• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Presiden Prabowo Pastikan Fondasi Baru Kepercayaan Investasi Indonesia

Presiden Prabowo Pastikan Fondasi Baru Kepercayaan Investasi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 31 January 2026

Presiden Prabowo Pastikan Fondasi Baru Kepercayaan Investasi Indonesia

Oleh : Erika Carolin

Di tengah perlambatan ekonomi global yang terus membayangi, Indonesia justru tampil percaya diri menegaskan posisinya sebagai tujuan investasi strategis. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memastikan fondasi baru kepercayaan investasi Indonesia dibangun secara lebih kokoh, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Pesan tersebut tercermin kuat dalam rangkaian diplomasi ekonomi Indonesia pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, sekaligus diperkuat oleh optimisme fiskal, moneter, dan fundamental ekonomi domestik.

 

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menuntaskan peran sentralnya dalam ajang bergengsi tersebut dengan memimpin Indonesia Pavilion sejak 19 Januari 2026. Bekerja sama dengan Danantara Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Indonesia Pavilion menjadi etalase utama arah baru investasi nasional mulai dari energi hijau, hilirisasi industri, pengembangan sumber daya manusia, ketahanan pangan, ekonomi digital, hingga sektor kesehatan.

 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di Davos bukan sekadar simbolik, melainkan strategi konkret membuka ruang dialog dan peluang. Pihaknya menampilkan rencana Indonesia ke depan, bagaimana agar semakin terbuka dari segi kebijakan dan regulasi. Selain itu, menampilkan berbagai peluang prioritas, terutama di bidang energi baru terbarukan, sumber daya manusia, dan keuangan.

 

Diplomasi tersebut semakin kuat dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan special address bertajuk Indonesia’s Story: Stability and Growth di forum utama WEF. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa stabilitas bisnis, politik, dan ekonomi merupakan kekuatan utama Indonesia yang harus terus dijaga sebagai prasyarat investasi berkelanjutan. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa stabilitas bisnis merupakan kekuatan kita yang berdampak positif bagi perekonomian, investasi, dan politik.

 

Kunjungan Presiden Prabowo ke Indonesia Pavilion menegaskan komitmen pemerintah menjadikan forum global sebagai ruang nyata promosi dan negosiasi strategis. Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama BKPM, Rudy Salahuddin, mencatat capaian konkret sepanjang WEF 2026. Terdapat 9 seminar dan diskusi panel, 4 pertemuan pemerintah dengan pemerintah (G-to-G), 9 pertemuan pemerintah dengan pelaku usaha global (G-to-B), serta puluhan pertemuan antar pelaku usaha (B-to-B).

 

Hasilnya pun terukur, mulai dari penandatanganan framework agreement dengan Pemerintah Yordania hingga pertemuan strategis dengan Pemerintah Swiss dan Bahrain. Diskusi intensif juga dilakukan dengan perusahaan global seperti Apple, Sumitomo, ACWA, Embraer, dan Bosaq, yang menegaskan minat serius terhadap peluang investasi berkualitas di Indonesia.

 

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Nurul Ichwan, menilai kehadiran Indonesia di Davos krusial untuk memastikan Indonesia masuk dalam radar pengambilan keputusan global. WEF adalah ruang di mana pemimpin dunia menyerap masukan sebelum menentukan arah investasi. Kehadiran Indonesia menampilkan wajah kebijakan, stabilitas, dan peluang investasi secara utuh. Ia berharap pesan yang disampaikan Presiden dan delegasi Indonesia terdiseminasi luas ke jejaring perusahaan global, memperkuat persepsi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel.

 

Sebagai bagian dari diplomasi ekonomi tersebut, Indonesia juga kembali menggelar Indonesia Night yang dihadiri lebih dari 1.000 pemimpin global, pejabat pemerintah, dan komunitas WEF. Forum ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara terbuka, stabil, dan berorientasi jangka panjang dalam membangun kemitraan investasi.

 

Menutup rangkaian WEF 2026, Rosan menyampaikan tiga pesan utama dari forum tersebut: persaingan global yang semakin ketat, teknologi dan energi sebagai fondasi investasi masa depan, serta pentingnya hilirisasi berbasis investasi berkualitas. Indonesia berada dalam posisi strategis untuk merespons dinamika tersebut dengan stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga, serta komitmen kuat pemerintah menciptakan iklim investasi kondusif.

 

Optimisme serupa juga datang dari sisi fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor tetap percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan arah ekonomi nasional yang solid. Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 menembus 5,5 persen, didorong percepatan belanja pemerintah dan momentum Lebaran. Inflasi yang terkendali di level 2,92 persen memberi ruang bagi pemerintah mendorong ekonomi lebih agresif. Pihaknya ingin mendorong ekonomi ke arah 6 persen. Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen.

 

Dari perspektif global, proyeksi Bank Dunia menunjukkan perlambatan pertumbuhan dunia ke 2,6 persen pada 2026. Namun Indonesia diperkirakan tetap solid di sekitar 5 persen. Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Hosianna Evalita Situmorang, menilai Indonesia memasuki 2026 dengan fondasi kuat: inflasi terkendali, kebijakan moneter akomodatif, likuiditas perbankan tinggi, serta investasi yang tumbuh 12,7 persen sepanjang 2025 hingga mencapai Rp1.931 triliun.

 

Hilirisasi menjadi motor utama, dengan kontribusi Rp584 triliun dan penciptaan jutaan lapangan kerja. Ke depan, pemerintah menargetkan investasi Rp2.175 triliun pada 2026 dengan fokus hilirisasi mineral, energi baru terbarukan, dan ekonomi digital. Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund juga memastikan 18 proyek hilirisasi senilai Rp600 triliun siap dijalankan tahun ini.

 

Seluruh langkah tersebut bermuara pada satu pesan utama: di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga kepastian. Fondasi baru kepercayaan investasi dibangun di atas stabilitas, keberlanjutan, dan keberanian melakukan transformasi ekonomi, menjadikan Indonesia tetap relevan dan kompetitif di tengah ketidakpastian global.

 

 

)* Pengamat Ekonomi

 

 

 

 

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

November 7, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.