• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pengembangan Kawasan Rempang Serap Tenaga Kerja, Waspadai Provokator Demo Anarkis

Pengembangan Kawasan Rempang Serap Tenaga Kerja, Waspadai Provokator Demo Anarkis

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 September 2023

Pengembangan Kawasan Rempang Serap Tenaga Kerja, Waspadai Provokator Demo Anarkis

Oleh : Farrel Haroon Jabar

Pengembangan Kawasan Rempang mampu menyerap banyak sekali tenaga kerja dari masyarakat setempat, yang mana juga sekaligus mampu menyejahterakan mereka dengan meningkatkan pendapatan warga. Jangan sampai pembangunan Strategis Nasional ini dirusak dengan adanya provokator yang menghasut demo anarkis. Maka dari itu, masyarakat harus terus waspada.

Pertemuan yang terjadi antara Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia dengan para tokoh di Rempang akhirnya mendapatkan sebuah jawaban dan titik temu.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah kembali menegaskan bagaimana komitmen kuatnya untuk terus menjaga seluruh hak dari rakyat, termasuk pula hak kultural hingga hak kesulungan warga yang telah bermukim di sana secara turun-temurun selama ini.

Dengan adanya investasi yang masuk untuk mengembangkan Rempang Eco-City, ditaksir akan menjadikan mesin ekonomi baru bagi Indonesia ke depannya. Maka, secara otomatis ekonomi masyarakat yang melakukan usaha seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan ikut terangkat pula.

Diketahui bahwa nilai investasi yang akan masuk ke dalam proyek tersebut adalah sebesar 381 triliun Rupiah, yang mana menjadikan Rempang Eco-City dapat memberikan eskalasi bagi peningkatan kualitas hidup dan juga kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di sekitarnya.

Bahkan, pada saat pelaksanaan dan masih pada proses tahap pembangunan sekalipun, diperkirakan kalau ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat akan dapat terus ikut terangkat dengan adanya berbagai kegiatan yang dijalankan oleh UMKM warga. Mengenai hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas), Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menjelaskan bahwa dengan berjalannya investasi maka akan ada banyak sekali dampak sangat positif yang diterima oleh masyarakat, termasuk juga seluruh masyarakat di Kawasan Barelang hingga rakyat Indonesia secara umum.

Bagaimana tidak, pasalnya dengan pertumbuhan akan realisasi investasi tersebut juga akan terus diimbangi dengan keterlibatan masyarakat para pelaku UMKM. Karena nantinya akan dilakukan kemitraan strategis antara pihak perusahaan besar dengan UMKM yang akan terus dikembangkan. Sehingga nantinya investasi yang masuk ke daerah jelas bisa memberikan dampak bagi perkembangan pembangunan serta ekonomi rakyat. UMKM akan terbantu dan bisa menjadi semakin hidup. Bahkan mereka bisa langsung masuk ke dalam rantai pasok global agar semakin meningkatkan peluang UMKM yang naik kelas.

Adanya pengembangan Kawasan Rempang sendiri akan mampu meningkatkan iklim investasi dan juga potensi ekonomi Tanah Air. Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad pun mengatakan bahwa dengan adanya investasi itu mampu menyerap hingga puluhan ribu tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Sebaliknya, apabila adanya Proyek Strategis Nasional itu terhambat, maka juga akan mampu menimbulkan banyak performa yang kurang baik hingga serangkaian dampak negatif lain yang diterima oleh masyarakat. Maka dari itu, hendaknya publik bisa mencermati seluruhnya dengan sangat bijak.

Jangan sampai justru masyarakat mudah untuk termakan isu apapun yang bertebaran di media sosial, terlebih jika isu yang dihembuskan sama sekali belum bisa diklarifikasi akan kebenarannya, lantaran penyebaran melalui media sosial dan ruang digital sangat rawan untuk terjadinya berita hoaks serta provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai informasi, bahwa ternyata terjadinya konflik hingga kisruh yang menyelimuti pembangunan Proyek Strategis Nasional di Rempang yang sempat terjadi beberapa waktu lalu memang terdapat pihak yang dengan sengaja menjadi seorang provokator sehingga sangat mengganggu stabilitas keamanan negara.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan provokator yang kini berhasil ditangkap oleh aparat keamanan itu juga sempat menghasut adanya aksi kekerasan yang menunggangi aspirasi warga dalam membela Rempang. Pria berinisial YRB berusia 23 tahun yang kini ditangkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya itu menyebarkan ajakan kepada masyarakat untuk menyerang polisi.

Terkait dengan adanya penangkapan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Diretkrimsus) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan bahwa dalam penangkapan yang dilakukan itu, pihaknya juga berhasil melakukan penyitaan terhadap telepon seluler (ponsel) milik tersangka yang diduga digunakan untuk menyebarluaskan pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Tersangka melakukan penghasutan dan juga menggugah seluruh pesan berisi provokasi pada malam hari sebelum dilakukannya pelaksanaan unjuk rasa. Atas perbuatannya, tersangka YSR dikenakan dengan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 156 dan atau Pasal 160 KUHP dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Maka dari itu, dengan adanya fakta yang kini terungkap bahwa kerusuhan yang sempat terjadi di Rempang beberapa waktu lalu ternyata disebabkan oleh adanya tindak provokator, maka hendaknya masyarakat harus mampu untuk meningkatkan kewaspadaan diri dan tidak mudah termakan apapun yang berada di media sosial. Terlebih, justru lantaran sebenarnya pengembangan Kawasan Rempang malah mendatangkan segudang manfaat positif untuk masyarakat sendiri.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantar

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.