• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»PPKM Efektif Menurunkan Kasus Corona

PPKM Efektif Menurunkan Kasus Corona

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 1 August 2021

Oleh : Putu Raditnya

Sebagian masyarakat agak kaget ketika durasi PPKM terus diperpanjang. Namun mereka wajib mengerti bahwa tujuannya baik, karena PPKM terbukti menurunkan kasus corona.

Sejak awal juli 2021 di Jawa, Bali, dan sebagian wilayah Sumatera serta beberapa tempat lain terkena PPKM. Pembatasan mikro dilakukan dengan ketat dan ada penyekatan di perbatasan antar kota dan provinsi. Selain itu, jam buka pasar, Mall, dan tempat umum lain dibatasi dengan ketat, meski belakangan ada pelonggaran waktu buka.

Aturan yang ketat selama PPKM membuat sebagian masyarakat shock, tetapi mereka harus mengerti alasannya. Sebelum PPKM diberlakukan, kasus corona makin tinggi, bahkan mencapai 50.000 pasien per hari, sedangkan kita tentu tidak mau terkena penyakit berbahaya ini. Sehingga jalan satu-satunya adalah dengan membatasi mobilitas masyarakat saat PPKM berlangsung.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa kasus Covid di Jawa mulai melandai. Dalam artian, PPKM benar-benar berhasil untuk melawan ganasnya corona. Dari data tim satgas Covid, tanggal 24 juli 2021 pasien per hari masih lebih dari 49.000 orang. Sedangkan per tanggal 29 Juli 2021, pasien Covid ada lebih dari 44.000 orang.

Penurunan ini menunjukkan keberhasilan PPKM.
Penurunan jumlah pasien terjadi karena saat mobilitas masyarakat dibatasi, otomatis mereka malas pergi keluar kota. Penyebabnya karena jelas ada penyekatan di perbatasan. Sehingga mereka tidak bisa terkena corona dari wilayah zona merah atau menularkan virus Covid-19 ke tempat lain.

Jangan lupakan fakta bahwa banyak OTG yang tidak merasa sakit, tahu-tahu tumbang karena corona. Sehingga jika mereka stay at home akan lebih cepat tanggap ketika pusing dan demam lalu cepat-cepat tes rapid atau swab agar tahu hasilnya. Lantas mereka akan mencari kamar di RS atau isolasi mandiri selama 14 hari untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Berbeda dengan ketika berada di perjalanan, akan lebih abai pada kesehatan. Namun saat datang, tahu-tahu kolaps dan terancam nyawanya. Oleh karena itu, pembatasan mobilitas saat PPKM memang amat penting untuk mencegah hal-hal seperti ini. Nyawa hanya 1 sedangkan perjalanan bisa dilakukan kapan-kapan.

Presiden Jokowi menambahkan, kebijakan PPKM diambil karena pada akhir juni 2021 di Jawa dan Bali semua wilayah berada di titik merah. Sehingga mau tak mau program ini harus diberlakukan untuk menekan angka kasus corona. Dalam artian, pemerintah bertindak tegas dengan menyetop mobilitas agar tidak ada tragedi yang terjadi gara-gara corona.

Masyarakat sudah legowo ketika PPKM terus diperpanjang (entah sampai kapan), karena mereka mengetahui fakta bahwa program ini bisa menurunkan angka kasus corona di Indonesia. Sehingga mereka tidak nggerundel, bahkan berdemo untuk menentangnya. PPKM dijalani dengan ikhlas, karena kita semua ingin sehat.

Saat menjalankan PPKM level 4 maka masyarakat juga mengiringinya dengan menaati protokol kesehatan 10M, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, dan lebih sering berada di rumah saja. Lagipula dari kantor juga menetapkan kebijakan work from home dan anak-anak juga school from home. Mereka paham bahwa semua ini dilakukan agar tidak terkena corona.

PPKM terbukti ampuh dalam menurunkan kasus corona. Oleh karena itu kita wajib menaati program ini dan lebih sering stay at home. Jangan malah nekat menerobos pembatasan hanya karena bosan di rumah. Ingatlah bahwa corona bisa mengintai di luar sana dan virus Covid-19 varian delta lebih berbahaya, karena merupakan hasil mutasi ganda.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.