PPKM Efektif Tekan Keterisian Rumah Sakit dan Angka Positif Covid-19

Oleh : Adelia Rahmawati

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kini mulai terkendali dengan turunnya kasus baru, kasus aktif, serta angka keterisian rumah sakit yang mulai menurun. Gubernur DKI Jakarta melalui akun instagramnya menunjukkan beberapa foto rumah sakit mulai lowong dibandingkan bulan lalu.

Dalam unggahan takarir di akun instagramnya @aniesbaswedan, Anies Baswedan menuliskan, sejak kita semua sama-sama mengurangi mobilitas, situasi pandemi di Jakarta terus mengalami penurunan dan InsyaAllah bisa keluar dari masa genting, terlihat dari keterisian IGD berbagai rumah sakit di Jakarta.

Baca Juga

Dia menambahkan dalam beberapa minggu terakhir terus memantau beberapa rumah sakit umum daerah yang ada di Jakarta. Seiring peningkatan kasus, kondisi di rumah sakit kini semakin terkendali karena kapasitas tempat tidur isolasi IGD hingga ICU tersedia.

Anies membandingkan RSUD Budhi Asih dan RSKD Duren Sawit, yang bulan lalu begitu penuh hingga selasar depan IGD pun dipenuhi oleh pasien yang antre masuk ke dalam IGD, kamar rawat inap dan ICU. Saat ini kedua rumah sakit tersebut menunjukkan selasar IGD sudah kosong, pasien dapat langsung masuk ke IGD. Situasi menurut catatan Pemprov juga terjadi di banyak RSUD di Jakarta.

Dengan kapasitan rumah sakit yang semakin turun, Anies mengharapkan semakin banyak pasien yang sembuh dan semakin sedikit yang harus masuk RS.

Dengan begitu beban di fasilitas kesehatan akan terus berkurang. Anies juga mengungkapkan bahwa implementasi PPKM efektif untuk mengendalikan Covid-19 di Ibu Kota. Ia mengatakan, meski kasus aktif semakin menurun namun pandemi Covid-19 masih belum selesai karena masih ada 3 ribu kasus baru per hari. Saat ini positifity rate di Jakarta di level 15% dan keterisian tempat tidur 70%.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat, tingkat keterisian RS di Jakarta untuk perawatan Covid-19 kini sudah menurun hingga 65%. Tingkat keterisian RS yang paling tinggi yakni Jakarta Pusat 81%, Jakarta Barat 77%, Jakarta Selatan 76%, Jakarta Timur 66%, Jakarta Utara 54% dan Kepulauan Seribu 33%.

Pada kesempatan berbeda, pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat Bed Occupancy Rate (BOR) tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit tinggal 56%. Kondisi ini menurun secara signifikan dibandingkan puncaknya pada Juli lalu yang mencapai 90% lebih. Kondisi keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 saat ini juga berada di bawah standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu maksimal 60%.

Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi dr Sumarti mengonfirmasi terjadi penurunan pasien Covid-19 di rumah sakitnya. Menurutnya, 50% lebih kapasitas tempat isolasi untuk pasien Covid-19 tidak terisi.

Kapasitas bed atau tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Bekasi sebanyak 317 unit, yang terpakai saat ini sekitar 120 tempat tidur. Padahal, ketika puncaknya pada Juni-Juli lalu, keterisian mencapai 280 atau di atas 90%.

Ia juga menambahkan, bahwa tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi, melakukan skrining pra UGD sehingga pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan, bisa dikirim ke hotel, sehingga pasien yang dirawat adalah pasien yang betul-betul dalam kondisi sedang dan berat. Selain itu disampaikan pula bahwa ketersediaan obat-obatan dan oksigen untuk pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Bekasi cukup memadai.

Di tempat berbeda, setelah 2 jilid PPKM, BOR di Banjarnegara mengalami terjun bebas ke angka 52,65%. Kondisi tersebut tercermin dari menurunnya angka BOR di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang mengalami penurunan BOR hingga menyentuh angka 45,49%.

Direktur bagian perencanaan, Organisasi dan Umum drg Muhammad Kamaruzzaman mengatakan, pada Juli lalu terdapat 291 pasien Covid-19 yang dirawat di RSHS. Namun, seletah dua jilid pelaksanaan PPKM, jumlah pasien Covid-19 menurun hingga ke angka 154 pasien. Sedangkan untuk ketersediaan tempat tidur sudah ada penurunan per 1 Agustus sebanyak 45,49% dibandingkan bulan Juli yang rata-rata keterisiannya mencapai 75,8%.

Berkurangnya keterisian tempat tidur di rumah sakit rupanya dilandasi oleh penerapan PPKM yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa PPKM efektif untuk mengurangi beban nakes dan keterisian pasien Covid-19 di Rumah Sakit.

Penulis adalah warganet tinggal di Depok

Related Posts

Add New Playlist