• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Peringatan Hari Pancasila Momentum Bersama Tangkal Radikalisme

Peringatan Hari Pancasila Momentum Bersama Tangkal Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 31 May 2024

Peringatan Hari Pancasila Momentum Bersama Tangkal Radikalisme

Oleh : Ni Luh Made Kusuma

Hari Kelahiran Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi sebuah momen penting untuk merefleksikan kembali betapa krusialnya ideologi Pancasila dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih waspada dan aktif dalam menangkal penyebaran radikalisme yang semakin meresap melalui berbagai media, khususnya internet.

Pancasila, dengan nilai-nilai kebersamaan dan toleransinya, menjadi tameng yang harus terus diperkuat untuk menghadapi tantangan ideologi alternatif yang sering kali memicu perpecahan.

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menyampaikan bahwa era globalisasi membawa tantangan besar bagi ketahanan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI. Berbagai ideologi alternatif mudah merasuki masyarakat melalui media informasi yang semakin mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak muda.
Radikalisme, sebagai ideologi yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan, menjadi salah satu ancaman terbesar. Distorsi pemahaman agama sering kali menjadi akar dari sikap radikal dalam beragama, di mana pemahaman yang harfiah atau literal terhadap dalil agama menimbulkan kekakuan dan intoleransi.
Internet telah menjadi saluran utama untuk menyebarkan dan mempelajari konten keagamaan, terutama di kalangan generasi milenial. Taufiq menekankan bahwa generasi muda harus lebih cerdas dalam menyaring konten radikal di media sosial. Sebuah penelitian yang diawasi oleh Guru Besar UIN Bandung menunjukkan bahwa 58 persen anak muda lebih suka belajar agama melalui media sosial seperti YouTube atau Instagram.
Fenomena ini menunjukkan bahwa anak-anak muda cenderung lebih mengenal pendakwah individual di dunia maya dibandingkan organisasi keagamaan tradisional. Tren hijrah dan Syar’i, yang menyempit pada gaya hidup, pakaian, dan kelompok pengajian, semakin populer berkat peran influencer dan digital marketing.
Arus informasi yang deras membuat sulit bagi kita untuk membedakan mana yang valid dan mana yang tidak. Konten dakwah online sering kali dikuasai oleh kelompok-kelompok yang cenderung tertutup terhadap Muslim yang memiliki pandangan berbeda.
Pencarian di internet dengan kata kunci tertentu hanya akan menghasilkan referensi yang relevan dengan kata kunci tersebut, yang akhirnya bisa mempersempit pemahaman agama. Hal ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bagi kalangan milenial yang sangat terbiasa dengan media sosial.
Fakta menunjukkan bahwa perekrutan anak muda ke dalam organisasi radikal mayoritas dilakukan melalui media sosial. Penguatan civil society atau masyarakat sipil adalah kunci untuk menghalau radikalisme.
Taufiq menekankan bahwa kegiatan kontra radikal-terorisme harus dilakukan secara simultan dan efektif oleh seluruh lapisan pemerintah dan masyarakat. Ini bukan hanya tanggung jawab polisi atau tentara, tetapi juga seluruh masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945 untuk bersama-sama menjaga NKRI.
Praktisi Digital, Ismail Cawidu, menjelaskan bahwa UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dengan jelas menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.
Namun, fakta menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sering disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian, permusuhan, dan radikalisme, yang mengakibatkan penderitaan orang lain. Segala energi, kerja keras, dan dana yang digunakan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi menjadi tidak produktif ketika digunakan untuk tujuan yang merusak.
Implementasi nilai-nilai Pancasila merupakan salah satu cara yang efektif dalam menangkal bahaya radikalisme dan terorisme yang hingga saat ini masih mengintai masyarakat. Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menekankan pentingnya pendekatan Pancasila untuk menangani terorisme. Selain itu, dirinya turut mengajak pegiat media sosial untuk membangun pola pendidikan Pancasila kekinian karena pola pendidikan Pancasila lama tidak lagi diminati generasi milenial.
Tak hanya itu, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo juga menilai perlu pendidikan Pancasila yang menggunakan kemasan audio visual seperti film. Salah satu tema bahasan yang dapat diangkat adalah perjalanan hidup seorang Narapidana Terorisme yang kemudian kembali berikrar setia kepada NKRI. Dengan adanya film tersebut, masyarakat khususnya generasi muda diharapkan dapat meresapi bahwa radikalisme merupakan ancaman berbahaya yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Dalam menghadapi era globalisasi dan serangan ideologi alternatif yang kian masif, peringatan Kelahiran Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan ideologi bangsa. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia harus selalu dijaga dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan. Pemerintah dan masyarakat perlu bersatu padu dalam upaya menangkal radikalisme, membangun ketahanan ideologi, dan menjaga keutuhan NKRI.
Mari kita jadikan peringatan Hari Pancasila sebagai ajang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat Pancasila, kita mampu menciptakan Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera, serta menjadikan Pancasila sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan radikalisme. Pancasila bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga jiwa pemersatu bangsa yang harus terus diperjuangkan menuju Indonesia Emas 2045.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Institute

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.