• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»PON XX 2021 Momentum Percepat Pemerataan Pembangunan Di Papua

PON XX 2021 Momentum Percepat Pemerataan Pembangunan Di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 15 June 2021

Oleh: Defaryo Kagoya

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua merupakan momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia dalam mempercepat pemerataan pembangunan Papua. Pembangunan prasarana dan sarana cabang-cabang olahraga akan diikuti oleh dukungan pembangunan infrastruktur dasar lainnya yang mendukung pengembangan wilayah Papua.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyampaikan perhatian Presiiden Jokowi terhadap PON XX Papua sebagai suatu hal yang unprecedented, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PON. Hal ini ditunjukkan dengan kemajuan pembangunan infrastruktur olahraga di Tanah Papua yang masif. Inilah sebagai bukti komitmen Pembangunan Indonesia-sentris yang dicanangkan Presiden, dimana Tanah Papua menjadi prioritasnya.

PON XX dipastikan akan di gelar di Papua pada 2-15 Oktober 2021, dengan mengangkat tagline “Torang Bisa!” yang merupakan bentuk penyemangat khas masyarakat Papua yang tercermin dari kemampuan panitia melaksanakan PON dan mampu beradaptasi pada kondisi pandemi. Lokasi penyelengaraan PON XX terbagi kedalam 4 kluster, yaitu kota Jaya Pura, kabupaten Jayan Pura, kabupaten Mimika, dan Merauke.

Sosialisasi penyelenggaraan PON terus dimasifkan dengan menggandeng pesepak bola nasional, Boaz Salossa serta publik figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Boaz ditunjuk sebagai duta, karena merupakan represntasi Papua sebagai tuan rumah dan sebagai putra daerah yang memiliki prestasi serta kehidupan sosial yang baik. Sedangkan Raffi dan Nagita ditunjuk sebagai ikon, karena memiliki follower dan kapasitas sebagai influencer yang dapat menyosialisasikan PON XX dalam waktu singkat.

Penentuan Papua sebagai tuan rumah merupakan bukti nyata kepedulian Pemerintah terhadap Papua. PON XX akan menjadi momentum perputaran ekonomi yang melibatkan wirausaha Papua dalam mempromosikan produknya terhadap 34 provinsi yang akan berkunjung ke Papua. PON XX juga akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, karena meninggalkan warisan pembagunan yang akan mendorong percepatan pembangunan di Papua.

Objek wisata Papua akan menunjukkan pesonanya dalam menyambut para atlet dan menarik para pendatang untuk berkunjung. Budaya Papua juga akan turut serta menunjukkan keunikkannya dalam menarik para pendatang. Hal tersebut akan menciptakan peluang yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah persiapan terus dilakukan pemerintah dalam mensukseskan ajang olahraga nasional utama tersebut, seperti pembangunan venue, perbaikan jaringan internet, strategi keamanan dan protokol kesehatan. Pembangunan venue dipastikan hampir rampung untuk dapat digunakan saat PON XX dimulai. Disamping itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), sehingga dukungan transmisi bisa berlangsung dengan baik.

Dari segi keamanan, TNI dan Polri bekomitmen akan senantiasa menjaga keamanan PON XX dan telah mempersiapkan strategi pengamanan dengan melibatkan stakeholders, seperti pemerintah provinsi, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Dari segi protokol kesehatan, pemerintah akan memberikan vaksinasi kepada panitia, atlet, tim dan masyarakat sekitar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan, atlet, tim dan pihak terkait akan melakukan tes Covid-19 setiap 4 hari sekali.

Papua bangga menjadi tuan rumah, hal tersebut terlihat pada antusias masyarakat dalam menyambut penyelenggaraan PON XX yang akan menampilkan keunggulan serta keunikan daerah. Papua juga menegaskan kesiapan penyelenggaraan PON XX, terbukti dengan terbangunnya venue dan fasilitas pendukung yang dipastikan siap digunakan saat PON XX dimulai.

PON XX di Papua adalah penguatan jatidiri bangsa Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke, dari Asia sampai ke Pasifik, dari tanah Melayu sampai ke kepulauan Melanesia. Pelaksanaan PONXX juga tidak terlepas dari upaya percepatan pembangunan kesejahteraan Tanah Papua serta semangat dan jiwa berolahraga yang melekat serta identik dengan Tanah Papua. Oleh Karena itu mari seluruh elemen bangsa Indonesia agar turut mensukseskan event historis PON XX 2021 di Papua. XX bukan sekedar menjadi harga diri Papua, tapi menjadi harga diri Indonesia

(Mahasiswa Papua di Jayapura)

 

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.