• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pentingnya Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda dalam Pilkada 2024

Pentingnya Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda dalam Pilkada 2024

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 30 May 2024

Pentingnya Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda dalam Pilkada 2024

Oleh: Samantha Wijaya

Peningkatan partisipasi aktif dari para pemilih muda dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak bulan November 2024 merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, mereka suatu saat juga akan melanjutkan dan mengisi nasib Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Sehingga apabila peran serta atau partisipasi mereka dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi kurang maksimal, maka bagaimana bisa para penentu kebijakan mampu membuat peraturan yang memang relevan bagi perkembangan jaman dan juga ke depannya akan memihak pada generasi muda, yang mana nantinya mereka juga yang akan mengisi kursi kepemimpinan bangsa.

Namun, jika para pemilih pemuda itu mampu untuk terus menunjukkan partisipasi aktif mereka, maka bukan tidak mungkin ke depannya siapapun yang akan terpilih pada perhelatan Pilkada Serentak 2024 jelas akan bisa mewakili suara anak muda, sehingga banyak dari kebijakan akan lahir mengikuti relevansi perkembangan jaman serta mengedepankan visi di masa yang akan datang.

Karena sangat pentingnya hal tersebut, maka Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus mendukung adanya peningkatan partisipasi politik dari para anak muda pada Pemilihan Kepala Daerah 2024.

Pihaknya terus melakukan koordinasi secara lintas sektor dengan pihak penyelenggara Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berupaya terus membangun pemuda agar, baik secara kualitas ataupun kuantitas mereka banyak yang menunjukkan partisipasi aktifnya dalam Pilkada.
Penanggung Jawab Program Wawasan Politik dan Hukum, Abdul Muslim mengungkapkan bahwa pendidikan mengenai pesta demokrasi, khususnya yang bertujuan kepada para pemuda merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menyukseskan pembangunan generasi muda penerus bangsa.
Dengan adanya keikutsertaan pemuda dalam Pilkada, merupakan sebuah wujud nyata dari partisipasi politik yang juga tertuang ke dalam Indeks Pembangunan Pemuda di Indonesia. Memang sangat perlu adanya strategi bagi para pemuda, khususnya mereka Generasi Z untuk dapat terus tertarik pada berjalannya kontestasi politik di Tanah Air, termasuk juga di daerah mereka masing-masing.
Terlebih, jika melihat dari perspektif para pemuda saat ini, maka media sosial serta konten yang interaktif adalah kunci penting untuk bisa meningkatkan kualitas partisipasi politik dari para anak muda menjelang Pilkada 2024.
Sementara itu, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU, Cahyo Ariawan menyambut dengan sangat baik gagasan dari Kemenpora untuk terus berfokus pada cara meningkatkan kualitas serta kuantitas para pemilih pemuda.
Pihak KPU sendiri sebenarnya juga telah menyusun suatu blueprint mengenai Pendidikan Pemilih yang mampu terus bersinkronisasi dengan isu kepemudaan dalam sektor pemilih pemula. Bukan hanya itu saja, pihak KPU juga meluncurkan Aplikasi bernama SIPARMAS (Sistem Partisipasi Masyarakat) untuk mengukur indeks pemahaman masyarakat dan partisipasi mereka dalam Pemilu termasuk Pilkada serta mengenai politik.
Bagaimana antisipasi mengenai betapa krusialnya peranan anak muda dalam Pemilihan Umum 2024, seluruhnya telah KPU antisipasi dengan baik. Termasuk pula, Pemerintah RI melalui Kemenpora memiliki peranan strategis untuk terjun secara langsung dalam menyentuh para pemilih pemuda itu.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syamsurizal juga menyoroti bagaimana dominasi para pemilih muda, yang di Indonesia bahkan sebenarnya berjumlah sangat banyak, yakni hingga 56 persen atau sekitar 117 juta yang seluruhnya telah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Sebagian besar dari jumlah DPT di seluruh Indonesia memang merupakan generasi muda kelompok usia milenial bahkan setengah darinya yakni merupakan Generasi Z yang baru pertama kali memilih. Melihat hal tersebut, maka sudah sangat jelas peranan aktif atau partisipasi para pemilih muda dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 sangat penting. Jangan sampai mereka melakukan golput.
Terdapat 204,8 juta pemilih yang berada di DPT, yang mana sebanyak 56 persen merupakan para generasi muda. Sebagai informasi bahwa kriteria mereka yang masih masuk ke dalam kelompok pemilih muda yakni berusia sekitar 17 hingga 40 tahun. Tidak tanggung-tanggung, bahkan setengah dari sebanyak 117 juta orang tersebut merupakan kelompok generasi Alfa atau Generasi Z yang mereka baru pertama kali memilih, yakni pada rentang usia antara 17 hingga 24 tahun.
Semakin banyak mereka yang datang dan semakin tinggi tingkat partisipasinya dalam Pilkada Serentak 2024, maka akan sangat berpengaruh pula pada bagaimana penilaian dalam indeks demokrasi di Indonesia, yang akan menuju ke arah semakin baik serta semakin tinggi.
Seluruh hal tersebut menggambarkan betapa sangat pentingnya terjadi peningkatan partisipasi secara aktif bagi para pemilih muda di berbagai daerah di Indonesia, khususnya dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024.

)* Penulis adalah Kontributor Gala IndoMedia

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.