• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Presiden Prabowo Serius Berantas Mafia Migas, DPR Dorong Panja Usut Korupsi Pertamina

Presiden Prabowo Serius Berantas Mafia Migas, DPR Dorong Panja Usut Korupsi Pertamina

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 4 March 2025

Presiden Prabowo Serius Berantas Mafia Migas, DPR Dorong Panja Usut Korupsi Pertamina

Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan mafia migas dengan mendukung penuh penyelidikan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah Komisi VI DPR RI mendorong pembentukan Panitia Kerja (Panja) untuk mengusut lebih dalam praktik korupsi yang merugikan negara.

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Adisatrya Suryo Sulisto, mengungkapkan bahwa sudah banyak anggota yang meminta agar Panja segera dibentuk.

 

“Sudah banyak permintaan dari anggota Komisi VI (agar) mendorong keberadaan Panja ini,” ujarnya.

 

Ia pun menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut, meski keputusan akhir masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

 

“Saya pun setuju, kita akan bahas lebih lanjut di Komisi VI dan keputusannya akan segera,” tambahnya.

 

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka atas dugaan pengoplosan BBM, di mana Pertalite diduga dicampur dan dijual sebagai Pertamax. Kejaksaan Agung juga telah menetapkan sembilan tersangka, termasuk enam petinggi di Sub Holding Pertamina dan tiga pihak swasta yang terlibat dalam praktik ilegal ini.

 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menyerap seluruh produksi minyak mentah bagian pemerintah guna diolah di kilang dalam negeri.

 

“Ketika kita memberikan prioritas untuk pengolahan dalam negeri, maka ekspor kita dikurangi atau bahkan ditiadakan karena kita pakai di dalam negeri,” kata Simon.

 

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menyebut masih ada tantangan dalam negosiasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar mereka juga mengalokasikan minyak mentahnya untuk kilang domestik.

 

“Tahun lalu ekspor crude (minyak mentah) kita ada sekitar 70 ribu barel per hari. Tahun ini kita didukung pemerintah, yang bagian pemerintah sudah didedikasikan untuk kilang. Namun, kita masih punya PR untuk bernegosiasi dengan KKKS lainnya yang masih menjual minyaknya ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini menegaskan perlunya reformasi besar-besaran dalam industri migas nasional. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mendukung investigasi penuh oleh Kejaksaan Agung dan mendorong kebijakan optimalisasi sumber daya energi dalam negeri.

 

Dengan adanya dorongan dari DPR RI untuk membentuk Panja, serta langkah pemerintah dalam meningkatkan transparansi di sektor migas, diharapkan skandal korupsi serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang.

 

[]

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.