Penyidik Polda Metro Jaya membuka peluang memeriksa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebagai saksi kasus judi online.
Pemanggilan Budi Arie tergantung hasil penyelidikan yang sedang berjalan. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 11 oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kita dalami ya,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra, Selasa, 5 November 2024.
Wira belum bicara gamblang terkait pemanggilan Budi Arie. Dia masih menunggu hasil penyelidikan rampung dan enggan berspekulasi lebih jauh mengenai hal itu.
Sebelumnya, salah seorang pegawai Komdigi yang belum disebut identitasnya mengatakan terdapat 1.000 situs judi online yang dijaga olehnya agar tak kena blokir dan 4.000 situs yang dilaporkan ke atasannya untuk diblokir.
Pelaku mengaku mendapatkan keuntungan senilai Rp 8,5 juta dari tiap situs judi online yang dijaga agar tak diblokir. Dari hasil menjaga situs itu, dia bahkan dapat memberi upah sejumlah pegawai sebagai admin dan operator senilai Rp 5 juta tiap bulannya.
Mengelola Risiko Digital: Peran PP TUNAS di Era Konektivitas Tinggi Oleh: Dimas Arya Transformasi digital…
PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Generasi dari Risiko Digital Oleh: Bimo Kustoro Perkembangan teknologi digital…
Pemerintah Kabupaten Pelalawan provinsi Riau mulai mendorong percepatan legalitas tanah ulayat. Kegiatan yang digelar oleh…
Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian Jakarta, - Pemerintah menghadirkan langkah strategis…
Pemerintah Kampanyekan “Tunda Layar”, PP TUNAS Perkuat Etika Digital Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya…
Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh Oleh : Dewi Anjani Kesejahteraan buruh merupakan salah…