• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 21 September 2026

Oleh : KH Anis Maftukhin

Viral. Zaman sekarang menyebutnya begitu. Dulu, istilahnya nggregeti—bikin gelisah. Bikin nurani tidak bisa diam.

Video pidato K.H. Hasan Abdullah Sahal di peringatan Seabad Gontor itu menyebar kilat. Bagi jutaan netizen, tontonan itu menggetarkan. Tapi bagi saya, video tersebut bak mesin waktu. Ia melempar ingatan saya kembali ke tahun 1996.

Saat itu, saya duduk di kelas 6 KMI. Pak Kiai Hasan sendiri yang turun tangan mengajar kami *Musthalah Hadits*. Suaranya lantang. Wibawanya meruntuhkan nyali siapa saja yang berniat main-main.

Saya masih ingat betul rasanya dihukum berdiri di tengah kelas. Gara-garanya sepele: ketahuan mengantuk saat beliau mengajar. Malu? Tentu saja. Tapi dari hukuman sederhana itulah, ketegasan, kedisiplinan, dan kesahajaan beliau menancap abadi di dada.

Kini, puluhan tahun berlalu. Beliau berdiri di gedung BPPM yang baru diresmikan. Ketegasannya sama sekali tidak luntur. Bedanya, yang duduk di hadapannya kali ini bukan santri kelas 6 yang mengantuk, melainkan Presiden Republik Indonesia.

Tanpa teks. Tanpa *teleprompter*.

Kiai Hasan bicara lurus dari hati. Ia menyuarakannya dari napas wakaf cinta Trimurti pendiri pondok. Dari sana, meluncurlah kalimat-kalimat magis yang membuat jutaan orang terpukau. Kutipan-kutipannya bertebaran seketika; jadi *caption* Instagram, *status* WhatsApp, hingga riuh di kolom komentar.

Satu kalimat yang paling menggemuruh: “Di atas hanya Allah. Di bawah hanya tanah.”

Hanya delapan kata. Tapi menghantam keras. Delapan kata yang meringkas sejilid kitab filsafat tawadhu, sekaligus menelanjangi kesombongan dunia.

Di depan kepala negara, guru saya itu tidak merengek minta proyek. Tidak pula menyodorkan proposal anggaran. Beliau justru melempar pesan tajam yang bikin jagat maya merinding: “Kalau makanan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya melebihi milik santri—protes boleh, kritik boleh, demo boleh.”

Netizen terharu. Banyak yang lekas menangkap sindiran halusnya. Sebab di negeri ini, jarang sekali ada yang berani menaruh cermin kejujuran sebesar itu tepat di depan wajah kekuasaan.

Beliau mengingatkan sebuah adab yang mulai langka: pemimpin pantang hidup lebih mewah dari rakyatnya. Pesan itu makin mengena dengan filosofi STIR (*Sabar, Tawakal, Ikhlas, Ridho*). Sebuah tamparan selembut kapas, tapi berbekas sangat lama.

Di tengah keriuhan itu, komentar akun @MImron-hq2yu mencuri perhatian: *”Gontor perekat umat — berdiri di atas untuk semua golongan.”

Itu bukan klise. Pak Kiai sendiri membuktikannya dengan jenaka: anak NU masuk Gontor, keluar tetap NU. Anak Muhammadiyah masuk, keluar tetap Muhammadiyah. Pak Kiai bahkan berkelakar soal gelar barunya: *Hasan Abdullah Aswabi—Aswaja Wahabi*. Katanya, beliau dianggap Muhammadiyah yang agak Wahabi, tapi semua menantunya NU.

Saya tertawa membayangkan adegan itu. Di tengah bangsa yang mudah retak hanya karena beda *hashtag*, ada pondok yang menyatukan umat tanpa merampas identitas masing-masing. Itulah hakikat pendidikan. Bukan indoktrinasi. Apalagi sekadar *branding*.

Kini, sepetak tanah 1,2 hektar itu telah berbiak jadi 1.200 hektar. Dari julukan awal *nggon kotor* di masa silam, menjelma sempurna menjadi *nggon inspirator*. Semuanya dicapai tanpa penawaran saham di bursa, tanpa pengerahan *buzzer*. Modalnya murni iman, dividennya keikhlasan.

Membaca ratusan ribu komentar netizen, ujungnya mengerucut pada satu titik kerinduan. Rakyat sejatinya hanya merapalkan satu doa: mendamba pemimpin yang takut kepada Allah dan sayang kepada umatnya.

Sebagai santri alumni ’96, dada saya berdesir. Ada bangga yang membuncah. Bangga pada Gontor yang tak pernah goyah di tengah bisingnya zaman dan rebutan jabatan. Dan teramat bangga memiliki sosok ayah, guru, sekaligus kiai hebat yang hidupnya setia pada kesahajaan.

Beliau mengajarkan bangsa ini untuk kembali punya nyali. Mengingatkan lagi pada doktrin khas KMI: *”Takut salah itu saalah.”

Seratus tahun Gontor bukanlah garis akhir. Ini baru muqaddimah. Di Gontor, kami memang tidak diajarkan Alfiyah, melainkan dididik menyelami nalar kritis lewat Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd.

Lewat kitab perbandingan mazhab legendaris itulah, kami tidak dicetak untuk taklid buta. Kami dilatih merunut sebab-akibat (*asbab*) sebuah perbedaan, merawat logika keadilan berpikir (*ijtihad*), dan menatap *ikhtilaf* secara objektif.

Maka, sangat pantas jika pondok ini terus menetaskan generasi toleran yang mampu menjadi perekat umat. Tahniah, selamat satu abad almamater tercinta. Sebuah penghormatan yang teramat layak untuk disematkan.

Barakallahu fiikum. Wa ila mazid.

*Alumni Gontor Tahun 1996, Pegiat Literasi Islam dan Pengasuh Pondok Pesantren WALI, Tuntang, Kab Semarang

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

September 21, 2026

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

September 21, 2026

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

Pidato Kyai Gontor: Cermin Kejujuran di Hadapan Kekuasaan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Oleh : KH Anis Maftukhin Viral. Zaman sekarang menyebutnya begitu. Dulu, istilahnya nggregeti—bikin gelisah. Bikin…

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi   Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

Komitmen Pemerintah Selesaikan Kasus HAM Mendapat Apresiasi Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Komitmen Pemerintah Selesaikan Kasus HAM Mendapat Apresiasi Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran Oleh: Atika Permata Jelang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.