• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Program Prioritas Prabowo- Gibran Wujud Komitmen Menuju Indonesia Maju

Program Prioritas Prabowo- Gibran Wujud Komitmen Menuju Indonesia Maju

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 22 October 2024

Program Prioritas Prabowo- Gibran Wujud Komitmen Menuju Indonesia Maju

Oleh: Davine Pratama

Pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka telah menyiapkan serangkaian program prioritas yang bertujuan untuk membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik. Program-program ini mencakup berbagai sektor penting seperti ekonomi, pendidikan, infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dukungan terhadap program-program tersebut mencerminkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju. Namun, keberhasilan program-program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah saja, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, parlemen, dan sektor swasta.

Pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran memiliki komitmen kuat untuk memajukan ekonomi nasional melalui penguatan sektor ekonomi kerakyatan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Program ini bertujuan memberikan akses lebih luas kepada UMKM untuk mendapatkan modal, pelatihan, dan akses pasar yang lebih besar. Dengan dukungan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan, UMKM diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dan penguatan sektor ini diyakini akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor ekonomi adalah program hilirisasi sumber daya alam. Hilirisasi merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi di dalam negeri, sebelum diekspor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia serta mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Dengan adanya hilirisasi, diharapkan Indonesia dapat menciptakan produk-produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Pembangunan infrastruktur berkelanjutan juga menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. Melalui pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, serta fasilitas transportasi lainnya, pemerintah berupaya memperkuat konektivitas antarwilayah di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang merata akan memudahkan mobilitas barang dan jasa, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor krusial dalam mewujudkan infrastruktur yang modern dan berkelanjutan.

Selain ekonomi dan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi fokus penting dalam program prioritas pemerintahan ini. Pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran berkomitmen untuk memperkuat sektor pendidikan dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik, meningkatkan kompetensi guru, dan memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada seluruh lapisan masyarakat. Program pengembangan SDM melalui pelatihan vokasional serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar menjadi prioritas utama.

Ketahanan pangan dan energi menjadi sektor strategis yang juga menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketidakstabilan pasar energi, pemerintahan ini berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan energi. Pengembangan teknologi di sektor pertanian dan energi terbarukan menjadi prioritas utama, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Dukungan terhadap program-program strategis tersebut datang dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud, menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk menjaga stabilitas nasional serta mendukung transisi pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Menurutnya, dukungan terhadap program-program prioritas ini sangat penting untuk memastikan kelanjutan pembangunan dan kemajuan bangsa. Stabilitas nasional yang terjaga akan memungkinkan seluruh rencana pembangunan berjalan dengan lancar, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan strategis yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia, seperti ketergantungan pada impor pangan, energi, dan manufaktur. Burhanuddin meyakini bahwa pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah, sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diharapkan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Lalu, dukungan penuh juga datang dari Fraksi Partai NasDem di DPR RI. Ketua Fraksi Partai NasDem, Victor Laiskodat, menegaskan bahwa partainya memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka melalui 69 anggota Fraksi NasDem di DPR. Victor menekankan bahwa sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Presiden Prabowo sebagai presiden terpilih, NasDem telah mengambil sikap untuk bergabung dan mendukung pemerintahan. Dukungan dari parlemen sangat penting untuk memastikan program-program prioritas pemerintah dapat dijalankan dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu, dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo-Wapres Gibran merupakan wujud komitmen bersama untuk membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar. Program-program ini mencakup berbagai sektor strategis yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian nasional, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki infrastruktur, serta mewujudkan kemandirian pangan dan energi. Dukungan dari masyarakat, parlemen, dan sektor swasta sangat dibutuhkan agar seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Indonesia dapat mewujudkan visi masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing di kancah global.

)* Kontributor Jendela Baca Institute

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.