• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pidato Presiden Prabowo Gaungkan Persatuan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

Pidato Presiden Prabowo Gaungkan Persatuan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 20 October 2024

Pidato Presiden Prabowo Gaungkan Persatuan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdana sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Minggu (20/10). Presiden Prabowo menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya persatuan, keberanian menghadapi tantangan, serta komitmennya untuk bekerja demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Prabowo, yang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menekankan bahwa kepemimpinannya tidak hanya untuk mereka yang memilihnya, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. “Kami akan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas segala golongan apalagi kepentingan pribadi kami,” tegas Prabowo dalam pidatonya yang disambut antusias oleh para hadirin.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengakui bahwa Indonesia memiliki tantangan besar di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Meski begitu, ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus tetap optimis karena negara ini diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun, Prabowo mengingatkan bahwa dengan segala potensi tersebut, bangsa Indonesia juga harus siap menghadapi berbagai tantangan, rintangan, dan ancaman yang ada di depan mata. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh rakyat untuk tidak takut menghadapi kesulitan, dan menegaskan bahwa sejarah Indonesia penuh dengan keberanian dan pengorbanan. “Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang rakyatnya merdeka, bebas dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari penderitaan,” lanjutnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan. Ia menyatakan bahwa kepemimpinannya akan mendorong suasana kebersamaan dan kerja sama antar semua elemen masyarakat, dan menghindari perpecahan yang dapat merusak kemajuan bangsa. “Kita perlu pemimpin-pemimpin yang arif, bijaksana, yang mengerti dan cinta budaya serta sejarah bangsa sendiri,” ungkapnya.

Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya adalah komitmen untuk memastikan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pemerintahannya akan berfokus pada upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama wong cilik. “Cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik bisa senyum, bisa tertawa,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuasaan yang diemban oleh pemerintah berasal dari rakyat dan harus dijalankan demi kepentingan rakyat. Setiap pemimpin di semua tingkatan diharapkan selalu mengutamakan rakyat dalam setiap kebijakan yang dibuat. “Kita harus selalu ingat bahwa kekuasaan itu adalah milik rakyat, kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat,” tuturnya.

Dengan pidato yang penuh semangat dan visi yang jelas, Presiden Prabowo Subianto menutup dengan keyakinan bahwa Indonesia akan mampu mencapai cita-citanya sebagai bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Pemerintahan Prabowo-Gibran siap untuk bekerja keras dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih bersatu selama lima tahun ke depan.

“Marilah kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, rakyat cukup sandang, pangan, papan,” ujar Presiden Prabowo menutup pidatonya, menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen bangsa dalam mencapai tujuan bersama.

Dengan semangat persatuan dan visi yang kuat, pemerintahan Prabowo-Gibran siap untuk memimpin Indonesia menghadapi berbagai tantangan global dan domestik, serta memastikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. []

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.