• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Program AMANAH Bersama OKP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Program AMANAH Bersama OKP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 August 2024

Program AMANAH Bersama OKP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

ACEH – Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa, lima organisasi kepemudaan (OKP) mahasiswa Aceh Selatan bersama program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) menyelenggarakan seminar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Seminar bertema “Membangun Bisnis Kreatif” ini digelar pada Rabu, 14 Agustus 2024 lalu, di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat setempat, dengan tujuan membekali generasi muda Aceh Selatan dengan pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan usaha kreatif yang berdaya saing.

Yuliana Irvana Rasyidi, yang juga menjabat sebagai Penjabat Ketua TP PKK Aceh Selatan, menyampaikan pentingnya peningkatan pendapatan UMKM di Aceh Selatan.

Ia menegaskan bahwa pendapatan UMKM harus meningkat hingga 80% untuk mencapai target usaha produktif masyarakat.

“Saya berharap masyarakat Aceh Selatan mampu bersaing dengan 23 kabupaten dan kota lainnya di Aceh, terutama dalam bidang perekonomian. Oleh karena itu, mahasiswa harus selalu berpikir kreatif dan produktif,” ujar Yuliana.

Novita Rosmita, yang merupakan anggota DPRK Aceh Selatan sekaligus seorang pengusaha, menjelaskan tentang mental dan tantangan yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha agar tidak mudah menyerah ketika memulai usaha.

“Saya yakin mahasiswa atau masyarakat Aceh Selatan umumnya memiliki kemampuan berdagang. Namun, untuk mengembangkan ide ini, diperlukan mental yang kuat serta kesiapan menghadapi jatuh bangunnya sebuah usaha,” jelasnya.

Yusra, Kepala Bidang UMKM dari Disdagperinkop Aceh Selatan, menambahkan UMKM perlu mendapatkan lebih banyak perhatian.

“Usaha Menengah dan Mikro perlu mendapatkan lebih banyak seminar seperti ini, yang merupakan langkah awal dari multi fungsi mahasiswa Aceh Selatan. Kami dari pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini di masa mendatang,” tegasnya.

Heriadi, selaku Koordinator Acara, mengucapkan terima kasih kepada OKP yang telah berkolaborasi dengan AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) dalam menyelenggarakan acara ini.

Seminar ini melibatkan lima OKP mahasiswa yang aktif di Aceh Selatan, yaitu SEMMI Aceh Selatan, BEM Politeknik Aceh Selatan, PC IPPNU Aceh Selatan, Duta Wisata Aceh Selatan, dan HMPS Poltekkes Aceh Selatan. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memaksimalkan potensi mahasiswa Aceh untuk turut serta dalam menggerakkan ekonomi daerah.
*

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.