• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Petinggi OPM Insyaf Setelah Tahu Dicurangi Kolonial Belanda

Petinggi OPM Insyaf Setelah Tahu Dicurangi Kolonial Belanda

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 8 August 2022

Petinggi OPM Insyaf Setelah Tahu Dicurangi Kolonial Belanda

Oleh : Rebecca Marian

Kemerdekaan Papua adalah isu pecah belah yang sengaja dihembuskan pihak penjajah. Salah satu petinggi dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bahwa dirinya telah tersadar dan insyaf setelah mengetahui betapa liciknya kecurangan dan kebohongan yang dilakukan oleh Belanda dengan mengganti fakta sejarah.

Sejauh ini Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang seringkali menciptakan suatu tindakan yang sangat berpotensi untuk menimbulkan disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka terus saja menuntut supaya bisa dimerdekakan dari Indonesia dan seolah merasa sedang terjajah.

Namun belakangan tersiar kabar cukup mengejutkan bahwa ternyata selama ini tipu muslihat dan kecurangan kolonial Belanda untuk menghasut mereka akhirnya perlahan disadari oleh OPM sendiri.

Pasalnya justru seorang Nicholas Messet yang merupakan salah satu pendiri dari OPM itu sendiri mengungkapkan sebuah pengakuannya.

Perlu diketahui bahwa Nicholas Messet sendiri juga merupakan salah satu mantan petinggi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau yang sekarang juga disebut sebagai Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Dirinya mengaku bahwa belakangan berhasil mengungkap dan menyadari kalau sudah dicurangi oleh pihak kolonial Belanda.
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa memang sebenarnya salah satu strategi politik yang dilancarkan oleh kolonial Belanda sejak dulu ketika masa penjajahan di Indonesia adalah menggunakan strategi pecah belah, yang mana ternyata hal tersebut terus saja dilakukan dengan menghasut Papua agar merasa kalau mereka dirugikan oleh NKRI dan segera menuntut untuk melakukan pembebasan diri.
Awal mula dari terbentuknya Organisasi Papua Merdeka (OPM) sendiri adalah ketika sebenarnya pihak Belanda sama sekali masih belum merelakan tanah subur di Papua harus bergabung dengan NKRI supaya suatu saat mereka bisa terus memanfaatkannya sehingga dibuatlah cerita bahwa memang sejak dulu seolah Papua bukanlah bagian dari Indonesia sehingga seakan-akan mereka masih terus dalam kondisi dijajah.
Setelah mengetahui kalau terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pihak kolonial Belanda, segera Nicholas Messet justru menegaskan bahwa dirinya ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi lantaran dia sudah selama 40 tahun belakangan ini terus saja mencoba untuk mencari arti kemerdekaan yang sesungguhnya bagi tanah Papua.
Bahkan disebutkan kalau pencarian yang telah dilakukan oleh Nicholas Messet benar-benar penuh dengan komitmen lantaran dia sampai rela terus malang melintang hingga ke Amerika Serikat. Ternyata Messet ketika terbang ke Negeri Paman Sam tersebut melakukan pertemuan dengan salah satu sosok pemimpin Papua yang juga terpilih menjadi Wakil Presiden dari Dewan Nugini yang mengatur koloni Belanda, Nugini Belanda, yakni Nicolaas Jouwe.
Dalam pertemuan yang terjadi dengan Jouwe tersebut, di sana Nicholas Messet mengaku sangat terhentak ketika mendengarkan cerita langsung dari Jouwe tatkala dirinya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) kala itu, John F Kennedy. Beliau memperingatkan Jouwe dan berhasil menyadarkannya bahwa ternyata selama ini OPM Papua memang telah dicurangi oleh Belanda.
Sebagai informasi, Nicolaas Jouwe sendiri sebenarnya sudah sejak konferensi perundingan ketika Irian Barat diserahkan kepada Indonesia pada Oktober 1962 dia langsung memilih untuk tinggal di Belanda lantaran enggan kembali ke tanah kelahirannya sendiri. Namun semua perspektifnya langsung berubah tatkala bertemu dengan John F Kennedy.
Bagaimana tidak, pasalnya secara gamblang John F Kennedy menjelaskan kepada Jouwe bahwa ternyata sudah sejak lama sebenarnya Papua itu juga menjadi bagian dari Hindia-Belanda, yakni sejak 24 Agustus tahun 1828, yang mana berarti memang Papua sendiri sudah sejak sangat lama merupakan bagian dari Indonesia.
Seketika setelah mengetahui kebenaran tersebut, akhirnya Nicholas Messet yang merupakan salah satu pendiri dari OPM Papua ini langsung memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia. Ketika sudah sangat lama malang melintang untuk benar-benar mencari arti dari kemerdekaan untuk Papua, akhirnya dirinya mengaku sekarang sudah sadar setelah mendengarkan cerita langsung dari Jouwe tersebut dan pada tahun 2007 akhirnya memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.
Padahal sebelumnya, Nicholas Messet sendiri mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang turut serta ketika pengibaran bendera bintang kejora Papua pada tanggal 1 Desember 1961. Ketika pengibaran yang terjadi sekitar 59 tahun lalu tersebut, bahkan dia sendiri masih berusia 15 tahun dan memang tidak banyak orang yang menghadiri acara tersebut.
Meski begitu, setelah menyadari betapa kejinya kolonial Belanda untuk berusaha melakukan politik pecah belah dengan mengganti fakta yang ada, akhirnya saat ini dengan sangat tegas Nicholas Messet menjelaskan bahwa Papua memang merupakan bagian dari Indonesia dengan tanggal kemerdekaannya yakni 17 Agustus 1945.
Bukan hanya sekedar menegaskan kalau dirinya sudah benar-benar mengakui bahwa tanah Papua adalah bagian dari Bumi Pertiwi, namun bahkan saat ini Messet berusaha untuk terus mengajak para simpatisan dari OPM Papua lainnya supaya bisa tersadar dan terbangun dari angan-angan yang diciptakan oleh koloni Belanda seperti dirinya dulu, dia mengajak seluruh OPM Papua saat ini supaya jangan sampai turut terhasut oleh tipu muslihat Belanda.
Tidak tanggung-tanggung, Messet sendiri juga menambahkan bahwa bendera bintang kejora Papua menurutnya saat ini adalah sebuah kenangan lama, kenangan saat dirinya masih tertipu oleh Belanda supaya bisa terlepas dari NKRI. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang Papua merupakan bagian dari NKRI sejak dulu, sehingga segala macam bentuk disintegrasi sudah sepatutnya bisa dihindari dan dicegah untuk kemajuan Bangsa ini.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.