif tercermin dari berbagai langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke IKN pada November 2024, sejumlah aspek penting dalam pembangunan ini kembali ditekankan, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengutamakan transparansi dan tata kelola yang baik.

Kehadiran rombongan BPK di kawasan inti IKN, termasuk di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), memberikan kesempatan untuk meninjau langsung progres pembangunan fisik dan administratif. Rombongan ini dipimpin oleh Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, yang menyampaikan apresiasi atas upaya Otorita IKN dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Dalam tinjauan lapangan, BPK mengamati fasilitas seperti Rusun ASN, Plaza Seremoni, dan Embung MBH, yang dirancang sebagai bagian dari ekosistem kota berkelanjutan.

Proses pembangunan di IKN tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada konsep yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan. Kepala Otorita IKN, M. Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa konsep pembangunan Nusantara mengedepankan keseimbangan antara infrastruktur modern dan pelestarian alam. Hal ini terlihat jelas pada desain hunian seperti rumah tapak jabatan menteri (RTJM), yang dibangun dengan konsep forest city. Hunian-hunian ini dirancang untuk selaras dengan kontur topografi kawasan, mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan total 36 unit RTJM yang hampir rampung, proyek ini memperlihatkan bagaimana pemerintah merancang fasilitas untuk mendukung mobilitas dan produktivitas para pejabat negara. Desainnya menggabungkan elemen modern dengan keberlanjutan, di mana setiap rumah memiliki luas bangunan 736 meter persegi dan berdiri di atas lahan yang cukup luas, yaitu antara 1.200 hingga 1.500 meter persegi. Rumah ini tidak hanya sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol transformasi Nusantara menjadi kota masa depan yang ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa setiap tahap pembangunan di IKN dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas. Dalam diskusi antara Otorita IKN dan BPK, disepakati pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran. Akhsanul Khaq menekankan bahwa trajektori pembangunan yang sudah berada di jalur yang benar harus terus dipertahankan. Dengan pengawasan yang ketat, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan IKN sebagai contoh tata kelola yang baik di level nasional.

Proyek IKN juga memiliki dimensi sosial yang signifikan. Dengan membangun fasilitas seperti Taman Kusuma Bangsa dan Plaza Seremoni, pemerintah menciptakan ruang publik yang nyaman, di mana warga dan pengunjung dapat berinteraksi dalam suasana yang nyaman dan asri. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Nusantara sebagai kota yang inklusif, di mana semua pihak, termasuk masyarakat lokal, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota. Proyek ini tidak hanya berfokus pada manfaat bagi pejabat negara, tetapi juga membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan.

Penting untuk dicatat bahwa pembangunan di IKN melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, yang memberikan kontribusi besar dalam menghadirkan fasilitas berkualitas tinggi. Misalnya, pembangunan Swissotel Nusantara, yang menjadi tempat rombongan BPK bermalam, adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta turut mendukung keberhasilan proyek ini. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta ini menjadi landasan kuat untuk memastikan bahwa pembangunan IKN berjalan sesuai rencana.

Dalam setiap langkah pembangunan, pemerintah melakukan pendekatan yang terencana dan holistik. Peninjauan oleh BPK, misalnya, menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang bagi pengawasan dan evaluasi independen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek yang dibiayai oleh dana publik tidak hanya sesuai dengan rencana, tetapi juga memberikan dampak maksimal bagi masyarakat luas. Kepala Otorita IKN juga menekankan bahwa laporan dan rencana kerja yang disampaikan kepada BPK dirancang untuk memberikan gambaran besar tentang arah pembangunan Nusantara. Dengan demikian, transparansi menjadi pilar utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Pembangunan IKN juga berfungsi sebagai katalisator untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya. Pemerintah memanfaatkan teknologi dan desain modern untuk memastikan bahwa kota ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga tahan terhadap tantangan masa depan, termasuk perubahan iklim. Setiap elemen, dari tata kelola keuangan hingga desain infrastruktur, dirancang untuk mencerminkan visi jangka panjang pemerintah. Hal ini memberikan harapan bahwa Nusantara akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pembangunan di IKN merupakan representasi nyata dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pengawasan yang ketat, kolaborasi antar lembaga, dan konsep desain yang inklusif, Nusantara menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang berpijak pada prinsip keadilan, keberlanjutan, dan transparansi. Proyek ini tidak hanya sekadar membangun kota baru, tetapi juga menciptakan warisan yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Dalam konteks ini, dukungan semua pihak menjadi kunci untuk memastikan bahwa Nusantara benar-benar menjadi ibu kota masa depan Indonesia.

*) Pakar Tata Kota dari Pancasila Madani Institute

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

November 7, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.