• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Peningkatan Nasionalisme di Kalangan Santri Cegah Meluasnya Paham Radikal

Peningkatan Nasionalisme di Kalangan Santri Cegah Meluasnya Paham Radikal

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 12 June 2024

Peningkatan Nasionalisme di Kalangan Santri Cegah Meluasnya Paham Radikal

Oleh: Nurul Fatimah

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena meningkatnya nasionalisme di kalangan santri menjadi sorotan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikal di Indonesia. Santri, sebagai kelompok yang memiliki peran strategis dalam pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Islam di masyarakat, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang signifikan dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.

Peningkatan nasionalisme di kalangan santri dapat dilihat dari berbagai program dan kurikulum yang diterapkan di banyak pesantren. Pendidikan Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta nilai-nilai pluralisme dan toleransi seringkali diintegrasikan dalam kurikulum pesantren.

Mereka tidak hanya mempelajari pemahaman agama yang moderat, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui ceramah, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan, nilai-nilai nasionalisme disisipkan dengan cara yang relevan dan mudah dipahami oleh para santri.

Peningkatan nasionalisme di kalangan santri menjadi salah satu strategi efektif dalam mencegah meluasnya paham radikal. Nasionalisme yang kuat dapat menjadi benteng bagi para santri dalam menghadapi pengaruh ideologi radikal yang seringkali berusaha mengusik ketenteraman masyarakat.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Banten, KH Amas Tadjuddin, menegaskan tugas FKPT adalah mencegah paham radikalisme dan terorisme melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme teroris di Pulau Tunda, Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, KH Amas menekankan pentingnya pencegahan dini. Kedatangan FKPT Banten ke Pulau Tunda bukan berarti ada radikalisme dan terorisme, melainkan dalam upaya pencegahan dini.

KH Amas menjelaskan bahwa sasaran kelompok radikalisme adalah mengacaukan pemikiran dengan slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadist, serta mengafirkan siapa pun yang tidak sepaham dengan kelompok mereka. Dalam kegiatan tersebut, KH Amas tampil dengan mengenakan baju lengan panjang putih, sarung putih, dan peci hitam, menambah suasana yang penuh kekhusyukan dan kewibawaan.

Kegiatan yang bertema “Masyarakat Pulau Tunda Beragama Kuat, Maju, dan Berwawasan Kebangsaan” ini menghadirkan Kepala Bidang Penelitian FKPT Banten, Endang Saeful Anwar, sebagai narasumber. Endang mengungkapkan bahwa masalah keagamaan di Banten sangat dinamis dan terbuka. Jika ada yang mengaku nabi zaman sekarang, jangan dipercaya karena itu masalah pokok yang tidak dapat diperdebatkan.

Selain itu, Endang juga menyinggung soal furuiyyah, yakni hal-hal cabang dalam agama seperti tata cara shalat dan sikap terhadap sesama manusia yang harus tetap menghargai selama masih ada dalil, dengan toleransi, radikalisme dapat dicegah.

Kesbangpol Banten, Agus Hendarwan sebagai narasumber lain, menambahkan bahwa radikalisme dapat dicegah dengan mencintai tanah air. Pengembangan wawasan kebangsaan harus dilakukan dengan cinta tanah air, mempelajari sejarah Indonesia, mematuhi perundang-undangan, melaksanakan upacara 17 Agustus, serta mencintai lingkungan dan mengidentifikasi orang-orang asing dengan melaporkannya ke Babinsa atau Binmas.

Kepala Desa Wargasara, Hasyim, mengapresiasi kegiatan ini yang dihadiri oleh Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSP) Pemkab Lebak, Sehabudin. Masyarakat Wargasara menyambut dengan antusias serta berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena masyarakat harus tetap diberikan pembinaan.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya peningkatan nasionalisme di kalangan santri dan masyarakat luas sebagai salah satu upaya efektif untuk mencegah meluasnya paham radikal. Dengan pendekatan yang melibatkan pemahaman agama yang benar, toleransi, dan cinta tanah air, masyarakat dapat bersatu dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme, serta menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.

Peningkatan nasionalisme di kalangan santri membawa dampak positif yang signifikan. Santri yang memiliki rasa cinta tanah air yang kuat cenderung memiliki sikap yang moderat dan toleran. Mereka lebih mampu menangkal pengaruh negatif dari ideologi radikal yang berusaha merusak tatanan sosial dan keagamaan di Indonesia.

Selain itu, santri yang memiliki nasionalisme yang kuat juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka tidak hanya menjadi teladan dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kontribusi ini sangat penting dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat.

Peningkatan nasionalisme di kalangan santri juga merupakan langkah strategis dalam mencegah meluasnya paham radikal di Indonesia. Melalui pendidikan yang komprehensif, kerjasama dengan berbagai pihak, serta pemanfaatan teknologi, pesantren berhasil menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat di kalangan santri. Dengan nasionalisme yang kokoh, para santri tidak hanya menjadi pelindung ajaran Islam yang damai, tetapi juga penjaga keutuhan dan kedamaian bangsa.

Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan nasionalisme di kalangan santri juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan toleran. Mereka menjadi agen perdamaian yang aktif mempromosikan dialog antaragama dan antarbudaya, serta berperan dalam berbagai inisiatif sosial yang memperkuat solidaritas nasional. Dengan demikian, peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa semakin nyata, tidak hanya sebagai penjaga moral dan agama, tetapi juga sebagai pilar utama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah tantangan zaman.

)* Penulis adalah mahasiswa asal Yogyakarta tinggal di Jakarta

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.