• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»PON XX Mendongkrak Ekonomi Papua

PON XX Mendongkrak Ekonomi Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 15 October 2021

Oleh : Laurentius Lokbere

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX bukan sekadar pesta olahraga tetapi juga jadi ajang untuk mengerek perekonomian Papua. Di tengah pandemi, tetap terjadi surplus finansial di Bumi Cendrawasih, sehingga menunjukkan bahwa PON sangat berpengaruh positif pada warga Papua.

PON XX diadakan di Papua sejak awal Oktober lalu. Keberadaan PON menjadi sangat istimewa karena baru pertama kali diselenggarakan di Papua. Apalagi acara ini tetap diadakan di tengah pandemi, mengingat misinya untuk mempersatukan Indonesia dalam sebuah lomba berskala besar.
Selain mempererat persahabatan antar provinsi, PON XX juga mendongkrak perekonomian Papua. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad menyatakan bahwa PON menaikkan ekonomi Papua sekitar 1,5%. Penyebabnya karena saat acara ini berlangsung, diiringi dengan Festival PON Kopi.
Musaad menambahkan, saat PON XX berlangsung, ada sekitar 7.000 orang tamu yang datang mengunjungi Papua, dan ada peredaran uang, sehingga roda perekonomian bergulir lagi dengan lancar. PON XX adalah ajang untuk memperkuat UMKM di Bumi Cendrawasih. Upaya yang dilakukan pemerintah ini tentu sangat menguntungkan bagi rakyat Papua.
Ketika ada festival maka UMKM juga dibantu pemerintah dengan menyediakan meja dan gerobak, serta fasilitas-fasilitas lainnya. Barang-barang ini masih boleh dipakai, bahkan setelah PON XX selesai. Sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk berjualan, dan tetap bertahan meski di tengah pandemi.
Selain itu, pemerintah juga membantu UMKM dengan memesan beberapa jenis suvenir pada mereka. UMKM asli Papua menggunakan kebudayaan dan kearifan lokal dalam suvenir yang diproduksi, sehingga makin eksotis. Produk-produk suvenir juga bisa dibeli secara online, sehingga penonton PON XX di luar Papua juga bisa memesannya.
Pemerintah juga memberikan pinjaman lunak kepada pengusaha UMKM yang disalurkan melalui Bank Papua, sejumlah 10 juta per orang. Pinjaman ini tanpa bunga sama sekali, karena bunganya ditanggung oleh pemerintah. Dengan adanya stimulus ini maka diharap UMKM bisa menambah modal dan berdagang dengan semangat.
Diharap dengan berbagai fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, maka perekonomian di Papua naik kembali. Jadi mereka bisa melihat bahwa PON XX bukan sekadar lomba olahraga, melainkan ajang untuk mempromisikan kekayaan alam di Bumi Cendrawasih, sekaligus menjadi penggerak agar finansialnya baik kembali.
Saat pandemi hampir semua sektor kena pukulan, termasuk pariwisata. Hal ini sangat berpengaruh bagi UMKM yang berjualan makanan di sekitar tempat wisata atau yang berjualan suvenir. Akan tetapi, dengan bantuan dari pemerintah saat PON XX diselenggarakan, mereka memiliki harapan baru untuk terus maju.
Produsen noken juga menjadi prioritas, bahkan Presiden Jokowi sendiri yang mendatangi para mama yang berjualan di depan panti asuhan di Papua. Beliau membayar dengan harga yang sangat tinggi untuk 2 buah noken, juga memesan kembali dalam jumlah besar. Tujuannya agar saat para atlet diberi medali di podium, juga bisa dikalungkan noken, sebagai simbol bahwa mereka pernah berlaga di Papua.
Perekonomian Papua memang terdampak saat pandemi, tetapi warganya tidak mau menyerah. Pengusaha UMKM di Bumi Cendrawasih tetap berusaha keras agar bisnisnya maju lagi. Mereka amat senang ketika ditolong oleh pemerintah dengan diberi meja dan pinjaman modal tanpa bunga.
Ketika ada festival yang diselenggarakan dalam rangka PON XX, maka para pedaganglah yang akan diuntungkan. Penyebabnya karena jualan mereka akan diserbu pembeli, dan mayoritas tamu dari luar Papua akan berbelanja suvenir serta oleh-oleh. PON XX bagi rakyat bukan sekadar tontonan, tetapi juga jadi ajang untuk menaikkan kembali perekonomian di wilayah Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bandung

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.