• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Presiden Prabowo Hadiri Langsung May Day, Bukti Keseriusan Pemerintah Jamin Hak Pekerja

Presiden Prabowo Hadiri Langsung May Day, Bukti Keseriusan Pemerintah Jamin Hak Pekerja

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 1 May 2025

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan bagaimana komitmen kuat terhadap perlindungan bagi para buruh di Indonesia, salah satunya yakni dengan menghadiri secara langsung peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, pada 1 Mei 2025.

Langkah tersebut menjadi sinyal yang sangat jelas bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya sama sekali tidak menempatkan isu pekerja sebagai urusan pinggiran belaka.

Sebaliknya, Presiden Prabowo justru mengangkat isu ketenagakerjaan ke pusat perhatian nasional dengan kehadiran fisiknya di tengah-tengah ribuan buruh yang berkumpul untuk merayakan solidaritas dan perjuangan kelas pekerja.

 

Momentum ini jelas sekali tidak hanya sekadar simbolik semata. Banyak pihak melihat kehadiran Kepala Negara sebagai bentuk nyata bagaimana keberpihakan konkret pemerintah terhadap rakyat pekerja.

 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menilai partisipasi langsung Presiden Prabowo sebagai salah satu peristiwa yang sangat bersejarah. Menurutnya, ini adalah kali kedua dalam sejarah Republik Indonesia seorang kepala negara menghadiri secara langsung peringatan May Day, setelah Presiden Soekarno melakukannya puluhan tahun silam.

 

Said Iqbal meyakini, kehadiran tersebut mencerminkan adanya empati yang sangat mendalam dari Presiden Prabowo terhadap bagaimana nasib para buruh di Indonesia. Ia memandang Prabowo sebagai sosok pemimpin yang sangat memahami pentingnya untuk mendengar secara langsung suara para rakyat kecil.

 

Keberadaan kepala negara di tengah-tengah perayaan May Day dianggap sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap bagaimana perjuangan kaum buruh, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan dalam arus pembangunan nasional.

 

Ribuan massa buruh yang memenuhi Monas berasal dari berbagai elemen serikat pekerja yang menyuarakan enam tuntutan utama. Mulai dari penghapusan sistem outsourcing, pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani pemutusan hubungan kerja, hingga pengesahan undang-undang yang berpihak pada pekerja, termasuk RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.

 

Iqbal juga menyampaikan optimisme terhadap arah pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ke depan. Menurutnya, komitmen Kepala Negara dalam memperjuangkan bangsa ini untuk mampu menuju pada taraf kesejahteraan yang lebih baik atau welfare state membuka harapan baru bagi jutaan tenaga kerja di Indonesia.

 

Ia menegaskan bahwa semangat May Day bukanlah untuk hura-hura, melainkan ajang konsolidasi perjuangan buruh dalam menuntut keadilan dan perlindungan hak-hak dasar pekerja.

 

Sementara itu, Anggota Roundtable 98 Cipayung, Haris Rusly Moti, juga menyoroti kehadiran Presiden sebagai momen penting dalam sejarah ketenagakerjaan Indonesia. Ia menilai kehadiran Prabowo mencerminkan keberanian politik yang langka, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Haris menilai, partisipasi langsung Presiden tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai komitmen politik terhadap perlindungan kelas pekerja.

 

Lebih jauh, ia menyebut bahwa respons cepat pemerintah terhadap persoalan pemutusan hubungan kerja—melalui pembentukan Satgas PHK—merupakan langkah nyata untuk menjaga stabilitas industri nasional dan memastikan jaring pengaman sosial bagi para pekerja tetap terjaga.

 

Haris memandang keputusan untuk melibatkan serikat pekerja dalam proses kebijakan ketenagakerjaan sebagai bukti kedewasaan pemerintah dalam membangun demokrasi industrial yang partisipatif.

 

Menurutnya, kolaborasi ini mencerminkan kesadaran baru akan pentingnya dialog sosial antara pemerintah, buruh, dan pelaku usaha. Haris menekankan bahwa seluruh perayaan May Day 2025 berjalan secara damai dan terorganisir, mencerminkan kedewasaan gerakan buruh dan dukungan terhadap stabilitas nasional dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

 

Presiden Prabowo sendiri menekankan pentingnya kerja sama semua elemen bangsa untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menyadari bahwa ketegangan geopolitik global, krisis iklim, dan ketimpangan sosial menjadi tantangan serius yang mengancam kestabilan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum buruh, untuk bersatu dalam semangat persatuan nasional.

 

Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap usulan pembentukan Satgas PHK yang disampaikan oleh Said Iqbal. Ia secara langsung menginstruksikan para menterinya untuk segera menindaklanjuti usulan tersebut dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk serikat pekerja, akademisi, dan instansi terkait seperti BPJS.

 

Presiden menilai pentingnya pemetaan peluang kerja secara menyeluruh guna menampung korban PHK dan memastikan mereka tetap mendapatkan akses terhadap lapangan kerja yang layak.

 

Lebih jauh, Prabowo menggarisbawahi rencana investasi besar di sektor pertanian yang menurutnya bisa menyerap hingga delapan juta tenaga kerja baru. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan transformasi ekonomi yang inklusif, di mana buruh tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Perayaan May Day 2025 menjadi pengingat bahwa kehadiran fisik seorang Presiden di tengah massa buruh bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah pernyataan politik yang kuat.

 

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah menunjukkan bahwa hak-hak buruh tidak bisa dinegosiasikan, dan bahwa pekerja harus dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan nasional.

 

Dengan semangat persatuan yang diusung dalam May Day tahun ini, pemerintah dan pekerja tampaknya telah menemukan titik temu. Sebuah harapan baru terbuka: bahwa negara ini tengah bergerak menuju model pembangunan yang adil, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (*)

 

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.