• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto: Penghargaan Berdasarkan Fakta dan Kontribusi Nyata

Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto: Penghargaan Berdasarkan Fakta dan Kontribusi Nyata

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 14 November 2025

Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto: Penghargaan Berdasarkan Fakta dan Kontribusi Nyata

JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar H.M. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.

Penetapan tersebut menjadi wujud penghargaan negara atas jasa besar Soeharto dalam mempertahankan ideologi Pancasila, menegakkan stabilitas nasional, serta membangun fondasi ekonomi Indonesia modern.

 

Politikus senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sebagai langkah bersejarah dan berkeadilan.

 

“Ini menjadi kabar yang menggembirakan tidak hanya bagi Partai Golkar, tetapi juga bagi masyarakat luas. Penetapan Bapak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional menegaskan kepada kita semua spirit pembangunan serta nasionalisme sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

 

Firman menilai keputusan tersebut mencerminkan kedewasaan politik bangsa dalam menempatkan sejarah secara proporsional.

 

“Penetapan ini bukan semata keputusan politik, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa seorang pemimpin bangsa yang telah bekerja tanpa lelah membangun Indonesia,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Sekretaris Balitbang DPP Partai Golkar, Leriadi, menilai penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional mencerminkan komitmen negara untuk berlaku adil terhadap sejarah.

 

Ia menegaskan bahwa sejatinya Soeharto bukan hanya sosok tokoh militer saja, melainkan juga orang yang berada di balik kebangkitan bangsa setelah terjadinya kekacauan politik dan ekonomi.

 

“Presiden Soeharto bukan hanya tokoh militer, tetapi juga arsitek kebangkitan nasional pasca kekacauan politik dan ekonomi,” katanya.

 

Menurutnya, kepemimpinan Soeharto berhasil menata kembali sistem pemerintahan dan ekonomi nasional, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

 

Dari sektor pertanian, dukungan datang dari Ketua Umum Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo), Irfan Ahmad Fauzi.

 

Ia menilai Soeharto sebagai pemimpin yang berjasa besar terhadap kesejahteraan petani melalui program-program seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan pembangunan infrastruktur pedesaan.

 

“Pembangunan jalan produksi, irigasi, dan jaringan distribusi pada masa beliau telah meningkatkan taraf hidup jutaan petani dan memperkuat ekonomi desa,” ujar Irfan.

 

Penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dipandang banyak kalangan sebagai pengakuan atas kontribusi nyata dan warisan pembangunan yang masih dirasakan hingga kini—sebuah penghargaan yang menempatkan sejarah bangsa secara utuh dan berkeadilan. (*)

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

September 24, 2026

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

September 24, 2026

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan…

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah Oleh: Nadia Anggraini Kusuma Di tengah ketidakpastian ekonomi…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal   Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap on track hingga Agustus 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal nasional. Hal ini tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta kinerja pendapatan dan belanja negara yang tetap terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan APBN tetap dikelola secara hati-hati di tengah meningkatnya kebutuhan belanja, sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track. Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah masih dapat dikelola dengan tetap menjaga kesehatan fiskal. Keseimbangan primer yang masih berada pada posisi positif juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan APBN tetap berada dalam koridor yang terkendali. Hal ini menjadi sinyal positif terhadap kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan kesinambungan fiskal. Dari sisi penerimaan, kinerja APBN juga menunjukkan perkembangan positif. Penerimaan negara hingga akhir Agustus tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Pertumbuhan penerimaan menjadi faktor penting dalam menjaga ruang fiskal ketika belanja negara juga mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2026, belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Percepatan belanja diperlukan agar APBN memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, peningkatan realisasi anggaran tetap perlu dibarengi dengan kualitas belanja yang baik, sehingga belanja negara tetap efisien, tepat sasaran, serta bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.