• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Peringatan Hari Buruh Sebaiknya Dilaksanakan Tanpa Harus Turun Ke Jalan

Peringatan Hari Buruh Sebaiknya Dilaksanakan Tanpa Harus Turun Ke Jalan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 1 May 2022

Peringatan Hari Buruh Sebaiknya Dilaksanakan Tanpa Harus Turun Ke Jalan

Oleh : Deka Prawira

Hari buruh internasional atau Mayday umumnya akan diperingati pada 1 Mei 2022. Pada hari yang disakralkan oleh para pekerja tersebut, para buruh biasanya akan melakukan mogok kerja atau aksi demonstrasi.

Namun situasi tahun 2022 berbeda. Kita masih salam situasi pandemi dan juga bulan puasa sehingga ada imbauan agar aksi tersebut tidak anarkis bahkan sebaiknya dibatalkan.

Sebelumnya, Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus pimpinan KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) menyatakan bahwa demo hari buruh internasional dilakukan tanggal 1 Mei 2022. Kendati demikian, rencana aksi tersebut kemudian diundur menjadi tanggal 14 Mei 2022.

Saat berdemo maka para buruh akan menyuarakan berbagai tuntutan. Topik utamanya dari dulu hingga sekarang selalu sama, yaitu menuntut kenaikan upah/gaji, turunkan harga bahan pokok dan isu lain yang terkait politik, misalnya jelang Pemilu 2024 harus bebas dari politik uang.

Jika melihat ke kalender maka diprediksi Lebaran akan jatuh tanggal 2 Mei 2022, berarti demo sehari sebelumnya. Para buruh memiliki keuntungan karena tidak usah mengajukan cuti atau kabur dari pabrik, karena tanggal itu sedang libur Lebaran.

Namun alangkah baiknya menjelang Lebaran yang sakral, kita mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan mengaji dan berbuat amal baik. Bukannya berdemo dan bersumpah-serapah yang mengerikan.
Demo buruh lebih baik diurungkan saja, karena aksi tersebut rentan ditunggangi provokator yang dapat berakhir anarkis. Di sisi lain, saat ini masih masa pandemi sehingga unjuk rasa sudah jelas tidak akan diberi izin oleh pihak kepolisian. Meski Said Iqbal sudah melayangkan surat permohonan izin ke Polda Metro Jaya tetapi mustahil akan dikabulkan. Karena sejak awal pandemi Polri sudah menegaskan untuk tidak memberi izin keramaian event apapun, termasuk unjuk rasa.
Para buruh harus sadar bahwa saat ini masih pandemi, walau kasus Corona makin menurun. Saat mereka berdemo juga tidak tahu siapa yang sehat dan siapa buruh yang berstatus orang tanpa gejala. Jangan sampai malah terbentuk klaster Corona baru sehingga mereka ketularan dan akhirnya jatuh sakit karena virus Covid-19, apalagi saat demo susah untuk jaga jarak dan banyak yang melepas masker karena gerah.
Kedua, masyarakat menolak demo buruh karena masih bulan puasa. Jangan sampai kesucian Ramadhan malah ternodai oleh demo yang berisi emosi negatif. Apakah para buruh tidak takut pahala puasanya berkurang karena marah-marah dan memaki pemerintah? Lagipula di suasana demo yang panas, ada banyak godaan untuk berbuka sebelum waktunya sehingga bisa membatalkan pahala berpuasa.
Daripada sibuk demo maka para buruh bisa melakukan kegiatan lain untuk memperingati hari buruh internasional. Misalnya dengan patungan dan bagi-bagi takjil atau melakukan aksi kemanusiaan lainnya. Kegiatan seperti ini lebih menambah pahala di 10 hari terakhir Ramadhan dan tidak merugikan orang lain.
Peringatan Mayday sebaiknya dilaksanakan secara sederhana tanpa aksi anarkis dan tidak perlu turun ke jalan untuk demonstrasi. Buruh diharapkan tidak terpengaruh dan terprovokasi ajakan pihak-pihak tertentu untuk berdemo. Elemen buruh juga diharapkan bersikap rasional dan memanfaatkan waktu libur untuk berkumpul (silaturahmi) dengan keluarga, karena memang masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.