Pemerhati Politik dan Kebangsaan ini, mengakui adanya sejumlah blunder Ridwan Kamil yang sedikit banyak memperngaruhi penurunan elektabilitasnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.
Menurut Rizal Fadilah, sebagai Pemerhati politik dan kebangsaan dalam keteranganya di Jakarta, Senin (25/11) berpandangan, banyak konten-konten medsos Ridwan Kamil yang berisi kebencian terhadap Jakarta dan warganya.
“Tidak tahu apa yang menjadi penyebab, yang jelas, apa yang dilakukan masa lalu akan dipetik pada masa kini,” ucapnya.
Rizal yang juga warga Bandung ini, mendata setidaknya ada beberapa penyebab peluang kekalahan Ridwan Kamil, diantaranya; pertama, RK banyak penolakan dari warga Jakarta karena warga menginginkan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan ikut dalam kompetisi akan tetapi rezim Jokowi menghalangi dengan merekayasa partai-partai agar tidak ada yang mengusung Anies.
Selain itu, lajut Rizal, kedua bahwa RK adalah mantan Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung. Persib adalah musuh bebuyutan Persija. Jakmania sensitif pada boss bobotoh. Aspek historis dan psikopolitis ini menyebabkan RK menjadi musuh rakyat Jakarta khususnya pendukung Persija.
Rizal mengutaraka, yang ketiga, RK pernah menghina warga Jakarta dengan bokep atau malas dan hedon adalah gaya propaganda membangun spirit warga Jawa Barat atau Bandung. Padahal pola menghina tidak bagus sebagai pemimpin negarawan.
Dan yang keempat, lanjut Rizal, dampak sikap egois dan tidak dewasa seperti itu tentu berdampak pada elektabilitas RK-Suswono. Kelima, Suswono sebagai kader PKS dinilai Rizal, sebagai blunder besar melalui ujarnya yang sensitif. Menurut Rizal, selain itu, keenam, RK-Suswono sepertinya akan sulit menang di DKI Jakarta.